gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Nyobain Wo Long 2: Wings of Ember – Combat dengan Opsi Defensif Baru dan Eksplorasi yang Lebih Luas!

Fadhil by Fadhil
September 16, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Nyobain Wo Long 2: Wings of Ember – Combat dengan Opsi Defensif Baru dan Eksplorasi yang Lebih Luas!

Impresi awal kami setelah menjajal Alpha Demo untuk Wo Long 2: Wings of Ember yang membawa perombakan besar di combat dan eksplorasi

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Team NINJA tidak hanya mengandalkan Nioh dalam mengembangkan game bergenre soulslike. Mereka juga telah bereksperimen dengan beberapa judul lain yang memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah Wo Long yang kini dikembangkan menjadi sebuah franchise. Setelah mengumumkan sekuel terbarunya berjudul Wo Long 2: Wings of Ember, tim kami berkesempatan untuk menjajal langsung versi demo alpha-nya lebih awal.

Jika Nioh berfokus pada latar dark fantasy di Jepang pada era Sengoku, Wo Long merupakan interpretasi Team NINJA terhadap era Tiga Kerajaan, atau lebih tepatnya periode akhir Dinasti Han Timur. Era tersebut juga menjadi latar utama dalam Wo Long 2. Hubungan antara kedua franchise ini mengingatkan kami pada Dynasty Warriors dan Samurai Warriors, hanya saja keduanya memiliki perbedaan yang lebih kentara dari segi pertarungan.

Nioh lebih mengutamakan pengalaman soulslike klasik dengan penekanan pada pengelolaan stamina melalui penguasaan Ki Pulse. Sementara itu, Wo Long mengusung sistem pertarungan yang lebih sinematik dan berorientasi pada aksi, dengan fokus pada parry atau deflect tanpa batasan stamina.

Semua karakteristik tersebut masih dipertahankan dalam Wo Long 2: Wings of Ember. Jadi bagi yang sudah familiar dengan game pertamanya, maka kamu akan langsung merasa nyaman saat memainkan sekuelnya karena sebagian besar mekaniknya masih terasa serupa. Sekilas, hal ini mungkin membuat Wo Long 2 terkesan tidak membawa banyak perubahan besar. Tapi sebenarnya ada sejumlah peningkatan yang terasa cukup berarti tanpa mengubah fondasi gameplay secara berlebihan. Hasilnya adalah sekuel yang terasa seperti langkah pengembangan alami dan tetap bisa diapresiasi oleh para penggemarnya.

Tambahan Opsi Defensif Dalam Combat

Saat pertama kali memasuki demo, tidak banyak persiapan yang perlu dilakukan. Kami hanya perlu membuat karakter sendiri melalui fitur kustomisasi yang cukup standar, mengikuti tutorial dasar, menyaksikan beberapa cutscene dari bagian awal cerita, lalu diberi kebebasan untuk menjelajahi peta yang cukup luas sesuai keinginan.

Tapi daya tarik utama game ini tentu saja terletak pada sistem pertarungannya. Secara keseluruhan, gameplay-nya masih terasa sangat mirip dengan game pertama. Wo Long merupakan soulslike yang menekankan pergerakan akrobatik, seperti kemampuan melakukan double jump hingga berlari di dinding. Pertarungannya juga berlangsung cepat tanpa batasan stamina, dengan mekanik parry yang menjadi salah satu elemen utamanya.

Meski tidak menggunakan stamina, kondisi karakter dan musuh tetap ditentukan oleh Spirit Gauge. Gauge ini bisa terisi selama kamu mampu mempertahankan momentum pertarungan melalui serangan dan parry yang berhasil. Sebaliknya, Spirit Gauge juga bisa terkuras hingga berubah menjadi merah. Jika hal tersebut terjadi, karaktermu akan terkena stun selama beberapa saat dan berada dalam kondisi tidak berdaya. Mekanik yang sama juga berlaku bagi musuh. Saat berhasil berhasil menguras Spirit Gauge mereka, kamu bisa melancarkan Fatal Strike yang merupakan semacam serangan finisher dengan damage besar.

