Dari antara para peserta tahun ini yang berpartisipasi di ajang kompetisi Pokémon World Championships, Brendan Gan Pee Wei Jun yang merupakan pemain Divisi Masters dari Hobby Lords Setia Alam lumayan jadi sorotan menarik. Ini karena dia jadi perwakilan Asia Tenggara dari Malaysia yang menempati peringkat ke-30 secara keseluruhan.
Tim kami telah kami berkesempatan berbincang dengan Brendan selama turnamen untuk membahas perjalanannya di Worlds, deck yang dia pilih untuk digunakan, serta arti dari hasil ini bagi komunitas Pokémon TCG Malaysia.
Perjalanan Dari Eropa Menuju Worlds
Brendan telah bermain secara kompetitif selama sekitar dua tahun. Sebelum tiba di Worlds, dia sudah menunjukkan hasil yang kuat di panggung internasional, dengan menempati peringkat ke-17 di European International Championships. Dalam ajang Worlds, dia kembali menunjukkan performa tersebut dengan mengamankan peringkat ke-30 di Divisi Masters, sebuah hasil yang menempatkannya di antara pemain Malaysia dengan peringkat tertinggi di ajang tersebut.

Brendan menyebut kalau teman-temannya mengatakan kepadanya kalau hasil ini mungkin merupakan salah satu pencapaian terbaik yang pernah diraih pemain Malaysia di Worlds dalam beberapa tahun terakhir, meskipun dia tetap rendah hati mengenai hal tersebut dan memilih untuk lebih berfokus pada arti pencapaian ini bagi komunitas secara lebih luas daripada pencapaiannya sendiri.
“Sejauh yang saya tahu, teman-teman saya mengatakan kalau ini adalah salah satu peringkat tertinggi yang pernah diraih pemain Malaysia di Worlds dalam beberapa tahun terakhir.”
Untuk turnamen ini, Brendan berkompetisi menggunakan Toxtricity Box, salah satu deck baru yang mulai populer tahun ini. Dia menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk beralih. “Saya menggunakan Toxtricity Box. Ini adalah salah satu deck baru yang muncul tahun ini,” ujar Brendan.

“Deck saya sebelumnya adalah Gardevoir ex, tetapi deck tersebut terdampak oleh rotasi, jadi saya harus beralih ke sesuatu yang lain. Toxtricity Box memiliki gaya bermain yang kurang lebih mirip dengan yang sudah biasa saya gunakan ketika memakai Gardevoir ex, jadi saya memutuskan untuk menggunakannya.”
Menghadapi Tekanan
Berkompetisi di Worlds memiliki tantangannya sendiri, dan bagi Brendan, sisi mental dari permainan justru terbukti lebih sulit dibandingkan dampak fisik dari perjalanan. “Memang ada sedikit rasa lelah dan jet lag, tetapi saya rasa tantangan terbesar sejauh ini sebagian besar adalah tekanan,” ujarnya.
“Taruhannya sangat tinggi, jadi setiap pertandingan terasa seperti harus dimenangkan. Jika kami bermain dalam format best-of-three dan, misalnya, saya kalah di Game 1, saya bisa langsung mulai merasakan tekanan tersebut.”
Ketika ditanya bagaimana pemain baru bisa menghadapi kekalahan tanpa kehilangan motivasi, Brendan menunjuk pola pikir sebagai faktor kunci, berdasarkan pengalamannya sebelumnya dalam kompetisi Dota 2. “Saya rasa sebagian besar memang bergantung pada mentalitas. Ketika saya masih lebih muda, saya pernah mencoba bermain Dota 2 secara kompetitif, jadi saya rasa pengalaman itu membantu saya membangun ketahanan dan pengalaman tertentu dalam menghadapi tekanan,” jelasnya.
“Bagi pemain baru, mereka mungkin memang belum terbiasa dengan pertandingan bertekanan tinggi, sehingga tekanan sekecil apa pun bisa membuat mereka kehilangan kendali. Pada akhirnya, menurut saya semuanya bergantung pada mentalitas kalian dan bagaimana kalian mempersiapkan diri untuk menghadapi kekalahan.”
Dia menambahkan kalau menjaga ketenangan juga berlaku ketika menang, bukan hanya ketika kalah. “Bahkan ketika menang, saya tetap berpikir kalau sangat penting untuk tetap tenang dan terkendali serta mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya. Kalian tidak boleh membiarkan kemenangan maupun kekalahan memengaruhi kalian secara emosional terlalu besar. Bagi saya, bagian besar dari permainan kompetitif hanyalah belajar bagaimana mengendalikan emosi.”
Pesan untuk Komunitas Malaysia
Mengingat posisinya sebagai salah satu pemain Malaysia dengan peringkat tertinggi di Worlds tahun ini, Brendan ditanya apakah dia memiliki pesan untuk komunitas Pokémon TCG lokal. Jawabannya berfokus pada kepercayaan diri dan pola pikir ketika menghadapi kompetisi internasional. “Saya rasa ini membuktikan kalau kita mampu bersaing di panggung dunia dan dalam ajang-ajang internasional,” katanya.
“Saya rasa kita tidak seharusnya selalu melihat pemain profesional dari luar negeri dan langsung berasumsi, ‘Kita tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka.’ Terkadang pemain Malaysia dipertemukan dengan pemain internasional yang terkenal dan langsung merasa sangat tertekan. Mereka memasuki pertandingan dengan sudah berpikir kalau mereka akan kalah. Saya rasa itu bukan mentalitas yang tepat jika kalian ingin menjadi seorang pemenang.”
Dia melanjutkan, “Saya rasa kita sebenarnya memiliki kemampuan yang diperlukan. Yang perlu kita ubah adalah pola pikir kalau pemain Barat selalu lebih baik daripada kita, atau pemain Jepang selalu lebih baik daripada kita. Begitu kalian duduk di meja, semua orang setara. Apa yang terpenting adalah apakah kalian cukup terampil, dan terkadang apakah kalian cukup beruntung, untuk memenangkan pertandingan.”

Scene Pokémon TCG di Malaysia telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak pemain yang mengikuti turnamen. Ketika ditanya apakah pertumbuhan jumlah pemain ini juga meningkatkan tingkat kemampuan secara keseluruhan, Brendan memberikan pandangan yang cukup terukur. “Saya rasa kuantitas tidak selalu berkorelasi dengan kualitas,” katanya.
“Sebagai contoh, jika sebuah League tertentu tiba-tiba mendapatkan 1.000 pemain baru, bukan berarti kalian tiba-tiba memiliki 1.000 pemain kompetitif yang kuat. Meski begitu, memiliki lebih banyak pemain tetap bisa membantu. Kalian mungkin mendapatkan orang-orang yang memang secara alami berbakat dalam permainan kartu, atau pemain yang berasal dari permainan kartu lain dan sudah memiliki pengalaman yang relevan. Mereka mungkin bisa memahami Pokémon TCG dengan relatif cepat dan mulai meraih hasil yang bagus. Tapi menurut saya, untuk benar-benar menjadi lebih baik di tingkat kompetitif membutuhkan jauh lebih banyak waktu daripada sekadar memainkan lebih banyak pertandingan.”
Apa Kartu Favoritnya?
Sebagai penutup wawancara, Brendan ditanya mengenai kartu favoritnya, dan jawabannya kembali mengarah pada deck yang membantu membentuk perjalanan kompetitifnya.
“Saya sangat menyukai Frillish. Saya sering menggunakannya dalam deck Gardevoir ex saya sebelumnya, jadi kartu tersebut menjadi salah satu kartu favorit saya.”

Pencapaian Brendan Gan di peringkat ke-30 pada Pokémon World Championships 2026 menjadi hasil yang kuat bagi Malaysia di panggung global, menyusul hasil peringkat ke-17 yang sebelumnya dia raih di European International Championships. Perjalanannya, bersama pandangannya mengenai mentalitas dan kompetisi, memberikan gambaran mengenai apa yang dibutuhkan untuk berkompetisi di level tertinggi Pokémon Trading Card Game.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post