gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Film Jurassic World Rebirth – Visual Spektakuler, Cerita Nanggung

Taufik by Taufik
July 2, 2025
in Film, Review
0
Jurassic World: Rebirth membawa penonton kembali ke dunia dinosaurus lima tahun setelah kejadian di Dominion.

Jurassic World: Rebirth membawa penonton kembali ke dunia dinosaurus lima tahun setelah kejadian di Dominion.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Jurassic World: Rebirth membawa penonton kembali ke dunia dinosaurus lima tahun setelah kejadian di Dominion. Kali ini, dinosaurus hidup di wilayah tropis terpencil, dan misi berbahaya diluncurkan untuk mengambil sampel darah dari tiga makhluk raksasa demi kepentingan medis. Scarlett Johansson memimpin tim ekspedisi yang harus menghadapi alam liar, makhluk purba, dan ancaman yang lebih menakutkan dari sekadar dinosaurus.

Secara visual, film ini tampil memukau—dari hutan lebat, laut dalam, hingga langit penuh badai, semuanya digarap dengan sangat detail. Sayangnya, di balik kemegahan itu, Rebirth punya cerita yang terasa nanggung. Dari drama keluarga yang dipaksakan, dialog yang canggung, sampai keputusan karakter yang nggak masuk akal. Seperti apa sih berbagai kekurangannya? Simak review kami!

Lima Tahun Setelah Dominion, Bahaya Belum Usai

Jurassic World Rebirth membawa penonton kembali ke dunia dinosaurus lima tahun setelah kejadian di Jurassic World Dominion. Tapi kali ini, kondisi dunia sudah berubah. Ekologi bumi terbukti nggak cocok lagi buat para dinosaurus, dan hanya segelintir dari mereka yang bisa bertahan hidup di area tropis yang sangat spesifik—tempat yang menyerupai habitat asli mereka jutaan tahun lalu.

Tapi bukan hanya soal bertahan hidup. Di balik tubuh tiga makhluk purba terbesar di darat, laut, dan udara—Diplodocus, Mosasaurus, dan Quetzalcoatlus—tersimpan rahasia genetika yang bisa jadi kunci untuk obat penyelamat manusia.

Ceritanya langsung tancap gas sejak awal, tanpa basa-basi memperkenalkan siapa tim ekspedisi atau bagaimana mereka berkumpul. Dipimpin oleh karakter Scarlett Johansson, tim elit ini diberi misi penting: menelusuri darat, laut, dan langit untuk mengambil sampel darah dari tiga dinosaurus raksasa tersebut. Alat yang digunakan pun sudah canggih—non-invasif dan tidak menyakiti dinosaurus.

Tapi meski teknologinya maju, tantangannya nggak main-main. Mereka harus masuk ke fasilitas penelitian dinosaurus lama yang tersembunyi di dalam hutan tropis, tempat yang sudah lama ditinggalkan dan menyimpan rahasia gelap dari masa lalu. Ketegangan meningkat ketika mereka menyadari bahwa mereka bukan satu-satunya makhluk yang ada di sana. Sesuatu yang lebih menyeramkan dari dinosaurus biasa mengintai dari bayang-bayang—makhluk baru yang belum pernah muncul di cerita Jurassic manapun.

Visualnya Bikin Melongo

Dari segi tampilan, Jurassic World Rebirth benar-benar memanjakan mata. Dunia yang dibangun terasa hidup dan sinematik, dengan detail visual yang luar biasa di setiap lokasi. Di tengah hutan tropis, cahaya keemasan menembus pepohonan raksasa, menciptakan suasana yang magis sekaligus mencekam. Di bawah laut, suasananya berubah jadi sepi dan dingin, saat Mosasaurus meluncur seperti bayangan kematian di kedalaman.

Quetzalcoatlus pun tampil megah di langit badai, terbang rendah di antara awan tebal. Setiap lingkungan punya ciri khas tersendiri, dan semuanya dirender dengan sangat detail—dari tekstur kulit dinosaurus, embusan napas mereka, hingga cahaya yang bergeser di atas daun atau ombak.

Tapi bintang utamanya tetap para dinosaurus itu sendiri. Detail animasi mereka luar biasa. Diplodocus, misalnya, terlihat sangat hidup sampai ke gerakan otot halus di bawah kulitnya. Matanya pun terlihat cerdas, seperti makhluk yang benar-benar punya perasaan dan insting. Ini bukan sekadar efek visual, tapi seolah makhluk prasejarah ini benar-benar hadir di depan kamera.

Aksi yang Bikin Tegang, Tapi Tidak Konsisten

Bagian aksi dari film ini juga nggak kalah spektakuler. Setiap adegan dirancang sesuai dengan lingkungan tempat kejadian. Ada kejar-kejaran penuh ketegangan di hutan dengan dinosaurus yang mengamuk, dan ada juga aksi di laut dengan kejar-kejaran bawah air yang penuh adrenalin.

Pacing-nya cepat dan tidak banyak jeda, berhasil mencampur rasa survival horror dengan blockbuster. Tapi yang bikin aksi ini terasa seru adalah ketidakpastiannya. Bukan tentang ledakan atau tembakan, tapi tentang strategi, keberuntungan, dan kekuatan alam liar yang nggak bisa dikendalikan.

Bagian di fasilitas laboratorium tua menambah ketegangan. Tim harus bergerak melalui lorong-lorong sempit dan sistem yang sudah rusak, sementara sesuatu yang misterius mengintai mereka di dalam gelap. Setiap adegan punya rasa bahaya yang nyata, ditambah efek suara dan koreografi yang bikin semua terasa intens. Sayangnya, di tengah semua aksi ini, film mulai kehilangan arah.

Cerita Nanggung dan Dialog yang Bikin Cringe

Meski dibuka dengan solid dan penuh aksi, alur cerita mulai melemah begitu tim tiba di pulau. Semua momen tegang tiba-tiba melambat drastis, dan fokus cerita justru bergeser ke subplot keluarga yang terasa dipaksakan.

Misi utama mengumpulkan sampel darah yang harusnya jadi inti cerita malah diselesaikan terlalu cepat dan tidak terasa menantang. Alih-alih memperlihatkan lebih banyak soal interaksi dengan dinosaurus, film malah sibuk membangun konflik emosional antar karakter yang kurang relevan.

Salah satu momen yang terasa sangat janggal adalah saat tim berhasil menemukan sarang Quetzalcoatlus di ketinggian 5.000 kaki. Saat para karakter sedang turun tebing dengan tali—dua orang bahkan sudah tewas—Scarlett Johansson malah melontarkan lelucon ke karakter yang diperankan Jonathan Bailey.

Sekali masih bisa diterima. Tapi ketika ia mengulanginya lagi beberapa detik setelah situasi serius, suasana yang seharusnya tegang malah berubah jadi canggung. Momen-momen seperti ini membuat penonton kehilangan emosi yang seharusnya dibangun, dan keseriusan cerita pun ikut luntur.

Keputusan yang Tidak Masuk Akal

Masalah besar lainnya, dan yang paling bikin bingung, adalah bagaimana tim ekspedisi ini begitu tidak siap menghadapi bahaya. Di awal film, satu karakter bersenjata lengkap langsung mati saat menghadapi dinosaurus—cukup untuk menunjukkan betapa berbahayanya misi ini. Tapi anehnya, tim utama justru masuk ke area penuh dinosaurus tanpa perlindungan sama sekali.

Tidak ada senjata, tidak ada pelindung, bahkan peralatan bertahan hidup yang layak pun tidak dibawa. Ini membuat mereka terlihat ceroboh dan kurang profesional, terutama mengingat mereka adalah ahli dan peneliti berpengalaman di dunia yang sudah tahu betapa mematikannya dinosaurus.

Yang lebih aneh lagi, mereka bahkan tidak berusaha mencari atau memanfaatkan senjata saat sudah berada di pulau. Satu-satunya senjata yang digunakan hanya ditemukan dari mayat karakter lain, atau nanti dari karakter antagonis. Logika ceritanya terasa longgar dan bikin susah untuk percaya bahwa misi sebesar ini dijalankan dengan perencanaan seburuk itu.

Jurassic, Tapi Tanpa Rasa “Jurassic”

Yang mungkin paling mengecewakan dari Rebirth adalah absennya nuansa khas Jurassic Park. Tidak ada momen sunyi yang menegangkan seperti raptor di dapur atau kemunculan T-Rex di tengah malam. Film ini lebih memilih pendekatan aksi cepat ala film petualangan modern, dan kehilangan elemen misteri serta ketegangan perlahan yang dulu jadi ciri khas franchise ini.

Tidak ada rasa “kapan pun bisa terjadi sesuatu” yang bikin penonton tegang sepanjang film. Bagi fans lama, ini terasa seperti kehilangan identitas, menjadikan Rebirth lebih mirip film aksi biasa daripada kelanjutan sejati dari dunia Jurassic.

Kesimpulan

Jurassic World Rebirth punya potensi besar. Visualnya memukau, dinosaurusnya sangat realistis, dan adegan aksinya dibuat dengan penuh kreativitas. Tapi semua itu tidak cukup untuk menutupi kelemahan ceritanya.

Pacing yang tidak konsisten, pengembangan karakter yang dangkal, humor yang tidak pada tempatnya, dan keputusan logis yang mengganggu, membuat film ini terasa kurang menggigit. Momen-momen emosional gagal menyentuh karena tidak dibangun dengan baik, dan misi utamanya terasa setengah hati.

Film ini tetap bisa dinikmati sebagai tontonan popcorn—ringan, penuh visual keren, dan cocok buat nonton santai. Tapi kalau berharap menemukan kembali sensasi dan atmosfer seperti film Jurassic Park yang pertama, Rebirth mungkin akan terasa hambar.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Jurassic World Rebirth

5 Score

PROS

  • Visual memukau di darat, laut, dan udara
  • Lingkungan sinematik yang kaya detail
  • Model dinosaurus sangat realistis dan hidup

CONS

  • Hilang nuansa khas Jurassic seperti ketegangan sunyi dan rasa misteri
  • Cerita inti terasa terburu-buru dan kurang dikembangkan
  • Humor yang dipaksakan mengganggu emosi cerita
  • Ketidaksiapan tim ekspedisi terasa tidak logis dan mengurangi kredibilitas film

Review Breakdown

  • 5 0
Tags: FilmJurassic World RebirthMovieReview
ShareTweetShare
Previous Post

Full Metal Schoolgirl, Game Aksi Konyol dengan Tema Cewek Sekolah dari Dev Earth Defense Force

Next Post

Marvel Rivals Season 3 Tiba Minggu Depan, Hadirkan Phoenix dan Banyak Konten Lain!

Related Posts

Seri terbarunya, Echoes of Aincrad, yang dikembangkan oleh Game Studio, mencoba menghadirkan pengalaman action RPG yang lebih dalam.
Konsol

Review Echoes of Aincrad – Setidaknya Bukan Game SAO Terburuk

July 9, 2026
Setelah penantian panjang, akhirnya film anime Witch on the Holy Night siap tayang pada November mendatang di bioskop Jepang
Anime

Film Anime Witch on the Holy Night Akhirnya Tetapkan Jadwal Tayang Pasti

July 8, 2026
Kami dapat kesempatan menjajal The Blood of Dawnwalker selama sekitar empat jam yang langsung memperlihatkan keseruannya.
Berita

Nyobain The Blood of Dawnwalker – Jadi Vampir di RPG Open World yang Masif!

July 8, 2026
Witchspire mencoba masuk ke persaingan game survival crafting dengan pendekatan yang sedikit berbeda dan seru.
PC

Review Witchspire Early Access – Jadi Penyihir di Game Survival Crafting Ternyata Seru

Kami mendapat kesempatan untuk mengikuti sesi hands-off preview untuk melihat langsung DOOM: The Dark Ages - Revelations.
Konsol

Preview DOOM: The Dark Ages – Revelations: DLC Masif yang Bikin Makin Brutal dan Cerita Makin Gelap

July 1, 2026
Laporan terbaru dari Variety mengungkap kalau Netflix tengah dalam proses pengembangan serial live-action untuk Persona
Berita

Persona Dapatkan Adaptasi Seri Live-Action dari Netflix

June 30, 2026
Next Post
NetEase Games telah berbagi detail lengkap untuk ragam konten terbaru Marvel Rivals di Season 3 - The Abyss Awakens

Marvel Rivals Season 3 Tiba Minggu Depan, Hadirkan Phoenix dan Banyak Konten Lain!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd