Capcom akhirnya buka suara soal masalah performa yang sempat jadi sorotan besar di Monster Hunter Wilds. Meski game tersebut sempat mengalami berbagai kendala teknis, Capcom mengatakan pengalaman itu justru akan membantu pengembangan game mereka di masa depan.
Selama ini RE Engine milik Capcom dikenal sangat solid untuk game yang lebih linear seperti Resident Evil Requiem yang bisa dimainkan di PC kentang sekalipun. Namun ketika digunakan untuk game open-world besar seperti Monster Hunter Wilds dan Dragon Dogma 2, engine tersebut ternyata menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama soal performa.
Hal ini disampaikan Capcom dalam sesi tanya jawab saat konferensi laporan keuangan Q3 FY2025. Dalam kesempatan itu, mereka juga menegaskan bahwa pasar PC kini menjadi semakin penting bagi perusahaan. Saat ini sekitar 50% penjualan unit game Capcom berasal dari PC, dan angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat.
Karena itu, Capcom berencana memperkuat framework pengembangan game di PC. Menurut mereka, pengalaman teknis yang didapat saat mengatasi kompleksitas program dan masalah performa di Monster Hunter Wilds akan digunakan sebagai bekal untuk pengembangan game berikutnya.
Memperbaiki performa game tersebut memang bukan pekerjaan cepat. Capcom membutuhkan sekitar satu tahun patch dan berbagai update untuk benar-benar mengoiptimalkan performanya. Patch terbaru yang dirilis bulan lalu bahkan berhasil mengurangi beban CPU dan GPU sekaligus menambahkan konten baru ke dalam game.
Sekarang situasinya mulai membaik. Review Monster Hunter Wilds di Steam juga mulai kembali positif dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa pemain perlahan mulai kembali, seperti yang sebelumnya diharapkan oleh produser Yuya Tokuda sejak tahun lalu.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post