Pada ajang Tokyo Game Show 2025, Borderlands 4 bukan lagi hadir untuk berkenalan melainkan untuk membuktikan dirinya. Dengan game yang sudah dirilis dan memiliki tingkat keterlibatan pemain yang tinggi, Gearbox memanfaatkan panggung ini untuk menyoroti apa yang akan datang selanjutnya. Sorotan utamanya muncul saat kami ngobrol langsung dengan pendiri Gearbox, Randy Pitchford, tentang desain gamenya, filosofi komunitas, trik kartu sulap yang ia peragakan, dan juga memperkenalkan C4SH Vault Hunter terbaru yang ikut meramaikan. Pitchford juga merefleksikan perjalanan enam tahunnya yang membentuk apa yang ia yakini sebagai Borderlands terbaik sejauh ini.
Si Robot Dealer Kasino C4SH

Untuk pertama kalinya sejak Borderlands: The Pre-Sequel, Gearbox menambahkan karakter baru yang bisa dimainkan setelah peluncuran. Karakter tersebut adalah C4SH, seorang dealer kasino robotik dengan CPU yang diprogram untuk berpikir soal probabilitas, keberuntungan, dan judi.
“Pikiran robot ini memang dirancang untuk memikirkan peluang dan keberuntungan,” jelas Randy Pitchford, bos Gearbox, dalam wawancara kami. “Beberapa kemampuan C4SH hasilnya acak, seperti lemparan dadu atau kartu. Kadang kamu bakal dapat jackpot dan kuat banget, tapi kadang juga rungkad, justru di situlah letak keseruannya.”
Pitchford, yang dikenal punya hobi sulap, bahkan sempat memamerkan trik kartu saat wawancara berlangsung. Gerakan sulap itu kemudian menginspirasi animasi C4SH di dalam game, termasuk trik kartu dan lemparan yang bisa dilihat pemain langsung dari sudut pandang first-person.
“Dengan hadirnya karakter baru, rasanya seperti balik main Borderlands 4 dari awal lagi,” kata Pitchford. “Replayability adalah kunci daya tarik Borderlands, dan C4SH memberikan sudut baru untuk pengalaman itu.”
Membuat Versi Borderlands Paling Bagus

Setelah bertahun-tahun bereksperimen lewat sekuel maupun spin-off, Gearbox akhirnya menemukan formula yang membuat Borderlands benar-benar bersinar. Pitchford mengakui bahwa meski game-game sebelumnya sempat mencoba banyak arah berbeda, pengalaman itu justru membantu tim menyempurnakan pendekatan mereka.
“Kami sudah membuat banyak game Borderlands dan mencoba berbagai hal. Itu memberi kami keuntungan untuk menjadikan Borderlands 4 sebagai yang terbaik dalam seri ini,” ujar Pitchford.
Nampaknya data statistik internal mendukung klaim hal itu. Menurut Pitchford, Borderlands 4 mencatat pemain tertinggi sepanjang sejarah franchise. Lebih banyak pemain yang kembali untuk sesi kedua, ketiga, bahkan lebih lama dibanding seri sebelumnya.
“Itu bukti terbesar kalau kami berhasil,” tambahnya. “Rasanya luar biasa melihat orang-orang menikmati dan ingin terus menghabiskan waktu di dalam gamenya.”
Yang Lemah Harus Dibuff, Biar Makin Gila!

Salah satu aspek menonjol pasca-rilis Gearbox adalah balancingnya yang lebih ramah pemain. Dibanding melakukan nerf senjata atau skill/ability, studio ini memilih opsi yang jarang digunakan, yaitu menjaga sensasi overpower sekaligus mendorong pemain untuk bereksperimen.
“Kami mau para pemain merasa seperti dewa dan benar-benar berkuasa,” tegas Pitchford. “Nggak asik kalau mereka justru dinerf kekuatannya. Jadi, daripada nerf build yang kuat, kami membuff yang lemah. Dengan begitu, pemain tetap bisa merasakan pengalaman ‘godlike’, tapi juga terdorong untuk mencoba hal baru.”
Hal ini juga diterapkan ke musuh di dalam gamenya. Gearbox bisa menyesuaikan bos tertentu tanpa harus mengubah keseluruhan game, menciptakan tantangan spesifik yang memberi variasi tanpa merusak sensasi power fantasy khas Borderlands.
Vex Jadi Favorit Pemain, Rafa Mulai Mengejar

Saat ditanya soal Vault Hunter mana yang paling populer di Borderlands 4, Pitchford mengungkap bahwa Vex lah yang saat ini menjadi karakter favorit pemain. Namun menariknya, Rafa mulai naik daun berkat para komunitas dan reward kosmetik yang mendorong keberagaman, padahal awalnya ia jadi karakter paling jarang dipilih.
“Preferensi pemain bisa berubah seiring waktu,” jelas Pitchford. “Apa yang awalnya dipilih karena tampang atau sifat karakternya, lama-lama dipilih karena gameplay. Setiap Vault Hunter punya gaya main yang sangat berbeda, rasanya seperti memainkan game baru setiap kali mencoba karakter lain.”
Borderlands Kian Meluas

Dengan hadirnya komik, spin-off, film, hingga buku resep resmi, brand Borderlands kini telah berkembang jauh melampaui akar utamanya sebagai looter-shooter. Pitchford menyambut semua ekspansi ini dengan antusias, menyebutnya sebagai cara menjaga dunia Borderlands tetap hidup dengan cara-cara yang tak terduga.
“Akulebih memilih hidup di dunia di mana lebih banyak hal bisa terwujud daripada tidak.” ujar Pitchford. “Baik itu kolaborasi dengan Zayn Malik atau film bersama Lionsgate, setiap proyek memberi penggemar jalan baru untuk terhubung dengan dunia Borderlands.”
Enam Tahun Perjalanan untuk Borderlands 4
Salah satu pengakuan paling mengejutkan datang ketika Pitchford merenungkan betapa besar bagian kariernya yang tercurah untuk Borderlands 4.
“Kami sudah mengerjakan game ini selama enam tahun,” katanya. “Itu setara dengan 20% dari seluruh karier saya hanya untuk satu video game. Itu sungguh mengharukan. Kami ingin memberikan sesuatu yang pantas untuk para penggemar lama, tapi juga bisa dinikmati pemain baru tanpa harus tahu cerita sebelumnya. Saya rasa kami berhasil melakukannya.”
Bagi Pitchford, hadiah terbesar adalah melihat pemain lama maupun baru terjun ke dalam kekacauan di dunia Kairos, menembak sana-sini, dan menemukan kesenangan dalam kegilaan khas Borderlands.
“Kami hanya ada untuk para pemain,” tutupnya. “Untuk menciptakan kebahagiaan, kejutan, dan rasa senang. Terima kasih sudah memberi kami kesempatan melakukan itu.”
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post