gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[BIC2026] Wawancara Blue Archive dengan Director Yongha Kim – Bahas Masa Depan IP hingga Kecintaan Terpendam dengan Scene Indie!

Fadhil by Fadhil
August 18, 2026
in Wawancara
0
Simak rangkuman wawancara eksklusif kami dengan Yongha Kim selaku director Blue Archive dari ajang Busan Indie Connect Festival 2026

Simak rangkuman wawancara eksklusif kami dengan Yongha Kim selaku director Blue Archive dari ajang Busan Indie Connect Festival 2026

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Blue Archive telah berkembang dari apa yang dulu disebut oleh directornya sendiri sebagai “proyek sampingan” menjadi salah satu game bergaya anime yang paling dikenal di pasar mobile. Pada ajang Busan Indie Connect Festival (BIC) 2026, kami telah berkesempatan duduk bersama director Yongha Kim selaku sosok di balik Curare: Magic Library, Focus on You, Blue Archive, serta Project RX yang masih misterius, untuk melakukan wawancara eksklusif setelah keynote-nya di festival tersebut.

Dalam percakapan ini, dia membahas berbagai hal, mulai dari bagaimana dia menentukan konten apa yang akan dimasukkan ke dalam game live service, alasan Project RX mulai menjauh dari latar sekolah, hingga game indie yang tidak bisa berhenti dia mainkan di Steam.

Dari Kiri ke Kanan: Sean Lim – Managing Director Digital Braves dan Yongha Kim – Director Blue Archive

Bagaimana Game Bisa Menjadi Sebuah Dunia

Keynote Kim di BIC berjudul “How a Game Becomes a World,” dan dia menjelaskan kalau presentasi tersebut lahir dari perjalanan kariernya sendiri. Alih-alih mengejar game-game mainstream, sebagian besar kariernya dihabiskan untuk mengembangkan game yang ditujukan kepada audiens yang lebih kecil dan spesifik. Dia menunjukkan kalau game bergaya anime belum memiliki banyak penggemar di Korea sebelum tahun 2010-an, tetapi hal tersebut telah berubah. “Kita sekarang telah memasuki era di mana, selama kita benar-benar memenuhi kebutuhan niche tersebut, sebuah game dapat membangun fanbase khusus dan berdiri sebagai IP yang mandiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan kalau keynote tersebut merupakan upayanya untuk berbagi bagaimana seorang developer dapat mengubah fanbase khusus semacam itu menjadi sesuatu yang lebih menyerupai sebuah dunia secara utuh, serta pola pikir yang dibutuhkan untuk membangunnya. Filosofi yang sama juga tercermin ketika dia membicarakan kariernya sendiri. Kim mengatakan kalau dia selalu lebih menyukai pembuatan game dengan identitas yang jelas, meskipun perusahaan biasanya enggan memberikan anggaran besar untuk proyek semacam itu.

“Game-game yang saya kembangkan di dalam perusahaan pada saat itu lebih mendekati proyek sampingan menurut standar perusahaan,” ujarnya, sambil menyebut Curare: Magic Library, game VR Focus on You, dan bahkan Blue Archive sebagai contohnya. Tidak satu pun dari game tersebut sejak awal dijamin akan menjadi hit. “Game-game tersebut bukanlah game ‘cash cow’ tradisional, tetapi lebih seperti, perusahaan merasa masih bisa menangani proyek ini, jadi mari kita coba,” jelasnya. Dia menambahkan kalau meskipun secara teknis dirinya adalah seorang karyawan perusahaan, “pada dasarnya, saya bekerja sambil mengagumi semangat game indie.”

Menyeimbangkan Karakter Favorit Lama dengan Cerita Baru

Mempertahankan game live service selama bertahun-tahun berarti harus terus menyeimbangkan ekspektasi fans lama dengan dorongan untuk mencoba sesuatu yang baru. Ketika ditanya di mana dia secara pribadi menentukan batas tersebut, Kim mengatakan kalau memenuhi ekspektasi fans merupakan prioritas utama, terutama pada tahap awal. “Pada dasarnya, ketika game baru pertama kali diluncurkan, hal yang paling penting adalah memenuhi ekspektasi para fans,” ujarnya.

Pada saat yang sama, dia menegaskan kalau hal tersebut bukan berarti mengabaikan karakter-karakter yang sejak awal membangun fanbase game tersebut. “Kita harus memperhatikan karakter-karakter lama dan karakter-karakter favorit lama,” ujarnya. Ketika diminta merangkumnya, jawabannya sederhana: semuanya kembali pada keseimbangan, yaitu mengelola ekspektasi terhadap karakter-karakter lama sambil tetap membawa cerita dan jajaran karakternya ke depan.

Project RX Mulai Menjauh dari Latar Sekolah

Project RX telah dikembangkan selama tiga tahun, dengan para fans hanya memiliki sedikit informasi selain sebuah teaser trailer yang dirilis tujuh bulan lalu. Kim mengonfirmasi kalau hal tersebut akan segera berubah, dengan mengatakan kalau game tersebut akan diperkenalkan menggunakan judul resminya di Tokyo Game Show mendatang, di mana pengunjung juga akan dapat langsung memainkannya.

Dia juga memberikan sedikit gambaran mengenai arah proyek tersebut. Jika Blue Archive dibangun berdasarkan hubungan antara pemain dan karakter siswa dalam latar akademi, Kim menggambarkan Project RX sebagai sesuatu yang berbeda, lebih mendekati konsep tinggal bersama di dunia isekai daripada cerita sekolah.

“Dia ingin mengembangkan jenis game lainnya. Karena Blue Archive juga menunjukkan banyak hubungan antara gamer dan karakter,” ujar sang penerjemah. “Dalam proyek barunya, dia ingin menciptakan hubungan baru di dalam game ini.”

Tujuannya, jelas Kim, adalah menjauh dari jajaran karakter yang seluruhnya terdiri dari siswa. “Dari perspektif Project RX, mereka ingin menunjukkan situasi dan hubungan yang berbeda. Tidak hanya menampilkan siswa,” ujarnya. Seperti yang disampaikan Kim melalui penerjemahnya, sebagian alasan tersebut sudah tertanam dalam konsep game itu sendiri.

Spin-off TCG Masih Sebatas Ide

Blue Archive sudah memiliki minigame TCG yang mendapatkan respons positif dari para pemain, dan Kim mengatakan kalau ada ketertarikan untuk mengembangkannya lebih jauh. “Ada minigame TCG, dan mereka mendapatkan komentar positif mengenai minigame tersebut. Dia juga ingin mengembangkan aspek-aspek positif dari minigame itu,” jelas sang penerjemah. “Itulah alasan dia ingin memperluasnya ke platform lain untuk genre TCG.”

“Kami berharap bisa memperluas pengalaman minigame TCG kami ke board game atau card game,” ujarnya, meskipun dia terus terang kalau hal tersebut masih berada dalam tahap awal pengembangan dan belum menjadi sesuatu yang konkret.

Karakter-karakter Blue Archive sendiri sudah muncul di platform trading card yang sudah ada seperti Weiss Schwarz. “Kami memiliki karakter Blue Archive di platform TCG lainnya, seperti Weiss Schwarz. Itu adalah platform TCG board game lainnya. Ada banyak franchise IP di sana, seperti Blue Archive, NIKKE, dan sebagainya,” ujar Kim, sembari menjelaskan kalau dalam kasus tersebut, pihak studio pada dasarnya hanya melisensikan karakter mereka dan bukan memproduksi card game atau board game khusus milik mereka sendiri.

“Mereka ada di dalam game tersebut, tetapi dia tidak memiliki board game mereka sendiri. Jadi dia hanya memberikan IP mereka,” ujar sang penerjemah. “Dia sedang berpikir untuk membuat game mereka sendiri, tetapi saat ini belum menjadi kenyataan. Namun dia punya sebuah ide.”

AI, MomoTalk, dan Masa Depan Anime

Laporan keuangan Nexon tahun 2023 pernah menyebut kemungkinan percakapan berbasis AI di MomoTalk, fitur chat dalam game Blue Archive, dan sejak saat itu para fans bertanya-tanya apakah hal tersebut akan benar-benar menjadi kenyataan. Kim menjelaskan kalau laporan tersebut didasarkan pada teknologi lama dan tidak merujuk pada jenis generative AI yang tersedia saat ini. “Isi dari laporan keuangan pada saat itu sebenarnya didasarkan pada spesifikasi masa lalu, jadi kami tidak sedang mempertimbangkan generative AI seperti yang ada saat ini,” ujarnya.

