Upaya Hangar 13 dalam merebut kembali kepercayaan fans franchise Mafia yang mungkin masih skeptis sejak rilis seri ketiganya di masa lalu sudah semakin membuahkan hasil. Mengikuti remake untuk game pertamanya yang cukup solid, mereka telah menyiapkan seri terbaru berjudul Mafia: The Old Country dengan nuansa klasik yang sangat dirindukan oleh banyak fans, apalagi untuk sebuah seri mainline terbaru. Berlatar di Sisilia pada awal era 1900-an dan dibangun dengan basis Unreal Engine 5, game ini meninggalkan formula open-world kacau ala Mafia III untuk kembali ke pendekatan naratif sinematik serta fokus pada cerita, yang tentunya akan mengingatkan banyak fans pada Mafia I dan II.
Tim kami sendiri kebetulan sudah berkesempatan memainkan gamenya lebih awal dan berdasarkan pengalaman sejauh ini, The Old Country mungkin adalah salah satu drama kejahatan bertema mafia terbaik yang diadaptasi ke dalam game. Dengan kisah tentang perjuangan lambat namun bermakna menuju kekuasaan, karakter-karakter kuat, serta latar yang imersif dan hidup, game ini terasa seperti tontonan serial TV kelas atas. Penasaran dengan kualitasnya secara menyeluruh? Langsung saja simak review kami di artikel berikut!
Jalan Cerita
Mafia: The Old Country hadir dengan pendekatan cerita yang lebih linier dan sinematik, mirip seperti Mafia I dan II. Kita mengikuti kisah Enzo, seorang bocah yang dijual ayahnya ke organisasi penambangan belerang milik keluarga Spadaro saat usianya baru lima tahun. Selama dua belas tahun, ia bekerja keras mengumpulkan uang agar bisa keluar dari tempat itu.

Namun situasi di tambang makin memburuk, karena getaran tanah membuat gua-gua tidak stabil dan para pekerja mulai hilang satu per satu. Enzo dan temannya dipaksa masuk ke gua terdalam untuk mencari tahu. Mereka menemukan para korban dalam kondisi pingsan karena kebocoran gas. Sebuah ledakan terjadi, dan mereka melarikan diri dari runtuhan tambang. Organisasi tetap memaksa pekerja kembali, namun Enzo akhirnya melawan. Ia menghadapi Il Merlo, pemimpin tambang, dalam duel pisau yang berakhir kacau karena gempa. Enzo melukai Il Merlo dan kabur di tengah kekacauan.
Sayangnya, Il Merlo tidak tinggal diam. Ia mengejar Enzo, hingga keduanya terlibat konfrontasi di tanah milik Don Bernardo Torrisi. Sang Don marah besar karena Il Merlo menginjak wilayahnya tanpa izin, yang tentu jadi sebuah pelanggaran kesepakatan damai antar keluarga. Don Torrisi menyelamatkan Enzo dan merekrutnya, menempatkannya di bawah bimbingan Luca, salah satu orang kepercayaannya. Enzo yang ulet dan giat, perlahan berhasil naik pangkat. Dia mulai memahami apa sebenarnya bisnis keluarga Torrisi, bagaimana sistem mereka bekerja, dan lambat laun, dia menjadi bagian dari keluarga itu. Seiring waktu, konflik antar keluarga mafia mulai memanas dan kamu akan berada di tengah semua itu.

Cerita ini penuh dengan karakter-karakter menarik dengan dialog yang kuat dan penuh nuansa. Dari Cesare yang menyebalkan namun loyal, keponakan Don Torrisi, hingga Isabella yang memikat hati Enzo di pertemuan pertama, yang ternyata adalah putri sang Don sendiri. The Old Country sangat berhasil menangkap dinamika keluarga mafia klasik: hubungan antar tokoh, hormat terhadap Don, hingga bagaimana mereka “mengurus” masyarakat di wilayahnya. Game ini benar-benar terasa seperti serial TV berkualitas tinggi, dengan tiap babnya seperti episode baru. Perpindahan waktu dilakukan dengan mulus, dan presentasi sinematiknya berkat Unreal Engine 5 terlihat sungguh luar biasa. Pencahayaan pada cutscene sangat realistis dan atmosferik, wajah karakter hidup dengan ekspresi dan gerakan mata yang halus dan penuh emosi.
Hanya satu hal yang mungkin bisa jadi kekurangan bagi sebagian pemain adalah cutscene yang terkunci di 30 FPS dengan motion blur aktif, dan tidak bisa dimatikan. Kami paham niat sinematiknya, tapi pilihan untuk menonaktifkan motion blur harusnya tetap ada. Game ini menawarkan variasi misi yang cukup banyak: mulai dari tugas sederhana, mengawal tokoh penting, balapan kuda dan mobil, hingga pertempuran melawan bandit atau keluarga pesaing. Semua ini mendukung perkembangan cerita dan membuat kita benar-benar merasakan proses Enzo menjadi bagian dari keluarga mafia.

Lama-lama kamu akan merasa Cesare seperti saudara kandung meski menyebalkan, merasa cemas jika sesuatu terjadi pada Luca, dan mulai khawatir bila hubunganmu dengan Isabella ketahuan Don Torrisi, yang sangat protektif terhadap putrinya. Sayangnya, tempo cerita tergolong lambat. Lima bab pertama terasa seperti perkenalan panjang. Kamu baru benar-benar terlibat dalam dunia mafia sekitar pertengahan game. Apakah ini buruk? Tidak juga, tapi bisa terasa kurang menggigit untuk pemain yang mengharapkan ketegangan sejak awal. Di sisi lain, kisah ini memang tentang pendakian bertahap menuju kekuasaan, jadi alurnya masih masuk akal.
Secara keseluruhan dari aspek yang satu ini, Mafia: The Old Country berhasil memberi satu pengalaman sinematik terbaik tentang dunia kriminal tempo dulu, lengkap dengan drama keluarga dan sedikit aroma telenovela yang justru memperkuat warna ceritanya.
Basis Gameplay Aman dan Tetap Solid
Struktur misinya bersifat linier, seperti Mafia I dan II, dengan perpindahan dari satu bab ke bab lain secara langsung. Tapi setelah menyelesaikan bab tertentu, kamu bisa mengakses Explore Mode lewat menu, yang membebaskanmu menjelajahi dunia San Celeste yang indah.

Dalam mode ini, kamu bisa mencari collectible seperti foto, kartu santo, dan koran tua tentunya tak ada majalah Playboy karena latarnya di awal abad ke-20. Kamu juga bisa mengumpulkan loot, meng-upgrade perlengkapan, dan semua yang kamu dapat bisa digunakan di luar Explore Mode. Tersedia beberapa tingkat kesulitan; kami memainkan di mode default (Medium) dan menurut kami cukup balance.
Gameplay terdiri dari dua pendekatan utama: Stealth dan Shootout. Mode sembunyi-sembunyi terasa sangat memuaskan dengan berbagai pilihan: membunuh pakai pisau (dengan sistem durability yang bisa diasah), mencekik musuh dengan button mash, atau melempar objek untuk mengalihkan perhatian. Kalau kamu lebih suka aksi langsung, kamu juga bisa membunuh mereka dari belakang.

Sementara itu, pertempuran senjata juga seru. Senjata klasik punya sensasi tembak yang solid. Musuh cukup cermat, di mana mereka mereka bisa mengepung dan melempar granat jika diberi celah, tapi tetap cukup mudah dihadapi dengan strategi. Ada juga mekanik duel pisau yang sinematik: kamu bisa menebas, menusuk, menghindar, menyerang untuk memecah blok lawan, bahkan melakukan parry. Intensitasnya membuat pertarungan terasa penting dan emosional.
Game ini juga punya sistem progresi dan kustomisasi. Kamu bisa mendapatkan pisau baru, senjata dengan statistik dan efek berbeda, serta sistem Charm Slot yang memungkinkan kamu menambahkan medali dan manik-manik sebagai buff. Penampilan Enzo juga bisa diubah (baju, topi, jenggot), meski hanya bersifat kosmetik. Atau kamu bisa biarkan game memilih tampilan otomatis sesuai bab cerita. Dengan latar waktu 1900-an, transportasi berupa kuda dan mobil klasik. Kendalinya solid, desainnya keren, dan nuansa jadulnya terasa kental.
Eksplorasi yang Imersif
Dari segi dunia dan atmosfer, Mafia: The Old Country benar-benar unggul. Sisilia tahun 1900-an jadi latar unik yang membedakannya dari Mafia lain yang biasanya berlatar Amerika. Suasana khas Italia lama terasa kuat, dari arsitektur hingga bahasa tubuh NPC-nya.

San Celeste sebagai kota terasa hidup, dengan aktivitas warga yang realistis dan suara lingkungan yang mendetail. Bahkan beberapa NPC yang kamu lewati membahas kejadian terkini, memperkuat imersi. Lanskap terbuka yang indah, cuaca cerah, perkebunan anggur yang luas, dan pegunungan dari kejauhan menciptakan dunia yang sangat memukau. Unreal Engine 5 benar-benar dimanfaatkan maksimal di sini—pencahayaan, desain bangunan, dan tekstur semuanya terasa artistik. Sayangnya, game ini belum memiliki mode Photo Mode, padahal visualnya sangat layak untuk difoto.
Testing Performa
Kami memainkan game ini di PC dengan spesifikasi: Intel Core i5-13500, RTX 4070 SUPER (driver 580.88), RAM 32GB di monitor 1440p. Dengan pengaturan High, kami berhasil mendapatkan rata-rata 60 FPS. Namun, ada beberapa penurunan performa hingga 30 FPS, terutama saat berada di keramaian atau melintasi area luas dari kota ke hutan lalu kembali ke kota.

Untungnya, dengan fitur DLSS Super Resolution dan Frame Generation, performa bisa tetap stabil. Kami pakai DLSS Balance dan kualitas gambar tetap bagus, nyaris seperti native. Bug sangat jarang kami temui, dan hanya ada satu-dua kejadian kecil seperti item tak bisa diambil atau subtitle tidak berubah. Jadi bisa dibilang secara teknis game ini cukup rapi, meski optimalisasi PC perlu sedikit perbaikan jelang rilis.
Kesimpulan
Kami berujung sangat menikmati cerita dan karakter dalam Mafia: The Old Country. Perjalanan Enzo dari tambang belerang ke lingkaran dalam keluarga Don Torrisi terasa sangat rewarding, yang mana mereka berhasil membangunnya dengan pelan tapi memuaskan. Karakter seperti Luca, Cesare, dan Isabella memberi kedalaman emosi yang nyata di ceritanya.

Variasi gameplay seperti stealth, tembak-tembakan intens, dan duel pisau sinematik menjaga keseruan bermain yang fresh. Explore Mode juga memungkinkan pemain menjelajah San Celeste tanpa mengganggu alur cerita. Dunia dan presentasinya memukau: perkebunan anggur, kota ramai, dan percakapan warga membuat latarnya hidup. Unreal Engine 5 memberi visual luar biasa, dan kami bisa memainkan game ini dengan nyaman di PC kelas mid-high end.
Tapi yang terpenting dari semua, The Old Country telah kembali ke akar franchise Mafia lewat cerita yang terstruktur, sinematik, penuh drama keluarga, loyalitas, perebutan kekuasaan, dan dilema moral. Ini adalah drama kriminal kelas atas yang akan mudah disukai oleh fans lama, dan cocok juga untuk pendatang baru karena statusnya sebagai prekuel.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Mafia: The Old Country
PROS
- Jalan cerita solid yang emosional dengan karakter memorable
- Cutscene berkualitas tinggi dengan Unreal Engine 5
- Kombinasi gameplay stealth, shooter, dan melee yang harmonis
- Explore Mode lumayan memperkuat kebebasan bermain tanpa mempengaruhi progress
- Penggambaran latar Sisilia di era 1900-an yang begitu indah
CONS
- Pacing cerita yang lambat, terutama di beberapa chapter awal
- Penurunan FPS di beberapa momen, terutama area yang ramai













Discussion about this post