Karaktermu juga bisa menggunakan berbagai jenis senjata jarak dekat dan jarak jauh, Martial Arts, serta Wizardry Spells. Hal ini memberikan cukup banyak ruang untuk bereksperimen dengan build maupun gaya bertarung yang diinginkan. Untuk memperkuat karakter dan mendapatkan keunggulan dalam pertempuran, game ini masih mempertahankan sistem Morale yang ditunjukkan melalui angka di atas bar HP.

Nilainya bisa naik atau turun tergantung pada performamu. Idealnya, kamu harus tetap bertahan hidup agar Morale tidak menurun. Jika sampai turun, kamu perlu melakukan grinding lebih banyak untuk memperkuat karakter. Aspek RPG-nya juga masih dipertahankan, termasuk kemampuan meningkatkan atribut utama yang berkaitan dengan lima elemen untuk Wizardry Spells saat beristirahat di Battle Flags.

Secara keseluruhan, banyak elemen dari game pertama yang masih bisa ditemukan di sini. Hal tersebut mungkin membuatmu kesulitan untuk melihat secara langsung apa saja perubahan yang dibawa oleh sekuelnya. Untungnya kamu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menemukan sesuatu yang membuat sistem pertarungan Wo Long 2: Wings of Ember terasa berbeda. Kali ini, Team NINJA menambahkan lebih banyak opsi pertahanan melalui Insight Skills. Mekanik ini memungkinkan karakter memasuki status empowered, sehingga berbagai aksi tertentu bisa diubah menjadi Insight Skills yang sangat berguna untuk menghadapi serangan musuh.

Sebagai contoh, kamu bisa melancarkan Insight Aerial Skill yang tidak hanya berguna untuk menghasilkan damage besar melalui serangan dari udara, tetapi juga bisa digunakan untuk menangkis Critical Blows atau serangan musuh yang tidak bisa diblokir. Serangan semacam ini ditandai dengan cahaya merah. Berdasarkan pengalaman kami selama menjajal demonya, menangkis Critical Blows menggunakan Insight Skills terasa lebih mudah dibandingkan hanya mengandalkan deflect biasa.

Dengan kata lain, jeda untuk melakukan parry terasa lebih longgar. Tapi agar tetap seimbang, Insight Skills akan mengonsumsi Spirit Gauge dalam jumlah yang cukup besar. Karena itu kamu tidak bisa menggunakannya secara terus-menerus. Jika terlalu sering digunakan, karakter justru bisa berada dalam kondisi berbahaya.

Eksplorasi Dengan Desain ala Open Field

Salah satu peningkatan yang cukup besar juga terlihat dari sisi eksplorasi. Kali ini, Wo Long 2 memperluas desain level tradisional berbasis stage menjadi area terbuka yang lebih luas. Dalam sesi uji coba awal ini, skalanya memang belum terasa sebesar area yang bisa ditemukan di Nioh 3. Meski begitu, peta awalnya sudah cukup luas dan menawarkan banyak aktivitas untuk dilakukan. Jadi, alih-alih hanya berfokus pada objektif utama, kamu juga bisa memilih untuk menjelajahi area sekitar selama merasa cukup kuat.

Pasalnya, ada beberapa area yang jauh lebih berbahaya karena dipenuhi musuh dengan Morale Rank yang jauh lebih tinggi dibandingkan karaktermu. Saat menjelajah, terkadang kamu bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai berbagai tempat menarik di sekitar melalui mekanik Intelligence. Tapi informasi ini umumnya bisa diperoleh dengan menaklukkan markas musuh atau mencapai progres tertentu dalam objektif utama.

Mekanik ini cukup mudah dibandingkan dengan menara dalam game open-world pada umumnya. Biasanya kamu perlu memanjat menara dan mengamati area sekitar untuk membuka bagian peta serta menemukan berbagai tempat menarik. Tapi dalam Wo Long 2, kamu harus berusaha lebih keras untuk mengumpulkan Intelligence tersebut.

Mengingat desain area terbuka seperti ini menjadi salah satu hal yang disukai banyak penggemar Nioh 3, kami merasa pendekatan serupa juga bisa memberikan manfaat bagi Wo Long 2. Terlebih lagi, implementasinya sejauh ini terasa cukup solid. Karaktermu juga memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga aktivitas eksplorasi terasa jauh lebih menyenangkan.

Hal lain yang juga kami apresiasi adalah perhatian Team NINJA terhadap desain markas musuh yang bisa ditaklukkan. Setiap markas selalu memiliki jalur alternatif untuk dijelajahi, baik bagi pemain yang ingin menghemat waktu maupun mereka yang ingin menemukan lebih banyak rahasia tersembunyi. Jika kamu harus menghadapi musuh yang jauh lebih kuat, game ini juga menyediakan beberapa lokasi untuk mendirikan mini Flag. Bendera tersebut bisa menurunkan Morale musuh, sehingga kamu memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi mereka.

Belum Luput dari Kekurangan Lama

Dengan mempertahankan banyak karakteristik dari game pertama, sayangnya Wo Long 2 juga masih membawa beberapa kekurangan lamanya. Tidak diragukan lagi kalau Wo Long 2 terasa seperti sebuah peningkatan, meskipun tidak terlalu drastis. Tapi menurut kami, sistem inventory-nya masih sama berantakannya seperti dalam game original.

Sudah bukan rahasia lagi kalau game soulslike dari Team NINJA selalu identik dengan banyaknya loot. Dalam waktu singkat, kamu bisa mengumpulkan begitu banyak perlengkapan dengan jenis yang sama. Akibatnya, inventory menjadi semakin penuh dan semakin sulit untuk dinavigasi. Banyak pemain mungkin sudah terbiasa dengan hal tersebut. Tapi kami merasa masih diperlukan cara untuk membuat pengelolaan inventory terasa lebih praktis dan tidak merepotkan, terutama karena begitu mudahnya kamu mengumpulkan berbagai perlengkapan yang tidak diperlukan.

Dari segi visual, game ini juga terlihat hampir identik dengan judul pertamanya. Tidak banyak peningkatan grafis yang benar-benar terlihat. Karena itu, kebutuhan performanya yang lebih tinggi, ditambah dengan performa yang belum berjalan mulus bahkan pada sistem yang cukup bertenaga, menjadi hal yang patut disoroti. Sebagai referensi, kami memainkan game ini menggunakan AMD Ryzen 7 9700X, RTX 5070, dan RAM 32 GB dengan pengaturan grafis yang hampir maksimal pada resolusi 1080p.

Tentu saja, kualitas visual bukanlah aspek yang selalu diprioritaskan Team NINJA dalam beberapa game mereka. Meski begitu, kami tetap berharap versi finalnya nanti akan hadir dengan optimisasi yang lebih baik.

Impresi Sejauh Ini

Dari sebagian kecil konten yang sempat kami jajal melalui demo ini, Wo Long 2: Wings of Ember memberikan kesan sebagai sekuel yang lebih aman, alih-alih mencoba sesuatu yang benar-benar eksperimental. Kamu akan langsung merasa familiar saat memainkannya. Beberapa perubahan yang ditawarkan mungkin terasa seperti sesuatu yang sudah ada di game pertama, tetapi peningkatan yang dibawa tetap cukup berarti.

Sistem pertarungannya masih terasa seru dan cepat seperti sebelumnya, dengan lebih banyak opsi untuk melakukan berbagai aksi serta manuver pertahanan melalui Insight Skills. Sementara itu, bagi kamu yang menyukai aspek eksplorasi, game ini kini menawarkan area yang lebih luas dengan desain yang menyerupai pendekatan open-field dalam Nioh 3.

Dengan mempertimbangkan berbagai kejutan yang mungkin masih dirahasiakan serta bagaimana optimisasi ditangani dalam versi finalnya nanti, Wo Long 2: Wings of Ember berpotensi menjadi sesuatu yang istimewa. Sekuel ini juga bisa semakin memperkuat posisi Wo Long sebagai franchise soulslike yang patut terus diikuti perkembangannya.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Hands-OnKoei TecmoNintendo Switch 2PCPS5Team NinjaWo Long 2: Wings of EmberXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Japan Game Awards 2026 Umumkan Pemenang, Pokémon Pokopia Raih Grand Award

Next Post

Wardogs Terjual 2 Juta Copy Kurang dari Seminggu, Pemain Bersamaan Tembus 400 Ribu Orang

Related Posts

Hands-on terbaru kami untuk Final Fantasy Resonance yang juga memberi porsi gameplay dengan progression lebih jauh termasuk Colosseum
Konsol

Menjajal Konten Susah di FINAL FANTASY RESONANCE – Sensasi Combat Seru dan Tantangan Colosseum!

