Diablo IV telah memasuki fase baru dengan kehadiran Amazon sebagai class terbaru dan Season 15: Season of Hell’s Legacy, yang membawa kembali sejumlah karakter serta elemen ikonik dari game-game sebelumnya. Tim kami yang pekan lalu telah meliput BlizzCon 2026 berkesempatan untuk mewawancarai langsung Owen Leach selaku Lead Encounter Designer dan Lead Seasons Designer, serta Bjorn Mikkelson selaku Senior Class Designer dari Blizzard, di mana mereka telah membahas tuntas soal Amazon, kembalinya para Prime Evil, perubahan War Plans, hingga masa depan Diablo IV setelah pengumuman Diablo V.

Kembalinya Amazon di Sanctuary
Skovos telah lama dikenal sebagai tanah kelahiran Amazon, sehingga kemunculan wilayah tersebut dalam Lord of Hatred secara alami membuat banyak pemain bertanya-tanya mengenai absennya sang Amazon. Menurut Bjorn Mikkelson, keputusan tersebut sebenarnya berkaitan erat dengan fokus cerita ekspansi.
“Saat itu kami sangat menyukai konflik antara Paladin dan Sorcerer, termasuk tema mengenai cahaya dan kegelapan, sehingga kami ingin memprioritaskan bagian cerita tersebut.”
Blizzard sendiri sudah memperkirakan kalau pemain akan mempertanyakan keberadaan Amazon setelah mengunjungi Skovos. Namun, menurut Bjorn, meskipun Amazon memang menjadi sesuatu yang sudah lama ada dalam pikiran tim, class tersebut belum sesuai dengan cerita yang ingin mereka sampaikan di Lord of Hatred. Owen Leach, yang juga merupakan pemain lama seri Diablo, mengaku memiliki alasan pribadi untuk antusias dengan kembalinya Amazon.
“Sebagai pemain lama, sulit bagi saya membayangkan seri Diablo tanpa Amazon. Javazon adalah salah satu build ikonik di Diablo II, jadi akhirnya bisa membawa fantasi class tersebut ke Diablo IV adalah sesuatu yang sangat saya nantikan.”
Kali ini, Blizzard juga memilih untuk memperkenalkan Amazon tanpa mengikatnya dengan ekspansi baru. Menurut Owen, tidak ada alasan khusus di balik perubahan tersebut. Tim hanya ingin menemukan waktu yang tepat untuk memperkenalkan class baru. Blizzard sebelumnya juga pernah melakukan pendekatan serupa melalui Necromancer di Diablo III. Karena itu, tim tidak ingin membatasi pengenalan class baru pada format tertentu.

“Kami tidak ingin membatasi diri pada format tertentu. Kalau ada sesuatu yang diinginkan pemain dan juga ingin kami hadirkan, kami akan mempertimbangkan pendekatan apa pun yang paling masuk akal.”
Dari sisi gameplay, Amazon juga tidak akan sekadar menjadi class ranged. Bjorn menjelaskan kalau class ini memiliki tingkat kustomisasi yang cukup besar dan bisa dimainkan baik dari jarak jauh maupun dalam pertarungan jarak dekat. Amazon bisa menggunakan bow dan javelin sebagai senjata ranged. Bow merupakan senjata ranged dua tangan, sementara javelin menjadi senjata ranged satu tangan yang eksklusif untuk Amazon. Pada sisi lain, pemain juga bisa menggunakan polearm seperti spear maupun one-handed sword.
Kombinasi tersebut membuka sejumlah kemungkinan build. Pemain bisa menggunakan javelin dengan polearm, javelin dengan shield, sword-and-shield, atau bahkan bow sambil berganti senjata di tengah pertarungan. Untuk pemain yang ingin sepenuhnya bermain ranged, bow juga bisa dipadukan dengan javelin.
“Javelin adalah tipe senjata baru yang eksklusif untuk Amazon dan juga menjadi senjata ranged satu tangan pertama yang kami hadirkan. Ini membuat Amazon menjadi class pertama yang bisa menggunakan shield sekaligus senjata ranged, yang menurut kami sangat cocok dengan fantasi Amazon klasik.”
Ketika ditanya apakah Amazon akan memiliki class quest seperti class lainnya untuk membuka mekanik tertentu, Bjorn masih belum bisa memberikan detail lebih jauh.
Season 15 Membawa Kembali Masa Lalu Diablo
Selain Amazon, Season 15: Season of Hell’s Legacy menjadi salah satu fokus utama Blizzard. Season ini menghadirkan kembali 10 Legacy Unique dari game-game Diablo sebelumnya, termasuk Stone of Jordan, Messerschmidt’s Reaver, The Furnace, dan Leoric’s Crown. Menurut Owen, timnya juga menggunakan masukan pemain dari PTR untuk melakukan sejumlah penyesuaian sebelum season diluncurkan. Tidak hanya itemnya yang kembali, beberapa di antaranya juga memiliki konten transmog dan kosmetik yang berkaitan dengan asal-usulnya.
“Pemain bukan hanya mendapatkan itemnya. Mereka juga bisa mendapatkan konten transmog yang berkaitan dengan item tersebut. Misalnya, kalian bisa benar-benar memakai Leoric’s Crown.”
Tapi daya tarik terbesar Season 15 mungkin justru terletak pada kembalinya salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah Diablo: Deckard Cain. Kembalinya Cain berkaitan dengan kejadian pada season sebelumnya, Season of Death’s Awakening, ketika para arwah dari Pandemonium kembali dilepaskan ke dunia. Salah satunya adalah Cain. Bersamaan dengannya, tiga sosok lain yang pernah membawa Soulstone juga kembali sebagai Dark Wanderer.
Mereka adalah Aiden dari Diablo I, Sankekur dari Diablo II yang telah dikorupsi Mephisto, serta Tal Rasha yang pernah membawa Soulstone milik Baal. Cain percaya kalau para Dark Wanderer tersebut masih memiliki kekuatan Prime Evil dan busa kembali membawa kehancuran. Karena itu, pemain harus memburu mereka dan memasuki nightmare masing-masing untuk membebaskan mereka dari penderitaan.
Salah satu contohnya adalah nightmare milik Tal Rasha. Blizzard bahkan membangun kembali sebagian Act V Diablo II menggunakan engine Diablo IV. Pemain akan melewati Ancient’s Way menuju Arreat Summit untuk menghadapi para Ancients, kemudian memasuki Worldstone Keep dan berakhir di Throne of Destruction. Dari sana, pemain akan menghadapi encounter klasik melawan Baal, termasuk gelombang musuh sebelum pertarungan utama, sebelum akhirnya memasuki Worldstone Chamber.
“Setiap cerita Dark Wanderer pada akhirnya akan berujung pada pertarungan melawan Prime Evil. Dan itu berarti Diablo akhirnya benar-benar kembali dalam sebuah game Diablo.”
Hal tersebut juga membuat Diablo IV menjadi game pertama sejak Diablo II yang memungkinkan pemain menghadapi ketiga Prime Evil dalam satu game. Lebih jauh lagi, Diablo IV saat ini menjadi satu-satunya game dalam seri yang menghadirkan seluruh Prime Evil sekaligus Lesser Evil.
“Ini adalah perayaan ulang tahun ke-30 kami, jadi kami ingin membawa seluruh ‘band’ kembali bersama dan menghadirkan Prime Evil maupun Lesser Evil.”
Memilih Kekuatan Diablo, Mephisto, atau Baal
Pertarungan melawan tiga Prime Evil tidak hanya menjadi konten nostalgia. Pemain nantinya juga bisa memperoleh pecahan Soulstone dari masing-masing mereka.
Setelah mengalahkan ketiganya, pemain harus memilih satu Prime Evil untuk dibawa. Pilihannya adalah Diablo, Mephisto, atau Baal, dan masing-masing akan membuka seasonal skill tree eksklusif. Pilihan tersebut bukan sesuatu yang bisa diganti sesuka hati. Namun, pemain nantinya tetap memiliki kesempatan untuk berpindah dan mencoba kekuatan dua Prime Evil lainnya.

Setiap kekuatan didasarkan pada serangan ikonik dari masing-masing Prime Evil dalam game sebelumnya dan bisa diperkuat seiring perkembangannya. Sistem ini juga terhubung dengan War Plans, dengan masing-masing Prime Evil memiliki tujuh node eksklusif sehingga total ada 21 node baru. Apa yang menarik, menggunakan kekuatan Prime Evil juga membuat pemain menjadi target mereka. Saat menjelajahi Overland atau mengikuti Helltide, pemain bisa tiba-tiba kehilangan kendali atas kekuatan tersebut.
“Kalau kalian membawa kekuatan Diablo, Diablo sendiri bisa tiba-tiba muncul dan memaksa kalian melawannya di Overland. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat sulit.”
Reward paling jelas dari encounter tersebut tentunya adalah loot. Menurut Owen, pemain yang cukup kuat akan mendapatkan kesempatan memperoleh gear kelas atas. Tingkat kesulitannya sendiri diperkirakan sekitar setengah dari tingkat kesulitan World Boss, sehingga bermain bersama teman akan menjadi pilihan yang disarankan, meskipun karakter yang cukup kuat tetap bisa menghadapinya sendirian.
War Plans dan Arah Balancing Diablo IV
War Plans juga mendapatkan sejumlah perubahan pada Season 15. Progression-nya kini dibagikan antar-character, tetapi tetap dipisahkan antara Softcore dan Hardcore. Artinya, seluruh karakter non-Hardcore akan berbagi progression yang sama, sementara karakter Hardcore memiliki progression terpisah. Dari perspektif pemain, sistem ini pada dasarnya bisa dianggap sebagai progression yang berlaku untuk seluruh akun, dengan pemisahan antara kedua mode tersebut.
Dari sisi class balance, Bjorn sendiri paling banyak terlibat dalam perubahan yang berkaitan dengan Warlock. Salah satu fokusnya adalah membuat class tersebut semakin terasa seperti “demon yang bertarung bersama para rekannya”. Hellhound kini mendapatkan peran yang lebih besar. Pemain bisa menungganginya maupun membuatnya menggunakan ability secara otomatis. Beberapa ability juga telah disesuaikan agar bisa digunakan sambil bergerak, sehingga mengurangi rasa kaku yang sebelumnya dirasakan pemain. Bjorn kemudian mengatakan:
“Kami ingin Warlock terasa seperti demon yang bertarung bersama teman-temannya, jadi kali ini kami semakin memperkuat otomatisasi dan gameplay yang berfokus pada Hellhound.”

Untuk perubahan detail pada class lainnya, Blizzard akan memberikan informasi lebih lengkap melalui Patch Notes. Dengan semakin banyaknya class dan opsi build, menjaga keseimbangan Diablo IV tentu menjadi tantangan yang semakin besar. Bjorn mengatakan tim ingin mengambil pendekatan yang lebih strategis berdasarkan feedback pemain, sementara Owen menekankan kalau War Plans akan terus dikembangkan. Salah satu tujuan Blizzard adalah memberi kebebasan kepada pemain untuk menentukan bagaimana mereka ingin memainkan game dan aktivitas apa yang ingin mereka ikuti.
“Kami ingin pemain bisa memainkan game sesuai keinginan mereka dan memilih aktivitas yang memang ingin mereka lakukan. Kami akan terus melihat aktivitas apa yang paling sering dimainkan dan mana yang tidak disukai pemain, lalu berusaha menghindari memaksa mereka memainkan konten yang tidak mereka inginkan.”
Infernal Hordes sendiri tidak mendapatkan penyesuaian khusus pada Season 15. Tim tetap memantau aktivitas yang populer dan menambahkan konten bertema Pandemonium pada season sebelumnya, tetapi tidak ada konten besar khusus Infernal Hordes untuk season kali ini.
Diablo V Tidak Berarti Diablo IV Berakhir
Pengumuman Amazon dan Diablo V mendapatkan respons yang sangat positif dari komunitas. Menurut Owen, kembalinya Amazon mendapatkan antusiasme besar, sementara pengumuman Diablo V sendiri bahkan mengejutkan dirinya.
Season of Hell’s Legacy juga mendapatkan respons positif berkat banyaknya konten nostalgia, termasuk kejutan berupa kembalinya elemen dari Diablo: Hellfire. Bjorn menambahkan kalau energi dan antusiasme komunitas saat ini memang sangat tinggi. Tapi pengumuman Diablo V juga berpotensi membuat sebagian pemain khawatir kalau dukungan terhadap Diablo IV akan berkurang. Owen menegaskan kalau Blizzard melihat kedua game tersebut sebagai bagian dari keseluruhan franchise Diablo, bukan sebagai pengganti satu sama lain.
“Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk mendukung setiap game yang saat ini kami miliki. Sebagian anggota tim kini berfokus pada Diablo V, sementara yang lainnya memang secara khusus mengerjakan Diablo IV. Kedua game akan terus berjalan ke depannya.”
Owen juga menunjuk pada roadmap Diablo IV yang masih panjang. Amazon telah diumumkan, sementara Blizzard juga akan mengungkap satu tahun penuh konten cerita yang berhubungan dengan kembalinya Aspect of Death. Terlebih lagi, Diablo V sendiri masih diperkirakan berjarak sekitar tiga tahun dari perilisannya.
“Jadi pemain benar-benar tidak perlu menganggap pengumuman ini sebagai akhir dari Diablo IV.”
Diablo IV di Nintendo Switch 2
Salah satu kejutan lainnya adalah kehadiran Diablo IV di Nintendo Switch 2. Mengingat game ini cukup menuntut dari sisi hardware, kami pun menanyakan bagaimana tim Blizzard berhasil membuatnya berjalan di hardware Nintendo tersebut. Jawaban Owen pun cukup sederhana.
“Para engineer kami pada dasarnya adalah penyihir. Saya tidak tahu persis bagaimana mereka melakukannya, tetapi suatu hari mereka datang dan berkata, ‘Oke, ini sudah berjalan.’”

Owen sendiri cukup sering memainkan Diablo melalui Steam Deck dan mengatakan game tersebut sudah berjalan dengan cukup baik. Menurutnya, Switch 2 bahkan memiliki hardware yang lebih kuat dibandingkan Steam Deck, sehingga kemampuan konsol tersebut menjalankan Diablo IV bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan.
Sementara Nintendo Switch generasi pertama dinilai tidak memiliki kemampuan hardware yang cukup, Switch 2 dianggap memiliki tenaga yang diperlukan untuk menjalankan Diablo IV dengan tampilan yang juga cukup baik. Versi Switch 2 juga akan mendukung cross-play dan cross-progression, sehingga pemain tidak perlu memulai perjalanan mereka dari awal ketika berpindah platform.
Salah Satu Season Terbesar Diablo IV
Blizzard masih menyimpan banyak informasi mengenai Amazon dan berencana mengungkapkannya secara bertahap. Bjorn mengatakan salah satu alasan Amazon diumumkan lebih awal adalah agar tim bisa mendengar langsung apa yang diinginkan pemain.
“Kalau ada sesuatu yang mereka nantikan, atau ada cerita Amazon tertentu yang sangat mereka sukai, kami ingin mendengarnya.”
Owen juga ingin mengetahui apa arti Amazon bagi para pemain dan apakah pengalaman klasik dari class tersebut bisa dibawa kembali ke Diablo IV. Tapi untuk Owen sendiri, fokus terbesarnya saat ini justru Season 15 dan kembalinya Diablo. Blizzard telah menyiapkan sekitar 30 dungeon, 20 boss, 25 monster baru, dan 20 NPC dari game-game sebelumnya untuk season ini.
“Ini akan menjadi season yang cukup gila dan juga salah satu season terbesar yang pernah kami buat. Saya benar-benar tidak sabar melihat pemain bisa mendapatkannya.”

Menariknya, meskipun konten seasonal biasanya akan berakhir ketika sebuah season berganti, Owen mengaku secara pribadi merasa sedikit sedih ketika pengalaman tersebut harus ditinggalkan. Dia pernah menjadi Season Lead untuk Divine Intervention, season yang berfokus pada Paladin, dan mengaku kehilangan beberapa konten seperti Dariel Helltide, Endariel Undercity, serta pertarungan Lesser Evil Council ketika season tersebut berakhir. Tapi menurutnya, keputusan tersebut tetap penting untuk menjaga Diablo IV tetap terasa segar.
“Kami ingin memberikan pengalaman baru kepada pemain di setiap season dan memberi mereka alasan untuk kembali bermain. Kalau semua konten dari setiap season kami pertahankan secara permanen, saya bahkan tidak bisa membayangkan seperti apa hasilnya. Saya yakin Switch 2 pun tidak akan mampu menjalankannya!”
Meski begitu, Owen tidak menutup kemungkinan kalau sejumlah konten dari season lama suatu hari nanti bisa kembali. “Mungkin suatu hari nanti kita bisa melihat beberapa di antaranya lagi,” tutupnya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id









![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)



Discussion about this post