gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Gerakan Stop Killing Games dan Kenapa Ini Penting

Rafif by Rafif
July 15, 2025
in Artikel, Industri
0
Gerakan Stop Killing Games dan Kenapa Ini Penting

Gerakan Stop Killing Games muncul sebagai teriakan keras dari gamer yang kesal karena kehilangan akses ke game yang udah dibeli.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Di tengah panasnya kompetisi game online yang makin marak, gerakan Stop Killing Games muncul jadi suara yang paling gede dari para gamer yang udah muak karena gak dikasih akses ke game yang udah dibeli. Ketika publisher atau developer seenak jidatnya matiin server tanpa solusi, jutaan pemain ngerasa diperlakukan kayak penyewa, bukan pemilik. Lewat petisi yang udah tembus 1 juta tanda tangan di European Union gerakan ini gak cuma jadi keluhan online, ini udah jadi gerakan global yang bakal ngubah aturan industri video game.

The site says we have cleared 1 million signatures! I hate being like this, but there’s a chance a significant number of them aren’t real. That means we have to keep signing in overdrive mode to make up for them! I’ll have a video on this later today.https://t.co/EpnNTDR85U

— Accursed Farms (@accursedfarms) July 3, 2025

Setelah gamer ngeprotes hal ini dimana-mana, lewat hashtag lah, lewat forum online lah, gerakan ini mulai dianggep serius, gak cuma sama komunitas, tapi juga sama tokoh politik dan pembuat kebijakan. Tersembunyi di balik suksesnya petisi yang viral, tersimpan keresahan serius dari para gamer soal game yang kerasa kayak “dipinjemin” pas server dimatiin oleh publisher. Lewat gerakan ini, para pemain pengen ngubah industri game yang tadinya cuma mementingin profit dan lifecycle, jadi yang ngehargai hak dan pengalaman gamer sebagai pemilik yang sah. Dan sekarang, gerakannya udah berhasil dilirik sama Uni Eropa dan siap ngereformasi bisnis game modern (merdeka!).

Gerakan Stop Killing Games dibuat untuk ngerespon dari para gamer yang udah gak punya akses ke game yang udah mereka beli secara sah. Soalnya, game modern yang ngandelin server online bisa aja gak bisa dimainin kalo publishernya udah gak mau nyediain servernya lagi, bahkan buat mode single-player sekalipun, contohnya game keluaran Ubisoft, The Crew yang dimatiin servernya dan ditarik dari semua toko online. Hal ini tuh bikin mempertanyakan soal “punya siapa sih, game ini sebetulnya?” apakah konsumen yang udah beli, atau publisher yang nyediain servernya? Regulasi  yang rancu untuk ngatur hak akses kedepannya ngejadiin praktik kayak gini jadi populer, dan memicu gerakan global untuk diubah. Para pemain nuntut kejelasan hak mereka, transparansi publisher, dan solusi yang jelas kayak mode offline lah atau server komunitas lah, supaya game masih bisa dimaenin walaupun gamenya tutupi. Gerakan ini mau ngebuat industri game buat fokusnya bukan ke profit dan siklus hidup produk doang, tapi mau peduli dan menghormati nilai sebuah game sebagai karya budaya dan hiburan yang dibeli dengan harapan bakal tahan lama.

Tapi tetep aja, masih aja ada yang ngeyel. Contoh-contoh publisher game yang nolak gerakan ini diantara lain ada; EA, Microsoft, Nintendo, dan Ubisoft diwakilin sama Video Game Europe (VGE). Meskipun begitu, masih ada publisher game yang baik macam CD Projekt Red yang ngeluarin The Witcher dan Cyberpunk 2077, atau Valve yang ngeluarin Team Fortress 2 dan Left For Dead 2.

Jadi, gerakan Stop Killing Games hadir buat nyeimbangin untuk ngedorong industri game buat bertanggung jawab. Gamer gak cuma mau hiburan, tapi juga keadilan digital: kalau sudah beli, harus tetap bisa main. Gerakan ini memfokus perlunya aturan baru yang mastiin hak pemain itu dijaga, bahkan  kalau developer atau publisher udah gak mau ngelanjutin gamenya. Detil gerakan ini bisa diakses DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: EditorialFeaturedNewsOpini
ShareTweetShare
Previous Post

Kuro Games Ungkap Detail Project NAMI, Akan Jadi Game ‘Action Multiplayer Online RPG’

Next Post

Penulis Cerita Chrono Trigger Ternyata Sempat Benci dengan Video Game

Related Posts

Unity Technologies resmi mengumumkan Unity 7, game engine generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Berita

Unity 7 Resmi Diumumkan, Rilis Awal 2027 dan Banyak Fitur AI

July 21, 2026
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Elicia Lee mendirikan Indie Wavemakers, sebuah inisiatif yang fokus membantu developer indie.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Elicia Lee – Keinginan Indie Wavemakers Jadi Tempat Developer Indie Berkembang, Bukan Cuma Cari Sorotan

July 17, 2026
Franchise Need for Speed dan Burnout kini resmi masuk masa vakum tanpa batas waktu alias mati karena Criterion fokus ke Battlefield.
Berita

EA Pastikan Need for Speed dan Burnout Mati, Criterion Fokus Penuh ke Battlefield

July 15, 2026
Karyawan Ubisoft Barcelona menggelar aksi mogok kerja selama tiga hari untuk memprotes rencana PHK terhadap 51 pegawai di studio tersebut.
Berita

Karyawan Ubisoft Mogok Kerja, Protes PHK 51 Karyawan Setelah AC Black Flag Resynced Rilis

July 15, 2026
Di ajang Indie Wavemakers, kami berkesempatan ngobrol eksklusif dengan Al Yang, Studio Creative Director di NeoBards Entertainment.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Al Yang – Membangun Game di Berbagai Belahan Dunia dan Bantu Developer Besar

July 14, 2026
Jay Armstrong adalah salah satu pendiri Massive Monster, studio di balik Cult of the Lamb, dan kami dapat kesempatan wawancara.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Jay Armstrong – Gimana Membangun Fans dan Membantu Developer Lain

July 14, 2026
Next Post
Masato Kato selaku penulis cerita Chrono Trigger dan beberapa game legendaris dari Square Enix ternyata sempat membenci video game

Penulis Cerita Chrono Trigger Ternyata Sempat Benci dengan Video Game

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd