gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[AFASG25] Wawancara Eksklusif dengan Shoji Kawamori – Kreator Macross, Dari Robot Raksasa ke Smartphone

Taufik by Taufik
December 9, 2025
in Anime, Film, Pop Culture, Wawancara
0
Di AFA Singapore 2025, Shoji Kawamori datang dengan energi yang santai tapi tetap penuh insight seperti biasa untuk membawa informasi menarik.

Di AFA Singapore 2025, Shoji Kawamori datang dengan energi yang santai tapi tetap penuh insight seperti biasa untuk membawa informasi menarik.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Di AFA Singapore 2025, Shoji Kawamori datang dengan energi yang santai tapi tetap penuh insight seperti biasa untuk membawa informasi menarik. Kreator Macross, Aquarion, dan puluhan desain mecha legendaris ini hadir membawa proyek terbarunya, “Labyrinth”, sebuah anime movie yang jauh lebih ringan dibanding karya sci-fi keras yang selama ini identik dengannya.

Kami mendapatkan kesempatan wawancara eksklusif dengan Shoji Kawamori dan berbincang kalau dirinya punya cara pandang unik soal teknologi, dunia modern, dan bagaimana medium anime terus berkembang. Mari simak artikelnya!

Credit: Abnormal Studios Sdn. Bhd.

Dari Robot Raksasa ke Smartphone Kecil: Perspektif yang Berubah

Walau Labyrinth terasa jauh lebih lembut dibanding Macross atau Aquarion, proses kreatif di baliknya ternyata sama kompleksnya. Kawamori cerita kalau perbedaan paling besar justru datang dari alat yang dipakai karakter utama. Dalam Macross, fondasinya jelas, yaitu robot raksasa bertarung di luar angkasa. Tapi di Labyrinth, justru ada satu benda kecil yang jadi pusat cerita: smartphone.

Kawamori sampai bilang sambil mikir panjang, “Smartphone itu kelihatannya kecil, tapi kemampuannya memperluas komunikasi manusia itu gila besar.” Menurutnya, kekuatan satu kata di sosial media bisa menembus jarak dan memengaruhi orang yang bahkan tidak pernah kita temui. Ia menggambarkan smartphone sebagai alat yang efeknya kadang bisa lebih kuat dari robot raksasa.

Credit: Abnormal Studios Sdn. Bhd.

Yang menarik, cerita Labyrinth sendiri tetap dimulai dari sesuatu yang super dekat dengan kehidupan kita, yaitu seorang siswi SMA yang tanpa sengaja masuk ke dunia labirin di dalam ponselnya. Kawamori pengen pintu masuk ceritanya terasa familiar, ringan, dan relatable, supaya begitu masuk ke elemen fantasi dan sci-fi, penonton sudah terikat secara emosional.

3D, Hand-Drawn, dan Keseimbangan yang Selalu Dicari di Mecha

Shoji Kawamori
Credit: Abnormal Studios Sdn. Bhd.

Perubahan anime dari era hand-drawn ke era 3D juga jadi topik yang bikin Kawamori banyak bernapas panjang sambil mengingat masa lalu. Ia cerita kalau menggambar mecha itu luar biasa makan waktu. Saat Macross pertama sampai Macross Plus, industri udah berada di titik batas di mana para artis nggak bisa lagi hidup layak kalau semua tetap digambar manual.

Credit: Abnormal Studios Sdn. Bhd.

Karena itu, penggunaan CG bukan sekadar gaya, tetapi strategi agar tenaga kreatif bisa dialihkan ke hal lain. “Dengan mecha yang didigitalkan, kita bisa punya lebih banyak adegan karakter bernyanyi,” katanya, merujuk pada DNA Macross yang selalu menggabungkan musik dan perang. Adegan bernyanyi pun sama sulitnya, jadi memakai 3D untuk mecha memberi ruang produksi yang lebih seimbang.

Walaupun begitu, kecintaan Kawamori pada animasi tangan tetap besar. Ia cerita kalau ia masih sering menggambar manual, terutama ketika ingin memberikan efek deformasi atau impact. Buatnya, keseimbangan ideal adalah perpaduan keduanya, bukan salah satu menggantikan yang lain.

Mendesain Mecha untuk Game vs Anime: Dua Dunia yang Sangat Berbeda

Shoji Kawamori
Credit: Anime Festival Asia Singapore 2025 / SOZO

Kawamori yang pernah mengisi dunia Armored Core dan bahkan Devil Breakers di Devil May Cry 5 menjelaskan kalau desain mecha di anime dan game itu beda banget. Di anime, mecha kebanyakan ditampilkan dari depan supaya kelihatan heroik. Tapi di game, terutama Armored Core, pemain menghabiskan hampir semua waktu memandang punggung mechanya.

Shoji Kawamori
Credit: Anime Festival Asia Singapore 2025 / SOZO

“Itu kenapa punggung harus keren, bukan cuma keren tapi juga langsung ketahuan itu karakter siapa hanya dari belakang,” jelasnya. Selain itu, mecha game boleh dibuat lebih kompleks karena pemain melihatnya berjam-jam. Sementara di anime, screentime mecha sebenarnya sangat singkat, jadi desainnya harus punya kepribadian kuat supaya langsung nempel di kepala.

Bagi Kawamori, inti tantangannya selalu sama: bagaimana membuat bentuk yang fungsional, khas, dan tetap punya karakter kuat dalam medium masing-masing.

Labyrinth, Dunia SNS, dan Rasa Terasing di Era Modern

Shoji Kawamori
Credit: Anime Festival Asia Singapore 2025 / SOZO

Salah satu bahasan paling menarik datang saat Kawamori menjelaskan tema SNS dalam Labyrinth. Ia awalnya cuma terpikir membuat cerita gadis yang masuk ke ponsel retaknya. Tapi tanpa tema besar, itu cuma jadi gimmick. Ia lalu menyadari betapa besar peran sosial media dalam hidup manusia modern.

“Saat kecil, kalau aku salah, ya yang marah cuma orang sekitar. Sekarang kalau salah sedikit, bisa dihajar orang dari sisi dunia lain,” katanya sambil tertawa kecil tapi nada reflektifnya jelas. Menurutnya, standar untuk berani mencoba hal baru jadi jauh lebih tinggi di era sekarang.

Credit: Anime Festival Asia Singapore 2025 / SOZO

Kawamori bahkan menyamakan dunia modern sebagai isekai versi nyata, karena perubahannya begitu besar sampai rasanya seperti hidup di dunia lain dibanding masa kecilnya.

Di sisi sci-fi, Labyrinth hadir dengan konsep XG, sistem bikinan karakter Suguru yang bisa menghubungkan otak langsung ke smartphone. Imaji dan pikiran orang lain bisa masuk ke kepala, sampai sulit membedakan mana ide sendiri dan mana pengaruh luar. Buat Kawamori, inilah inti sci-fi Labyrinth yang paling penting: sebuah dunia di mana batas identitas semakin kabur.

Pesan yang Ingin Dibawa Kawamori Lewat Labyrinth

Shoji Kawamori
Credit: Anime Festival Asia Singapore 2025 / SOZO

Walau temanya berat, Kawamori nggak ingin Labyrinth terasa muram. “Ini tetap hiburan,” katanya. Ada musik, energi, dan aksi mecha yang dinamis. Cerita gadis yang patah hati karena komentar SNS dibuat agar bisa dinikmati siapa saja tanpa terasa depresif.

Tapi tentu ada pesan halus yang ingin ia titipkan. Kawamori berharap penonton bisa merenung sedikit setelah menontonnya. Pertanyaan sederhana seperti “Siapa diri kita sebenarnya?” atau “Arah hidup apa yang ingin diambil?” adalah hal yang ingin ia bangkitkan, walau hanya sekilas.

“Kalau film ini bisa jadi sedikit petunjuk untuk menemukan arah, itu sudah bikin aku senang,” tuturnya sambil tersenyum.

Dengan pengalaman panjang dan cara pandang yang selalu futuristik, Shoji Kawamori kembali membuktikan bahwa ia bukan hanya kreator mecha, tetapi juga pengamat tajam perubahan zaman. Labyrinth bukan cuma film baru, tapi refleksi tentang bagaimana manusia hidup di antara teknologi yang makin tak terpisahkan dari diri kita sendiri.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: AFA SG 25AFA Singapore 2025AnimeFilmLabyrinthMacrossShoji Kawamori
ShareTweetShare
Previous Post

Konami Bikin Kartu Yu-Gi-Oh! Satu-satunya di Dunia Sebagai Hadiah Pernikahan

Next Post

[AFASG25] Wawancara Eksklusif dengan Sakurazaka46 – Kreativitas, Tantangan, dan Fans Global

Related Posts

Simak review kami untuk Cyberpunk Edgerunners 2 yang kembali hadir sebagai tontonan brutal, penuh aksi, dan cerita emosional yang kuat
Anime

Review Cyberpunk Edgerunners 2 – Sekuel Brutal dan Emosional yang Pantas!

Street Fighter Movie dibuka dengan sebuah animasi yang membawa kita melihat kembali sejarah awal franchise ini.
Film

Review Street Fighter Movie – Ada Komedi, Aksi Brutal, dan Banyak Fanservice

October 15, 2026
Cyberpunk 2077 resmi bakal diangkat jadi film live-action. Menurut laporan Deadline, Paramount Pictures yang ngerjain
Berita

Film Live-Action Cyberpunk 2077 Mulai Dikerjakan, Digarap Paramount

October 9, 2026
Adaptasi anime Ghost of Tsushima: Legends ditunda penayangannya dari jadwal sebelumnya yang direncanakan pada 2027 ke 2028
Anime

Anime Ghost of Tsushima: Legends Ditunda Penayangannya ke 2028

October 9, 2026
Di Tokyo Game Show 2026, kami mendapat kesempatan interview dengan Yuya Tomiyama selaku Main Producer dan Yoshiyuki Serizawa selaku Director.
Konsol

Wawancara Gundam Rogue Orbit dengan Yoshiyuki Serizawa dan Yuya Tomiyama – Bawa Cerita 20 Jam dan Kebebasan Racik Build!

October 6, 2026
Salah satunya adalah Dhanesh Wigneswaran asal Malaysia, finalis Manufacturers Series tahun ini yang turun membela Volkswagen.
Event

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Dhanesh Wigneswaran yang Bawa Nama Asia Tenggara di Gran Turismo World Series

October 6, 2026
Next Post
Dalam sesi interview eksklusif ini dengan Sakurazaka46, mereka bercerita tentang proses kreatif, tantangan selama perjalanan berkarir.

[AFASG25] Wawancara Eksklusif dengan Sakurazaka46 - Kreativitas, Tantangan, dan Fans Global

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd