Setelah cukup lama sejak perilisan Mega Man 11, Capcom akhirnya kembali melanjutkan seri klasiknya lewat Mega Man: Dual Override. Game ini bukan cuma membawa kembali gameplay platformer khas Mega Man, tetapi juga menawarkan beberapa fitur baru yang bikin pemain punya lebih banyak kebebasan dalam menentukan cara bermain, termasuk kehadiran Proto Man sebagai karakter playable dan sistem Custom Chip.
Dalam kesempatan interview eksklusif di gamescom asia x Thailand Game Show 2026, kami berkesempatan ngobrol dengan tiga sosok di balik pengembangan Mega Man: Dual Override untuk membahas berbagai fitur barunya, bagaimana mereka menjaga keseimbangan gameplay, sampai proses mengubah desain boss buatan fans menjadi karakter 3D yang bisa dilawan langsung di dalam game.
Ketiga narasumber tersebut adalah:
-
Shingo Izumi, Series Producer of Mega Man
-
Shinya Ikuta, Director of Mega Man: Dual Override
-
Hiroyuki Minamitani, Producer of Mega Man: Dual Override
Proto Man Bukan Sekadar Karakter Alternatif, Punya Strategi Bermain yang Berbeda
Salah satu hal yang cukup menarik dari Mega Man: Dual Override adalah kehadiran Proto Man sebagai karakter playable. Mengingat sudah cukup lama sejak Mega Man 11 dirilis, kami penasaran perubahan apa saja yang dibawa Capcom berdasarkan masukan para fans selama ini. Ternyata, salah satu permintaan terbesar yang akhirnya diwujudkan adalah memberikan kesempatan kepada pemain untuk menggunakan Proto Man, tetapi bukan sekadar mengganti karakter utama dengan tampilan dan kemampuan yang sedikit berbeda.
Tim developer menjelaskan kalau mereka memang ingin membuat Proto Man terasa berbeda saat dimainkan. Menariknya, Proto Man ternyata bukan dirancang sebagai karakter dengan tingkat kesulitan lebih tinggi hanya karena menerima damage lebih besar. Jumlah damage yang diterimanya justru sama persis dengan Mega Man. Perbedaan utamanya terletak pada bagaimana pemain harus memanfaatkan kemampuan karakter tersebut untuk menghadapi musuh dan menyelesaikan berbagai stage yang tersedia.
“Proto Man bukan sekadar karakter yang menerima damage lebih besar dari Mega Man. Kami ingin pemain bisa menikmati cara menyelesaikan stage dengan strategi yang benar-benar berbeda ketika menggunakan Proto Man,” ujar tim developer Mega Man: Dual Override.

Dengan pendekatan seperti ini, pemain nantinya punya alasan untuk mencoba menyelesaikan stage menggunakan karakter yang berbeda. Strategi yang biasanya efektif ketika memakai Mega Man belum tentu menjadi pilihan terbaik ketika menggunakan Proto Man. Tim developer sendiri merasa kalau kehadiran Proto Man dengan pendekatan gameplay seperti ini bakal menjadi salah satu fitur yang paling disukai oleh para fans, terutama mereka yang sudah lama mengikuti seri Mega Man.
Menariknya, respon yang mereka terima dari berbagai sesi hands-on sejauh ini juga cukup positif. Sejak game ini dipamerkan melalui event seperti Tokyo Game Show dan berbagai kesempatan demo untuk media maupun pemain, tim developer mengaku lebih banyak mendengar komentar dari orang-orang yang antusias menantikan gamenya dibandingkan kritik negatif. Selain kesempatan untuk bermain sebagai Mega Man dan Proto Man, kembalinya sejumlah karakter boss lama juga menjadi salah satu hal yang mendapat sambutan positif dari komunitas.
Meski begitu, Capcom tentunya masih punya berbagai hal yang belum diperlihatkan. Tim developer mengatakan kalau mereka bakal terus membagikan informasi baru mengenai Mega Man: Dual Override, terutama berbagai hal menarik yang diharapkan bisa membuat para fans semakin antusias menjelang perilisan gamenya.

Custom Chip Bisa Dikombinasikan Sesuka Hati, Tapi Tidak Sampai Bikin Game Terlalu Gampang
Selain karakter playable yang berbeda, Mega Man: Dual Override juga menghadirkan sistem Custom Chip yang memberikan lebih banyak pilihan dalam menyesuaikan gaya bermain. Saat mencoba demo gamenya, kami menemukan beberapa Custom Chip dengan kemampuan yang cukup kuat, seperti memungkinkan karakter melayang di udara atau melakukan dash untuk bergerak dengan lebih leluasa sambil menghindari damage. Dari sini muncul pertanyaan menarik, apakah pemain nantinya bisa membuat kombinasi Custom Chip yang terlalu kuat sampai membuat tantangan di dalam game menjadi sangat gampang?
Menurut tim developer, pemain memang diperbolehkan menggunakan beberapa Custom Chip sekaligus. Sistem ini sengaja dirancang untuk memberikan kebebasan dalam bereksperimen dengan berbagai kombinasi kemampuan, sehingga setiap pemain bisa menemukan gaya bermain yang paling cocok. Mereka tidak ingin Custom Chip hanya menjadi peningkatan kemampuan biasa, tetapi juga sesuatu yang membuat pemain harus memikirkan strategi ketika ingin menyelesaikan suatu stage.

Meski pemain bisa memasang beberapa chip sekaligus, bukan berarti mereka bebas membuat build yang sampai merusak keseimbangan game. Capcom sudah mempertimbangkan kekuatan dari berbagai kombinasi Custom Chip sejak awal pengembangannya. Tujuan utamanya bukan membuat karakter menjadi terlalu overpower, melainkan memberikan pilihan strategi yang berbeda untuk menghadapi tantangan tertentu.
“Kami tidak merancang Custom Chip sampai kombinasinya menjadi terlalu kuat dan mengganggu keseimbangan stage. Kami justru ingin pemain memikirkan kombinasi mana yang paling cocok untuk menyelesaikan setiap stage,” jelas tim developer.
Sebagai contoh, dalam demo yang kami coba, terdapat tiga setup Custom Chip yang bisa digunakan. Setup ketiga bahkan hampir seluruhnya menggunakan chip yang berhubungan dengan kemampuan dash. Kombinasi seperti ini tentunya bisa memberikan pengalaman bermain yang cukup berbeda, terutama buat pemain yang lebih suka bergerak cepat dan memanfaatkan mobilitas karakter untuk melewati berbagai rintangan. Namun, bukan berarti kombinasi tersebut otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua situasi.
Hal yang cukup melegakan adalah Capcom juga memastikan kalau semua stage tetap bisa diselesaikan menggunakan Mega Man dalam kondisi default, tanpa memasang Custom Chip sama sekali, bahkan tanpa menggunakan Special Weapons. Artinya, pemain yang lebih suka pengalaman Mega Man klasik tetap bisa menikmati tantangan seperti biasanya. Sementara itu, pemain yang ingin bereksperimen dengan berbagai kemampuan baru bisa memanfaatkan Custom Chip untuk menemukan cara bermain yang paling mereka sukai.

Desain Boss Buatan Fans Dibuat Jadi 3D, Capcom Berusaha Mempertahankan Detail Aslinya
Salah satu tradisi menarik dari seri Mega Man adalah Boss Design Contest, di mana para fans mendapatkan kesempatan untuk membuat desain boss mereka sendiri. Tradisi ini kembali menjadi perhatian dalam Mega Man: Dual Override, terutama karena mengubah sebuah ilustrasi 2D menjadi karakter 3D yang bisa bergerak dan bertarung tentunya bukan pekerjaan gampang. Kami pun penasaran bagaimana Capcom memastikan desain buatan fans tetap terasa seperti karya aslinya ketika sudah masuk ke dalam game.
Tim developer menjelaskan kalau hal paling penting dalam proses tersebut adalah memberikan penghormatan kepada karya asli dari orang yang membuat desain boss. Mereka ingin mempertahankan sebanyak mungkin elemen dari ilustrasi yang dikirimkan, termasuk skema warna, bentuk, dan berbagai detail kecil yang menjadi ciri khas karakter tersebut. Jadi, proses mengubah desain menjadi 3D bukan berarti tim developer bebas merombak tampilannya sesuai keinginan mereka.

Tantangan sebenarnya muncul ketika ada bagian karakter yang tidak terlihat dalam ilustrasi 2D. Sebagai contoh, desain yang dikirimkan mungkin hanya memperlihatkan karakter dari satu sudut tertentu, sementara model 3D membutuhkan bentuk yang lengkap dari berbagai sisi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, desainer internal Capcom harus menggunakan imajinasi mereka sendiri sambil tetap mempertimbangkan kepribadian dan karakteristik boss yang dibuat oleh fans.
“Hal terpenting bagi kami adalah menghormati ilustrasi asli dari pembuatnya. Kami ingin mempertahankan desain tersebut sebaik mungkin ketika mengubahnya menjadi 3D, sehingga orang yang mengirimkan desainnya bisa merasa senang dengan hasil akhirnya,” jelas tim developer Mega Man: Dual Override.
Dengan pendekatan tersebut, Capcom berharap setiap boss hasil kontes tetap mempertahankan identitas dari karya aslinya, meskipun ada beberapa bagian yang harus dikembangkan lebih lanjut agar cocok dengan kebutuhan game. Tujuannya bukan cuma membuat desain tersebut terlihat bagus dalam bentuk 3D, tetapi juga memastikan kreator aslinya bisa langsung mengenali hasil karyanya ketika melihat karakter tersebut bergerak dan muncul di dalam game.

Menariknya, proses animasi para boss juga mendapatkan perhatian khusus. Capcom mengungkapkan kalau seluruh karakter boss menggunakan motion capture untuk membuat gerakannya, bukan cuma boss yang berasal dari kontes desain fans. Jadi, penggunaan teknologi tersebut memang menjadi bagian dari proses pengembangan boss secara keseluruhan, bukan perlakuan khusus untuk karakter tertentu saja.
Tim developer tidak memberikan detail lebih jauh mengenai seperti apa animasi masing-masing boss nantinya, tetapi mereka berharap pemain menantikan hasil akhirnya. Dengan banyaknya perhatian yang diberikan pada desain dan animasi karakter, tentunya bakal menarik melihat bagaimana boss buatan fans bisa tampil sebagai musuh yang benar-benar hidup di dalam Mega Man: Dual Override, sekaligus bagaimana Capcom mengadaptasi karakter boss lainnya.
Mega Man: Dual Override akan dirilis pada tahun 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series, Switch, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id







![[GCAxTHGS26] Wawancara Persona 4 Revival Bareng Atlus – Bahas Soal Aika Nakamura, Ragam Perombakan Baru, hingga Musik!](https://cdn.gamerwk.com/2026/11/P4R-Gamescom-Asia-Interview-350x250.jpg)






Discussion about this post