Rasanya kita sedang kembali hidup di era keemasan perangkat handheld gaming. Hampir setiap perusahaan berlomba menghadirkan perangkat yang bisa membawa koleksi game PC langsung ke tangan. ASUS dan Xbox ikut terjun lewat ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X, dua perangkat handheld yang ingin membuktikan bahwa bermain game secara portabel bisa tetap kuat, stylish, dan nyaman.
Keduanya dibangun dengan konsep pengalaman gaming Windows dalam bentuk yang ringkas, tetapi menghadirkan rasa kontrol seperti memakai controller Xbox. Setelah menghabiskan waktu mencoba berbagai game dari Sonic Racing CrossWorlds sampai Elden Ring, pengalaman yang diberikan sangat menarik, namun tetap ada beberapa batasan yang perlu diketahui.
Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!
Desain dan Kualitas yang Solid
Sekilas keduanya terlihat identik, tetapi saat dipegang baru terasa perbedaannya. ROG Xbox Ally standar hadir dengan warna putih dan terasa ringan serta lincah. Sementara ROG Xbox Ally X tampil dengan warna hitam elegan yang memberikan kesan lebih premium dan percaya diri.
Bentuknya didesain agar nyaman digenggam, mengikuti ergonomi Xbox Wireless Controller. Bentuk ini membuat perangkat langsung terasa natural saat dimainkan, dan distribusi beratnya membantu mengurangi rasa pegal saat sesi bermain panjang. Build quality terasa kokoh, walaupun ROG Xbox Ally X yang sedikit lebih tebal bisa terasa kurang nyaman untuk tangan yang lebih kecil.
Soal panas, keduanya cukup adem untuk penggunaan kasual. Namun saat masuk ke Turbo mode atau memainkan game berat, lubang ventilasi bagian atas mulai terasa mengeluarkan hawa panas. Untungnya, suara kipas tetap tidak mengganggu.
Layar 120Hz yang Cerah, Tapi Sayang Bukan OLED
Kedua model menggunakan layar 7 inci 1080p 120Hz berpanel IPS dengan Corning Gorilla Glass Victus. Layar ini terang, responsif, dan sangat jernih. Detail terlihat tajam saat menjelajah kota neon di Cyberpunk 2077 maupun memparry musuh di Stellar Blade. Gerakan terasa sangat halus dan refresh rate tinggi membuat game cepat seperti Sonic Racing CrossWorlds terasa sangat nyaman.

Namun, absennya opsi OLED cukup disayangkan. Dengan harga yang tidak murah, layar IPS terasa kurang dalam hal kontras dan warna jika dibandingkan dengan kompetitor handheld lain yang mulai menggunakan panel OLED.
Bisa Main Banyak Game, Tapi Tidak Semua Rata
ROG Xbox Ally standar menggunakan AMD Ryzen Z2 A, RAM 16GB LPDDR5X-6400, dan SSD 512GB. Fokusnya adalah efisiensi dan pengalaman smooth untuk gamer kasual yang ingin bermain tanpa ribet soal panas atau konsumsi daya.
ROG Xbox Ally X lebih gahar dengan AMD Ryzen AI Z2 Extreme, RAM 24GB LPDDR5X-8000, dan SSD 1TB. Versi ini ditujukan untuk gamer yang ingin mendorong game lebih jauh dan mendapatkan frame rate stabil di game berat.

Hasil pengujian nyata:
-
Sonic Racing CrossWorlds: ROG Ally lancar 60 FPS di setting rendah–menengah, tetapi drop cukup parah di high. Mode Turbo membantu, tapi tidak sepenuhnya menyelamatkan.
-
Stellar Blade: Di setting rendah bisa sampai 47 FPS, tetapi harus selalu di Turbo. Mode performance sekitar 31 FPS dan terasa stutter saat pertarungan intens.
-
DOOM: The Dark Ages: ROG Ally jelas kewalahan, hanya 14–15 FPS di setting rendah. ROG Ally X lebih baik, tetapi tetap perlu kompromi di setting medium.
-
Cyberpunk 2077: Ini game pembunuh. ROG Ally hanya playable di setting rendah atau Steam Deck mode dengan 18 FPS di Turbo. ROG Ally X bisa sekitar 30 FPS, tetapi ray tracing langsung menghancurkan performa.
-
Elden Ring: ROG Ally X bersinar di sini. Turbo mode, setting tinggi, rata-rata 45 FPS dengan sedikit penurunan saat loading aset. ROG Ally standar butuh setting menengah atau rendah.
Kesimpulannya untuk performa gaming ini, keduanya bisa main banyak game modern, tetapi ROG Xbox Ally X jauh lebih stabil dan punya ruang ekstra untuk game berat.
Integrasi Xbox dan Software: Inilah Kekuatan Utamanya

Integrasi Xbox terasa sangat mulus. ROG Xbox Ally langsung boot ke aplikasi Xbox, jadi pengguna langsung bisa mengakses library, Game Pass, dan cloud gaming. Perpindahan antara tampilan Xbox dan Windows 11 mudah, walaupun pertama kali bisa membingungkan untuk pengguna baru.
Sistem operasinya berjalan lancar, baik menggunakan layar sentuh, tombol gamepad, maupun mouse. Tombol fungsi tambahan sangat berguna untuk langsung masuk ke library atau Armoury Crate, yang masih menjadi software terbaik ASUS untuk kustomisasi dan manajemen daya.
Baterai dan Suhu yang Oke
Daya tahan baterai sangat bergantung pada mode dan jenis game. Untuk game ringan di mode performance, bisa bertahan beberapa jam. Namun saat masuk Turbo atau memainkan game AAA, baterai cepat habis.
ROG Xbox Ally X memiliki baterai 80Wh yang lebih awet dibanding ROG Xbox Ally standar 60Wh, tetapi keduanya tetap perlu pengisian sering jika bermain game berat.

Kecepatan pengisian cukup cepat, sekitar 1,5 jam hingga penuh. Perangkat juga tidak terlalu panas saat di-charge, dan kipas tetap tenang. Jadi, ini enak banget sih, main game baterai mau abis, charge bentar, terus lanjut main lagi.
Serasa Pakai Xbox Mini
Kontrol terasa responsif dan presisi. Analog kecil tetapi enak dipakai, tombol face memiliki feedback klik khas Xbox. Tombol macro belakang sebenarnya berguna, tetapi posisinya agak canggung sehingga tidak selalu nyaman ditekan.
Audio menjadi salah satu kekuatan besar. Speaker bawaan menghasilkan suara jernih dan punchy, mirip laptop berkualitas. Suara bisa cukup keras tanpa distorsi. Tersedia juga headphone jack dan Bluetooth, jadi fleksibel untuk setup apapun.

Harga dan Ketersediaan
-
ROG Xbox Ally: IDR 9.999.000
-
ROG Xbox Ally X: IDR 14.999.000
Model standar sangat menarik sebagai pintu masuk ke handheld gaming. Bisa menjalankan berbagai game indie dan mid-tier dengan lancar, bahkan beberapa game AAA dengan setting yang tepat.
ROG Xbox Ally X adalah versi yang lebih solid untuk penggunaan jangka panjang. Lebih kuat, lebih lega penyimpanan, dan lebih stabil untuk game berat. Harga memang lebih tinggi, tetapi performa dan dayanya memang sebanding.
Kesimpulan
ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X membuktikan bahwa ASUS dan Xbox serius di dunia handheld gaming. ROG Xbox Ally standar memang tidak sempurna dan mulai kewalahan di game berat, tetapi tetap menyenangkan dan mudah diakses untuk bermain di mana saja. ROG Xbox Ally X adalah versi bertenaga, mampu menangani game modern dengan setting tinggi, walaupun mengorbankan daya tahan dan portabilitas.
Keduanya tidak sempurna, tetapi keduanya berhasil membuktikan bahwa handheld gaming PC bukan hanya untuk enthusiast. ROG Xbox Ally cocok untuk pemula yang ingin masuk ke dunia handheld. ROG Xbox Ally X cocok untuk gamer yang ingin tenaga lebih saat bepergian.
Pada akhirnya, mau pilih versi standar atau X, satu hal sudah jelas: handheld gaming bukan lagi cerita sampingan. Ini sudah menjadi bagian utama dari dunia gaming modern. ROG Xbox Ally X sendiri sudah mulai dijual di Indonesia, kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id


















Discussion about this post