gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Little Nightmares III – Sensasi Game Co-Op Berkualitas Dibalik Kebosanan!

Fadhil by Fadhil
October 8, 2025
in Review
0
Simak review lengkap kami untuk Supermassive Games yang pengembangannya kali ini ditangani penuh oleh Supermassive Games

Simak review lengkap kami untuk Supermassive Games yang pengembangannya kali ini ditangani penuh oleh Supermassive Games

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Mengikuti formula yang sudah sangat sukses dengn basis fans kuat, tidak heran jika Little Nightmares akan kembali mendapat game baru setelah sekuelnya di 2021. Hanya saja daripada kembali ditangani oleh Tarsier Studios selaku sang developer original, Little Nightmares III justru melibatkan peran Supermassive Games yang memang sudah punya banyak pengalaman di genre horror, tapi kita memang lebih familiar dengan karya game sinematik dari mereka seperti Until Dawn hingga The Dark Pictures.

Dengan perubahan talent utama dibalik serinya yang ikut membawa cerita original dengan protagonis baru, apakah Little Nightmares III mampu menjaga standar tinggi franchisenya sembari membawa perombakan yang diharapkan? Langsung saja simak review lengkapnya di bawah ini!

Formula Familiar dengan Fokus Baru

Mengikuti formula yang cukup sukses dari seri sebelumnya, Little Nightmares III kembali didesain dengan fokus gameplay co-op antar dua karakter utama, tapi kali ini mereka memperkenalkan dua sosok baru yaitu Low dan Alone. Jadi bagi para fans yang mengharapkan kembalinya Six sebagai protagonis mungkin akan merasa kecewa, tapi kami rasa pendekatan baru ini justru memberi pengalaman bermain yang lebih fresh, apalagi karena keduanya dibekali dengan persenjataan khusus yang lumayan mengubah sensasi gameplay dengan memastikan adanya peran unik untuk masing-masing karakter yang dipilih.

Low dibekali dengan panah, sementara Alone dibekali dengan wrench yang berguna sebagai senjata utama dalam melawan musuh atau memecahkan puzzle. Porsi combat dalam game ini sebenarnya tidak begitu banyak, dan bagaimana dalam satu Act kamu terkadang hanya perlu lari dari kejaran monster besar yang jadi bagian utama dari sensasi horror di franchisenya. Tapi meski dengan adanya fokus lebih pada sisi aksi, kami merasa kalau eksekusinya tidak begitu seru.

Sebagai contoh ada porsi di mana kamu harus mengantisipasi serangan dari gerombolan serangga terbang. Low memiliki peran untuk menjatuhkan mereka dari udara, sementara Alone melancarkan serangan akhir saat mereka jatuh ke tanah. Kami sebenarnya cukup suka bagaimana gamenya memastikan agar tidak ada salah satu dari mereka yang bisa menghabisi musuh sendirian, tapi porsi combatnya tidak begitu praktikal dan malah membingungkan. Jika bermain sebagai Low, kamu tidak bisa membidik musuh secara manual dan harus berada di posisi spesifik agar tembakkan bisa mengarah ke target. Tidak terkecuali dengan Alone, karena dia harus menjaga jarak agar tidak terkena sambaran musuh yang akan langsung menghabisi karakternya sebelum Low bisa menembak.

Itu hanyalah satu dari berbagai contoh lain, jadi yang jelas game ini memang menuntut sekian banyak proses trial and error. Selain di salah satu encounter combat, kami apalagi paling banyak harus mengulang di porsi saat berusaha bersembunyi dari intaian monster raksasa, dan kembali melihat cutscena atau animasi panjang berulang-ulang karena kesalahan kecil saja memang cukup menjengkelkan. Tidak dihitung juga dari kesalahan manuver seperti melompat dan sebagainya yang berhubungan dengan skema kontrol gamenya, karena kami merasa sensasinya tidak begitu responsif di setiap saat. Salah satu dari kami bahkan harus beralih dari keyboard dan mouse ke kontroler sampai bisa merasakan sensasi bermain yang lebih pas, yang mana ini memang sesuai dengan rekomendasi dari gamenya sendiri.

Bagi yang penasaran dengan porsi cerita, Little Nightmares tidak pernah memberi konteks spesifik, jadi pemain harus bisa menyambungkan potongan petunjuk yang ada dan perkembangan progress di sepanjang gamenya. Terkadang kamu bisa mendapat gambaran lebih jelas dari cutscene meski tanpa dialog, atau bahkan lewat kondisi dunia yang dijelajah. Bahkan dibandingkan seri soulslike dari From Software misalnya, kamu akan diberi lebih sedikit petunjuk untuk memahami ceritanya. Khusus untuk Little Nightmares III, yang jelas ceritanya berfokus pada kedua protagonis dalam upaya mereka untuk bertahan hidup dari berbagai tempat mengerikan dalam Spiral. Setidaknya untuk porsi yang ini, kami tetap suka dengan aspek menyerapi cerita dari berbagai petunjuk dan membuat teori seiring jalannya permainan.

Pengalaman Co-Op Bak Pedang Bermata Dua

Selama sesi review ini kami lebih banyak memainkan gamenya dalam mode online co-op dengan satu rekan lain. Ini adalah perombakan paling esensial dari seri sebelumnya, karena terlepas dari fokus pada gameplay kerjasama antar dua protagonis yang solid seperti di seri terbarunya ini, para pemain tidak bisa menikmatinya dalam mode co-op. Little Nightmares III tetap menawarkan opsi companion AI bagi yang mungkin tidak punya teman atau pasangan untuk mabar, tapi cukup disayangkan kalau mereka tidak ikut menambahkan opsi local co-op yang seharusnya cukup mudah sekaligus memaksimalkan aspek pengalaman bermain dengan teman.

Lalu bagaimana rasanya memainkan sebuah game Little Nightmares secara co-op? Jawaban paling cocok rasanya adalah bak pedang bermata dua. Meski harus kami akui kalau keseruan yang didapat jadi naik berkali-kali lipat, tapi ini membuat kesan horror jadi hampir hilang sepenuhnya. Bagian terbaik dari memainkan Little Nightmares adalah meresapi atmosfer dunianya yang begitu hidup, sunyi, dan bisa berubah kapan saja dengan momen intens di beberapa tempat. Game-game di franchisenya memang tidak didesain dengan elemen horror yang bisa membuatmu jantungan, tapi setidaknya ada penekanan khasnya sendiri untuk memberi pengalaman bermain unik. Akses untuk bisa berkomunikasi dengan teman sembari bergurau membuat semua ilusi tersebut jadi hilang, meski di saat bersamaan harus kami akui kalau keseruannya jadi meningkat drastis.

Terlalu Banyak Momen Membosankan

Jika gamenya memang lebih seru berkat co-op, lalu apa yang membuatnya jadi membosankan? Ini merujuk pada struktur level di Little Nightmares III dan apa saja yang bisa kamu lakukan di dalamnya. Seperti yang sempat kami singgung tadi, terkadang satu Act bisa tidak diisi dengan porsi combat sama sekali karena kamu harus berfokus kabur dari kejaran monster berbahaya. Combat di gamenya sendiri memang tidak begitu spesial dan malah merepotkan, jadi kami tidak begitu mempermasalahkannya, tapi di saat bersamaan gamenya jadi kehilangan variasi konten. Sebagian besar momen bermain kami mungkin lebih banyak diisi dengan masuk ke sebuah ruangan, mengecek jika ada sesuatu yang bisa di-interact, dan kemudian beralih ke ruangan atau bagian level selanjutnya.

Gamenya secara luas terasa cukup kosong karena pihak developer seolah ingin pemain mengapresiasi atmosfer dunianya saja, dengan beberapa porsi puzzle atau action di sana-sini yang bisa saling berjauhan. Inilah yang membuat gamenya membosankan, karena kamu memang benar-benar tidak merasakan adanya pengalaman rewarding dari mencapai suatu area baru. Tidak sedikit juga di antaranya yang didesain untuk memperlambat tempo permainan yang ikut memberi impresi kalau kamu hanya membuang-buang waktu. Kami rasa ini bisa berkebalikan semisal mereka mengurangi porsi konten yang penuh kekosongan tadi dengan ekstra tantangan puzzle, desain level yang lebih kreatif untuk menguji skill platforming, dan lebih banyak objek untuk bahan interaksi unik. Dari segi konten sampingan sendiri, gamenya hanya memiliki collectible berupa boneka yang bisa kamu temukan di beberapa area opsional.

Kesimpulan

Menjawab permintaan terbesar dari seri sebelumnya yang tidak memiliki co-op sembari membawa sebuah awal baru untuk ceritanya, Little Nightmares III terasa sebagai seri yang tidak hanya terasa fresh bagi fans lama, tapi mereka yang juga mengharapkan adanya game co-op baru dengan nuansa berbeda. Meski begitu, ilusi dari horror atmosferik yang khas dengan franchisenya seolah hilang jika kamu memutuskan untuk bermain dengan teman, sementara mereka yang kembali mengandalkan companion AI akan mendapati kekurangan terutama pada porsi gameplay yang terasa kosong di banyak tempat. Kualitas yang dibawanya secara keseluruhan masih konsisten, tapi di saat bersamaan kami merasa perlu ada dobrakan evolusi lebih besar di luar implementasi co-op tadi termasuk fokus ke sisi action yang juga masih belum pas.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Little Nightmares III

7.5 Score

PROS

  • Sisi art direction yang luar biasa indah
  • Serunya merangkai lore sendiri
  • Pendekatan yang cukup refreshing untuk kedua protagonis dan alat yang digunakannya
  • Implementasi Co-Op

CONS

  • Banyak area yang terlalu kosong dan hanya memperlambat pacing
  • Sisi kontrol yang masih belum sempurna terutama saat combat
  • Tidak adanya opsi untuk Co-Op lokal

Review Breakdown

  • 7.5 0
Tags: Bandai NamcoLittle Nightmares IIIReviewSupermassive Games
ShareTweetShare
Previous Post

[TGS 2025] Wawancara Transport Fever 3 dengan Mikael Oehler – Tantangan Meracik Game Transportasi Impian!

Next Post

Stella Sora Segera Adakan Livestream Spesial Pertama, Janjikan Konfirmasi Jadwal Rilis!

Related Posts

Simak impresi awal kami setelah menjajal versi demo Persona 4 Revival di markas utama SEGA
Konsol

Nyobain Persona 4 Revival – Upgrade Murni di Hampir Segala Sisi!

July 22, 2026
Stranger Than Heaven jadi salah satu game yang paling menarik perhatian dari Ryu Ga Gotoku Studio. Simak impresi hands on kami!
Konsol

Nyobain Stranger Than Heaven – Pertarungan Brutal Jadi Daya Tarik Utama

July 22, 2026
Seri terbarunya, Echoes of Aincrad, yang dikembangkan oleh Game Studio, mencoba menghadirkan pengalaman action RPG yang lebih dalam.
Konsol

Review Echoes of Aincrad – Setidaknya Bukan Game SAO Terburuk

July 9, 2026
Kami dapat kesempatan menjajal The Blood of Dawnwalker selama sekitar empat jam yang langsung memperlihatkan keseruannya.
Berita

Nyobain The Blood of Dawnwalker – Jadi Vampir di RPG Open World yang Masif!

July 8, 2026
Witchspire mencoba masuk ke persaingan game survival crafting dengan pendekatan yang sedikit berbeda dan seru.
PC

Review Witchspire Early Access – Jadi Penyihir di Game Survival Crafting Ternyata Seru

Kami mendapat kesempatan untuk mengikuti sesi hands-off preview untuk melihat langsung DOOM: The Dark Ages - Revelations.
Konsol

Preview DOOM: The Dark Ages – Revelations: DLC Masif yang Bikin Makin Brutal dan Cerita Makin Gelap

July 1, 2026
Next Post
Yostar akan mengadakan sesi livestram spesial Stella Sora pada 12 Oktober nanti yang ikut memberi kepastian jadwal rilisnya

Stella Sora Segera Adakan Livestream Spesial Pertama, Janjikan Konfirmasi Jadwal Rilis!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd