Beta pertama Battlefield 6 yang digelar pada 9–11 Agustus lalu sukses besar dan ternyata berdampak positif ke kondisi finansial EA. Antusiasme pemain yang tinggi, ditambah performa server yang stabil selama uji coba, bikin harga saham EA melonjak sekitar 10 persen selama 5 hari terakhir. Kini, harga saham perusahaan itu berada di angka USD 177,91 per lembar, atau setara dengan 2,9 Juta Rupiah per lembar kalau dikonversi.
Lonjakan harga saham ini otomatis ikut mengerek valuasi pasar EA hingga mencapai USD 41,94 miliar atau 683 Triliun Rupiah. Menurut analis dari Jefferies, James Heaney, performa solid di beta pertama inilah yang menjadi faktor utama kenaikan tersebut. “Beta test Battlefield 6 akhir pekan kemarin bisa dibilang sukses untuk EA. Server berjalan stabil dan tanggapan pemain positif,” jelasnya.

Hype untuk Battlefield 6 diperkirakan bakal makin panas karena produser utama, David Sirling, mengonfirmasi bahwa EA akan segera menguji fitur server browser — salah satu yang paling banyak diminta komunitas. Memang belum ada jadwal pasti kapan fitur ini hadir, tapi Sirling menyebut pendekatan yang diambil adalah model hybrid, menampilkan server permanen sekaligus match aktif yang bisa langsung dimasuki pemain.
Selain itu, game tersebut juga berhasil menorehkan berita yang sangat positif selama open beta kemarin dimana berhasil meraup 500 ribu pemain dan bahkan berhasil memblokir 330 ribu lebih cheat yang coba masuk ke game tersebut. Tren positif ini semoga aja akan lanjut ke rilis penuhnya nanti.
Battlefield 6 sendiri tengah digarap untuk PC, PS5, dan Xbox Series, dengan tanggal rilis yang sudah dikunci pada 10 Oktober. Melihat respons awal yang begitu positif, banyak yang berharap rilis penuh nanti bisa mempertahankan momentum ini dan mengembalikan kejayaan seri Battlefield di kancah FPS modern.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post