“Kami tertarik dengan perkembangan teknologi terbaru, tetapi kami tidak mempertimbangkan untuk menerapkannya secara langsung ke dalam game seperti sekarang,” tambahnya, sembari mengatakan kalau menurutnya masih terlalu dini untuk melakukan integrasi semacam itu. “Menurut saya, implementasinya tersebut masih terlalu dini.”

Dalam hal animasi, sudah dua tahun sejak Blue Archive the Animation ditayangkan, dan Kim mengonfirmasi kalau pembicaraan mengenai season kedua masih berlangsung, meskipun progresnya berjalan lambat. “Kami terus melakukan diskusi mengenai hal tersebut,” ujarnya, “tetapi ada beberapa masalah yang cukup sulit untuk diselesaikan,” sembari menambahkan kalau secara pribadi dia berharap ceritanya bisa dilanjutkan dalam bentuk animasi.

Dia juga ditanya mengenai bagaimana anime tersebut menggambarkan Sensei, karakter yang sebelumnya tidak pernah divisualisasikan secara penuh sebelum anime tersebut. Kim mengatakan kalau desain tersebut dimaksudkan sebagai titik awal, bukan sebagai gambaran definitif.

“Setiap orang mungkin memiliki gambaran mereka sendiri mengenai seperti apa Sensei,” ujarnya, karena Sensei sendiri sudah memiliki penampilan yang berbeda tergantung adaptasi manga mana yang dibaca oleh para fans. Versi anime tersebut, jelasnya, dirancang “dengan harapan dapat menjadi salah satu contoh yang bisa diterima dan disepakati oleh banyak orang.”

Menjangkau Lebih Banyak Pemain, Khususnya di Indonesia

Blue Archive telah membangun fanbase yang cukup besar di Indonesia, dan Kim ditanya apakah ada rencana untuk menghadirkan lebih banyak lokalisasi di wilayah tersebut. Dia menjelaskan kalau urusan penerbitan berada di tangan Nexon, yang menangani distribusi global melalui cabang regional termasuk Nexon America, Nexon Korea, dan Nexon Thailand, dengan Nexon Thailand menangani lokalisasi untuk bahasanya.

Untuk Indonesia secara khusus, Kim mengatakan kalau cakupan bahasa yang tersedia saat ini belum sesuai dengan yang dia harapkan. “Saya berharap kami bisa menyediakan lebih banyak bahasa, tetapi cakupannya belum cukup,” ujarnya, sembari mengakui kalau keputusan akhir mengenai perluasan lokalisasi berada di tangan Nexon sebagai publisher, bukan pihak developer.

Fanbase Indonesia tersebut juga muncul dalam konteks berbeda, berkaitan dengan sebuah cerita yang beredar di komunitas mengenai seorang guru sekolah dasar yang mendapatkan penghargaan termasuk Exemplary Teacher dan Most Weeb Teacher karena secara terbuka memainkan Blue Archive serta menjadi panutan bagi murid dan sesama guru. Respons Kim pun hangat dan langsung. “Sensei yang luar biasa!” ujarnya.

“Mengetahui kalau ada guru di dunia nyata yang memainkan dan menikmati Blue Archive juga memberikan banyak inspirasi kepada tim pengembang kami. Saya benar-benar mendukungnya untuk terus menjadi guru hebat yang menjadi panutan bagi para siswa!”

Jati Diri Sebagai Seorang Fans Indie 

Mengingat lokasi wawancara ini, kami juga bertanya kepada Kim mengenai hubungannya dengan game indie secara lebih luas. Ternyata ketertarikannya jauh lebih besar daripada sekadar mengaguminya dari kejauhan. Dia mengatakan kalau dirinya memainkan banyak game indie di Steam, dengan perpustakaan pribadinya yang berisi hingga ribuan game. Ketika ditanya mengenai game favoritnya saat ini, dia menyebut Peak dan Mecha Chameleon sebagai game yang paling menonjol tahun ini, dengan menyebut keduanya “sangat mengesankan.”

Yongha Kim – Director Blue Archive

Dia juga mengungkapkan harapannya agar studionya dapat terus memiliki hubungan yang dekat dengan komunitas indie ke depannya, baik sebagai sumber inspirasi maupun sebagai tempat untuk menemukan talenta-talenta baru. “Saya berharap kami bisa merekrut beberapa talenta yang bagus dari sana,” ujarnya.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: BIC 2026Blue ArchiveBusan Indie Connect Festival 2026InterviewNexonWawancaraYongha Kim
ShareTweetShare
Previous Post

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Shuhei Yoshida – Dari PlayStation ke Advisor Dev Indie, AI, dan Masa Depan Industri Gaming

Next Post

Pengisi Suara Grace di Resident Evil Requiem Kabarnya Gabung Tides of Annihilation

Related Posts

Mega Man Dual Override jadi seri utama klasik baru setelah Mega Man 11, dan kali ini ada beberapa hal menarik yang disiapkan.
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Mega Man Dual Override dengan Capcom – Dua Karakter, Dua Cara Menaklukkan Stage!

September 29, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Junzo Hosoi dan Daiki Fukui dari ajang Tokyo Game Show 2026 yang membahas lebih dalam soal Atelier Karia
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Atelier Karia dengan Gust – Menciptakan Penerus Seri Memories yang Sangat Unik!

September 24, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Shuhei Tamakoshi selaku produser dibalik Tales of Eternia Remastered di ajang Tokyo Game Show 2026
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Tales of Eternia Remastered Bareng Shuhei Tamakoshi – Proyek Remaster Tales Paling Menantang Sejauh Ini!

September 23, 2026
Call of Duty: Modern Warfare 4 ingin kembali membawa pemain merasakan perang dari sudut pandang prajurit biasa yang ada di garis depan.
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Call of Duty: Modern Warfare 4 dengan Infinity Ward – Kembali ke Akar, Bawa Konflik Lebih Besar

September 23, 2026
Dalam kesempatan wawancara, kami ngobrol langsung dengan beberapa sosok penting dibalik The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother.
Konsol

[TGS 2026] Wawancara The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother dengan GUST – Jadi “Maomao’s Atelier” Beneran?

September 23, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Iichiro Sasaki dan Hiroyuki Kobayashi dari GPTRACK50 yang membahas debut gamenya yaitu Stupid Never Dies
Konsol

[TGS 2026] Wawancara Stupid Never Dies Bareng GPTRACK50 – Cerita Dibalik Pengembangan Game Action RPG dengan Beragam Ide Gila!

September 22, 2026
Next Post
Pengganti pemeran utama di Tides of Annihilation, yaitu Angela Sant’Albano, aktris yang memerankan Grace Ashcroft di Resident Evil Requiem.

Pengisi Suara Grace di Resident Evil Requiem Kabarnya Gabung Tides of Annihilation

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Setelah hanya tersedia di konsol dan PC, game bela diri populer Sifu besutan developer Sloclap akhirnya juga akan rilis di Android dan iOS

Sifu Akhirnya Dapatkan Versi Android dan iOS

by Fadhil
October 2, 2026
0

Setelah hanya tersedia di konsol dan PC, game bela diri populer Sifu besutan developer Sloclap akhirnya juga akan rilis di...

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat: AI bakal mulai membatasi input dari pemain lewat update model AI pada Oktober.

RyzaChat AI Bakal Batasi Chat Pemain Demi Jaga Marwah Karakter dan Seri Atelier

by Taufik
October 1, 2026
0

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat AI, game chatbot RPG berbasis Atelier Ryza, bakal mulai membatasi input dari pemain lewat...

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari Google Play dan App Store.

Game Mobile Link! Like! Love Live! Versi Offline Bakal Dihapus Karena Developer Bangkrut

by Taufik
September 30, 2026
0

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari App Store dan Google...

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane

Diablo Immortal Sudah Mulai Adakan Event Kolaborasi Besar dengan Spawn

by Fadhil
September 30, 2026
0

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane.

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS

Monster Hunter Outlanders Akhirnya Dipastikan Rilis Bulan Depan untuk Android dan iOS!

by Fadhil
September 29, 2026
0

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd