Dibalik reputasi ikoniknya sebagai salah satu franchise game paling dikenal dari Bandai Namco, Katamari Damacy sejatinya masih termasuk nama yang cukup niche terutama untuk para gamer di luar Jepang. Pasti ada banyak yang tidak asing dengan namanya, tapi soal apakah mereka sempat menjajal serinya atau tidak adalah cerita berbeda. Potensi untuk melihat kebangkitan franchise ini masih terbuka lebar, dan Bandai telah memanfaatkannya dengan mengembangkan seri mainline baru berjudul Once Upon A KATAMARI.
Apa yang membuatnya spesial adalah bagaimana seri ini hadir sebagai rilis original baru setelah 14 tahun lamanya. Jadi tanpa sadar kita memang sudah melewati beberapa generasi konsol tanpa game baru selain remaster, sehingga mungkin masih ada sebagian yang mengira kalau game barunya ini termasuk remaster juga dari salah satu seri lamanya.
Once Upon A KATAMARI lumayan mengundang antusiasme besar dari para fans loyal yang optimis, tapi bagaimana dengan pendatang baru yang ingin merasakan daya tarik sejati dari Katamari Damacy? Pada review berikut kami sudah membahas gamenya secara lebih dalam dan apa yang bisa kamu harapkan dari pengalaman bermainnya!
Katamari Damacy dari Luar dan Dalam
Setiap seri Katamari Damacy selalu berkutat pada cerita serta keseluruhan konsep yang sama, dan Once Upon A KATAMARI seolah dibuat sebagai semacam reboot yang pasti akan mengingatkan fans dengan seri pertamanya. Premis yang dibawa franchise ini terdengar cukup gila, yaitu bagaimana ceritanya berfokus pada King of All Cosmos yang karena aksi cerobohnya menghancurkan berbagai macam bintang, planet, dan semua yang ada di alam semesta. Meski terdengar seperti aksi yang sulit untuk diperbaiki, keluarga sang raja dibekali dengan kekuatan untuk menciptakan bintang-bintang serta planet baru lewat Katamari.

Katamari sendiri adalah sebuah bola kecil ajaib yang bisa diguling ke semua jenis objek untuk membuat ukurannya sebesar mungkin, tapi demi menyelesaikan tugas ini sang raja meminta bantuan dari putranya yang memang sudah menjadi figur protagonis di franchisenya yaitu Prince. Ceritanya pasti akan mengingatkan fans dengan seri pertama, dan kami rasa ini adalah direksi yang cocok jika ingin menjadikan Once Upon A KATAMARI sebagai semacam reboot sekaligus memberi kesan nostalgia kuat.

Ini bukan berarti tema yang dibawa tidak punya keunikan khas, karena gamenya berkutat pada petualangan melintasi berbagai era di planet bumi yang akan membawamu ke masa dinosaurus, Edo Jepang, hingga ke era yang lebih modern. Dengan kekuatan Katamari, kamu harus mengumpulkan objek sebanyak mungkin demi memperbaiki alam semesta yang hancur karena kecerobohan si raja, di mana seiring petualang kamu juga akan dipertemukan dengan banyak saudara dan saudari sang Prince yang bisa ikut dimainkan sebagai karakter playable.

Jadinya secara konsep kami tidak mendapati adanya sesuatu yang terlalu bersimpang jauh, karena seri ini justru terasa seperti upaya Bandai dalam membangkitkan Katamari ke akarnya kembali. Fans veteran akan tetap merasa gembira, pendatang baru mendapat akses masuk ke franchisenya yang lebih fresh, meski begitu di saat bersamaan kami tidak menyangkal kalau gamenya seolah bermain terlalu aman. Ini menyangkut beberapa hal termasuk gameplay yang akan kami bahas lebih dalam, tapi aspek lain yang paling jelas sudah pasti ada di sisi kualitas visual yang tidak berevolusi sama sekali dan seolah terasa seperti remaster dari game PS2.
Masih Seru Sekaligus Lebih Mudah
Pasti banyak yang lebih mementingkan gameplay, dan kami bisa katakan kalau Once Upon A KATAMARI masih sangat seru. Jadi seperti biasa, gamenya akan membawamu ke berbagai level yang dipenuhi objek dan rintangan, di mana tugasmu adalah membuat bola sebesar mungkin dari kumpulan objek tersebut dengan kekuatan Katamari. Pada awalnya kamu hanya bermain sebagai Prince, tapi seiring progress kamu bisa mengumpulkan saudara dan saudarinya yang juga bisa dikontrol serta dikustomisasi sebagai karakter playable.

Ada target ukuran bola yang harus kamu capai dalam batasan waktu. Meski terdengar simple, ini nyatanya bisa cukup menantang karena skema kontrol yang cukup membingungkan dan butuh waktu sampai terbiasa. Para fans veteran pastinya tidak akan kesulitan, tapi kami yakin pendatang baru mungkin merasa kalau game ini punya kontrol yang buruk, meski sejatinya justru skema kontrol unik inilah yang membuat gamenya terasa spesial. Pihak developer mungkin paham kalau ini bisa menghambat sisi aksesibilitas apalagi sebagai seri yang juga ditujukan untuk pendatang baru, karena itulah mereka ikut menyediakan opsi kontrol “Simple” dengan satu analog saja, sementara bagi fans veteran masih bisa memainkan gamenya dengan skema dua analog yang lebih menantang.

Kamu juga tidak bisa sembarang menggulingkan Katamari ke objek apa saja, karena di awal kamu hanya bisa menempelkannya ke objek dengan ukuran kecil sebelum kemudian perlahan menempelkannya ke objek lebih besar dan bahkan termasuk makhluk hidup juga. Untuk menambah keseruan, gamenya ikut membawa beberapa power up unik termasuk manuver boost yang terkadang butuh timing khusus demi mendapat hasil maksimal saat ingin memperbesar Katamari. Selebihnya di setiap level kamu juga bisa mencari saudara dan saudari Prince untuk dibawa bersama, dan tidak ketinggalan ada juga beberapa mahkota sebagai collectible tambahan. Dengan skema kontrol unik dan pacing cepatnya, ini menciptakan gameplay loop yang selalu seru di setiap saat tanpa membuatmu merasa stress.
Tapi bagian yang paling kami sukai dari gameplay di Once Upon A KATAMARI ada di seleksi lagunya. Franchise ini memang selalu memberi perhatian khusus pada soundtrack, dan untuk seri barunya kami terutama sangat suka dengan semua pilihannya. Bahkan dari level pertama kamu sudah langsung disuguhkan dengan “Katamari on the Doun” yang dibawakan Saki Hanami alias heroine utama dari Gakuen Idolmaster. Tidak ketinggalan ada juga lagu favorit kami lainnya seperti “Katamariism” yang melibatkan kolaborasi dengan penyanyi virtual populer KAF. Seleksi musik berkualitas ini sukses menciptakan atmosfer bermain yang lebih seru dan membuat kami semakin bersemangat untuk mengoleksi semua lagunya.
Berlimpah Konten Sampingan
Selain berfokus ke progress utama, kamu bisa menikmati porsi konten sampingan yang lumayan berlimpah apalagi setelah mendapat akses bebas ke S.S. Prince. Kapal luar angkasa milik Prince ini bisa membawanya ke berbagai era serta akses ke berbagai fitur seperti kustomisasi karakter serta ragam koleksi khusus. Tempat persinggahan kapal ini juga berada di area luar level utama bernama “Secret Scroll” di mana kamu bisa melakukan free roam secara lebih bebas sembari menyapa saudara dan saudari Prince yang sudah berhasil direkrut.

Setiap level yang kamu selesaikan akan memberi akses ke lebih banyak konten baru untuk dikoleksi, dan jika kamu akan selalu bisa memainkan level lama lagi semisal ada sesuatu yang sempat terlewat contohnya seperti mengoleksi sisa mahkota. Kamu tidak perlu terobsesi dengan grinding, karena progress secara natural sudah lebih dari cukup untuk memberi akses ke semua konten sampingan kecuali untuk beberapa yang mungkin bisa tidak sengaja terlewat. Berkat gameplay loop yang sangat seru, kamu secara natural pasti juga tidak keberatan untuk kembali memainkan level lama baik untuk sekedar mencapai skor lebih tinggi atau mendapat semua collectible yang ada.
Kesimpulan

Penantian 14 tahun untuk game original baru Katamari Damacy berujung pada seri mainline yang begitu solid. Meski harus kami akui kalau Bandai tidak mengambil terlalu banyak resiko dari sisi konsep hingga production value, fans yang mengharapkan pengalaman bermain seru dan khas bisa mendapatkannya di sini tanpa kejanggalan apapun. Sementara bagi pendatang baru, ini bisa dianggap sebagai seri yang cocok untuk masuk ke franchisenya selain lewat Katamari Damacy REROLL.
Selain itu meski kami tidak menjajalnya terlalu lama, game ini juga hadir dengan mode multiplayer kompetitif yang semakin menambah aspek replayability, tapi di sisi lain sayangnya tidak ada mode local co-op yang mungkin dirindukan sebagaian fans. Selebihnya apa yang diharapkan dari sebuah game Katamari Damacy ideal ada di seri ini, dan kami bisa dengan mudah merekomendasikannya ke berbagai kalangan pemain bahkan mereka yang mungkin kurang minat dengan premisnya, karena apa yang ditawarkan di sini memang sangat tidak biasa.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Once Upon A KATAMARI
PROS
- Gameplay keseluruhan yang masih solid dan seru tanpa adanya kejanggalan
- Beragam perombakan di sisi QoL termasuk skema kontrol "Simple"
- Konten sampingan melimpah dan replayability yang kuat
- Seleksi soundtrack yang luar biasa
CONS
- Seri yang kurang terasa eksperimental / bermain terlalu aman
- Tidak adanya mode local co-op













Discussion about this post