Satu dekade telah berlalu sejak berakhirnya Assassination Classroom, dan Assassination Classroom: Our Time terasa seperti reuni yang sudah lama dinantikan bersama Kelas 3-E. Film ini mengajak penonton kembali ke dunia Kunugigaoka Junior High, di mana absurditas, komedi, dan momen-momen menyentuh kini terasa lebih dalam karena dibalut nostalgia. Apa yang dulu terasa seperti hari-hari sekolah biasa, kini berubah menjadi kenangan berharga.
Jika penasaran dengan kualitas yang ditawarkan, berikut ini kami sudah rangkum review lengkapnya tanpa spoiler.
Sebuah Kisah tentang “Pembunuhan” dan “Pertumbuhan”

Secara inti Assassination Classroom: Our Time tetap mempertahankan premis utama yang membuat seri ini begitu unik. Kelas 3-E, kelas dengan peringkat terendah di Kunugigaoka yang diberi tugas mustahil untuk membunuh wali kelas mereka sendiri yaitu Koro-sensei yang mengklaim dirinya sebagai “makhluk paling berbahaya di Bumi.”
Tapi daya tarik film ini bukan terletak pada misi pembunuhannya, melainkan pada proses pembelajarannya. Metode mengajar Koro-sensei yang tidak konvensional, penuh humor, dan sangat penuh empati membantu para muridnya menghadapi kelemahan, mengatasi masalah pribadi, dan menemukan potensi diri mereka. Jadi dibalik komedinya, cerita ini secara konsisten mengeksplorasi tema pertumbuhan, identitas diri, dan ikatan yang terbentuk dari perjuangan bersama.
Film “Reuni” yang Dibangun dari Kenangan

Berlatar 15 hari sebelum kelulusan, film ini berjalan dengan para siswa yang mengenang kembali masa-masa mereka bersama Koro-sensei. Strukturnya bersifat episodik, lebih menyerupai kumpulan cerita dibandingkan narasi sinematik yang linear. Fokusnya bukan pada alur besar, melainkan pada interaksi kecil yang bermakna.
Paruh Pertama: Momen Sehari-hari yang Penuh Makna

Paruh pertama film menangkap esensi dari seri aslinya melalui serangkaian cerita pendek yang terasa dekat dan relevan. Mulai dari keisengan bersama Koro-sensei, membantu teman yang mengalami perundungan, hingga berdiri membela yang lemah, semua ini disajikan dengan pendekatan yang sederhana namun efektif.
Momen-momen ini mungkin terlihat biasa di permukaan, tetapi justru di situlah kekuatannya. Suasana kelas yang penuh canda, tawa, dan kebersamaan berhasil dihidupkan kembali dengan sangat meyakinkan, menghadirkan kembali rasa masa muda yang hangat dan familiar.
Paruh Kedua: Side Story Para Assassin

Memasuki paruh kedua, film beralih ke cerita yang lebih panjang yang berlatar saat liburan musim dingin Koro-sensei, melibatkan empat assassin. Meski tetap menghibur, bagian ini terasa sedikit terpisah dari kehidupan sehari-hari Kelas 3-E. Sebagai film peringatan sepuluh tahun, fokus yang lebih besar pada dunia assassin dibanding interaksi para siswa membuat keseimbangan emosionalnya terasa sedikit bergeser dari yang mungkin diharapkan para fans.
Fokus Karakter

Film ini menggunakan pendekatan ensemble, memberikan hampir semua anggota Kelas 3-E kesempatan untuk bersinar. Namun, karakter inti seperti Nagisa Shiota, Karma Akabane, dan Kaede Kayano, meskipun terus hadir, tidak mendapatkan pengembangan cerita yang mendalam.
Ditambah dengan penggunaan flashback yang cukup dominan, interaksi langsung dengan Koro-sensei dalam waktu nyata menjadi terbatas. Hal ini sedikit mengurangi kekuatan perkembangan emosional, terutama bagi karakter-karakter utama tersebut.
Kualitas Produksi

Assassination Classroom: Our Time mempertahankan standar produksi yang tinggi. Animasi tetap konsisten dengan seri aslinya, musik mendukung suasana emosional dengan baik, dan pengisi suara tampil solid seperti yang diharapkan. Keseluruhan pengalaman terasa sangat familiar, jadi ini benar-benar seperti “Assassination Classroom yang kita ingat.” Untuk sebuah proyek peringatan, konsistensi ini justru menjadi keunggulan.
Epilog Emosional untuk Fans

Film ini jelas ditujukan untuk para fans lama. Melihat kembali Kelas 3-E setelah sepuluh tahun memberikan pengalaman yang emosional dan penuh makna. Adegan post-credit, khususnya, menjadi penutup yang tenang namun sangat berkesan. Bagi penonton baru, struktur episodiknya tetap mudah diikuti, meskipun dampak emosionalnya mungkin tidak akan terasa sedalam bagi mereka yang sudah mengenal seri aslinya.
Kesimpulan

Assassination Classroom: Our Time tidak mencoba menjadi tontonan spektakuler atau sekuel penuh yang berdiri sendiri. Sebaliknya, film ini fokus pada hal yang paling penting: kenangan. Melalui kumpulan cerita pendek sehari-hari dan satu segmen side story yang lebih panjang, film ini mengisi celah-celah yang belum sempat diadaptasi dari seri aslinya, sekaligus menghadirkan reuni hangat bagi para fans Kelas 3-E.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Assassination Classroom: Our Time
PROS
- Cerita emosional dengan nuansa reuni yang sangat kuat
- Style dan tone keseluruhan yang masih khas dengan seri originalnya
- Struktur ala episodik yang lebih mudah untuk dicerna bahkan untuk pendatang baru
CONS
- Sayangnya lebih terasa seperti kompilasi daripada satu cerita besar
- Paruh kedua yang tidak lagi berfokus ke kelas 3-E, sehingga ada ketidakseimbangan di sisi cerita












Discussion about this post