Hari ini menandai peluncuran resmi Fatal Fury: City of the Wolves Season 2, sebuah pembaruan besar yang siap mengubah peta persaingan dalam game ini.
Untuk merayakannya, kami berbincang langsung dengan produser Shinya Tamaki dan sutradara Hayato Konya guna membahas bagaimana mereka memilih deretan petarung baru. Mulai dari hadirnya ahli Taekwondo Kim Jae Hoon sebagai karakter DLC pertama, tantangan memodernisasi karakter ikonik seperti Geese Howard dan Wolfgang Krauser, hingga penyesuaian keseimbangan yang memengaruhi meta permainan.

Memilih Lineup Season 2 dan Identitas Karakter
Proses pemilihan karakter untuk Season 2 sangat dipengaruhi oleh masukan komunitas sejak game ini pertama dirilis. Saat membahas Kim Jae Hoon, karakter yang sudah lama tidak bisa dimainkan, Konya menjelaskan kalau tim mereka terus memantau “topik yang paling ramai dibicarakan sejak Season 1.”
Para pengembang menyadari banyak pemain menginginkan karakter yang berasal dari Garou: Mark of the Wolves. Menanggapi permintaan tersebut, tim memutuskan untuk memprioritaskan karakter favorit penggemar.
“Kami merasa cara terbaik membuka Season 2 adalah dengan karakter dari MotW, itulah mengapa dia menjadi yang pertama hadir,” jelas Konya.
Namun, menambah roster juga membawa tantangan teknis dan desain, terutama untuk veteran seperti Geese Howard dan Blue Mary. Menurut Konya, keduanya merupakan karakter paling menantang untuk diadaptasi.

Kehadiran mereka yang konsisten di The King of Fighters XIV dan XV telah membentuk citra tertentu di benak pemain yang cukup berbeda dari versi asli mereka di Fatal Fury.
Tim harus berhati-hati agar bisa membawa mereka kembali ke City of the Wolves tanpa mengecewakan pemain yang sudah terbiasa dengan versi modernnya.
“Kami harus memikirkan moveset mereka dengan sangat cermat agar terasa hidup sebagai karakter Fatal Fury: CotW,” kata Konya.
Tujuannya adalah menghilangkan lapisan gaya “KOF” dan mengembalikan identitas Fatal Fury mereka, tanpa merusak citra yang sudah melekat pada karakter tersebut.
Cara Memperbarui Konsep Karakter
Memodernisasi tampilan karakter klasik yang belum pernah muncul di game modern membutuhkan proses kreatif yang terstruktur.
Saat ditanya bagaimana tim mempertahankan siluet ikonik sambil memperbarui visualnya, Konya menjelaskan kalau mereka memulai dengan “mengumpulkan berbagai kata kunci” untuk menentukan arah artistik.

Mengambil Hokutomaru sebagai contoh, tim menyaring karakter ke elemen penting seperti “syal”, “ninja”, atau “Shiranui”.
Kata kunci ini menjadi fondasi pembuatan concept art, sehingga meskipun karakter dikembangkan dengan teknologi grafis generasi baru, identitas visual utamanya tetap terjaga dan mudah dikenali.
Kaitan Krauser dengan Karakter Lain
Kembalinya Wolfgang Krauser, final boss legendaris dari Fatal Fury 2, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sosok ancaman besar ini cocok dengan narasi saat ini.
Tanpa membocorkan cerita, Konya menegaskan kalau Krauser tidak hadir sendirian, karena keberadaannya sangat terhubung dengan karakter lain.

“Dia masih punya hubungan kuat dengan karakter Fatal Fury,” ungkap Konya, khususnya dengan Terry Bogard yang pernah mengalahkannya, serta hubungan darahnya dengan Rock Howard, putra Geese.
Tim pengembang memasukkan Krauser dengan mempertimbangkan jaringan relasi ini, termasuk memikirkan “siapa yang akan ia hadapi di South Town” untuk menentukan posisinya di roster modern.
Perubahan Meta dan Update Balancing
Soal “penyesuaian balancing seluruh roster” di Season 2, tim tidak sekedar mengubah angka damage. Konya menjelaskan kalau meskipun melakukan buff atau nerf itu mudah, kebutuhan Season 2 jauh lebih kompleks.
Tujuannya bukan hanya menyeimbangkan statistik, tetapi meningkatkan pengalaman bermain dari setiap karakter.
Penyesuaian dilakukan agar setiap petarung terasa lebih enak digunakan dan lebih bermakna dalam gameplay, sehingga update ini bukan sekadar perbaikan angka, melainkan benar-benar memperkaya cara bermain.
Jika tertarik memainkan gamenya, Fatal Fury: City of the Wolves saat ini telah tersedia di PlayStation 5, Xbox Series, PlayStation 4, serta PC melalui Steam dan Epic Games Store.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post