September 17, 2026
Denuvo sekarang lagi mengambil langkah hukum terhadap Voices38, salah satu cracker yang belakangan cukup aktif membobol game.
Berita

Denuvo Resmi Gugat Cracker Voices38 di Pengadilan

September 17, 2026
Kami mendapat kesempatan untuk mencoba game terbaru Kairosoft, One Piece Grand Gourmet, yang merupakan kolaborasi dengan One Piece.
Android

[TGS 2026] Nyobain One Piece Grand Gourmet – Jadi Sanji dan Bangun Restoran Bareng Kru Topi Jerami

September 17, 2026
Selama setahun terakhir, Where Winds Meet berhasil membangun komunitas yang cukup besar di Asia Tenggara dan terus hadirkan update seru.
Android

Wawancara Where Winds Meet dengan NetEase Sekaligus Nyobain Region Baru, dan Tegaskan Tetap Non-Pay-to-Win

September 16, 2026
Koei Tecmoi dan Team Ninja akhirnya mengonfirmasi jadwal rilis Wo Long 2: Wings of Ember sekaligus melepas versi demo gratis gamenya
Berita

Wo Long 2: Wings of Ember Tetapkan Jadwal Rilis, Versi Demo Juga Sudah Tersedia!

September 16, 2026
Kami mendapatkan kesempatan untuk wawancara langsung dengan tiga sosok penting di balik Diablo V dengan tim Blizzard.
Industri

Wawancara Diablo V dengan Blizzard – Bahas Dunia Baru, Class Terbanyak Sepanjang Seri, Target Rilis 2029

September 16, 2026
Next Post
Game tactical FPS Wardogs langsung laris banget setelah rilis. Dalam waktu kurang dari seminggu, berhasil terjual lebih dari 2 juta copy.

Wardogs Terjual 2 Juta Copy Kurang dari Seminggu, Pemain Bersamaan Tembus 400 Ribu Orang

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Selama setahun terakhir, Where Winds Meet berhasil membangun komunitas yang cukup besar di Asia Tenggara dan terus hadirkan update seru.

Wawancara Where Winds Meet dengan NetEase Sekaligus Nyobain Region Baru, dan Tegaskan Tetap Non-Pay-to-Win

by Taufik
September 16, 2026
0

Selama setahun terakhir, Where Winds Meet berhasil membangun komunitas yang cukup besar di Asia Tenggara, dan sekarang salah satu cerita...

Di tengah ramainya BlizzCon 2026, kami juga mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Blizzard soal Hearthstone.

[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Blizzard – 2v2, Old Gods, hingga Class Baru

by Taufik
September 15, 2026
0

Di tengah ramainya berbagai pengumuman baru di BlizzCon 2026, kami juga mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Blizzard soal Hearthstone,...

[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!

[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!

by Fadhil
September 14, 2026
0

Rangkuman wawancara eksklusif kami dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman dari perwakilan tim Hearthstone di ajang BlizzCon 2026.

Ame no Chi Hare Onna resmi diumumkan sebagai game original terbaru Game Freak lewat kerjasamanya dengan CHRONOGATE untuk platform mobile

Game Freak Umumkan Ame no Chi Hare Onna, Game Gacha Baru dengan Konsep Super Unik!

by Fadhil
September 14, 2026
0

Ame no Chi Hare Onna resmi diumumkan sebagai game original terbaru Game Freak lewat kerjasamanya dengan CHRONOGATE untuk platform mobile.

RyzaChat AI Resmi Rilis di Indonesia Lengkap dengan Dukungan Bahasa Lokal

RyzaChat AI Resmi Rilis di Indonesia Lengkap dengan Dukungan Bahasa Lokal

by Fadhil
September 11, 2026
0

Tidak lama setelah rilis di Jepang, RyzaChat AI kini juga sudah tersedia di beberapa wilayah termasuk Indonesia.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd