Forsaken Kingdom hadir sebagai campaign baru untuk Warcraft III: Reforged sekaligus menjadi cerita lanjutan pertama dalam 23 tahun selama eksistensi gamenya. Ini tentu menjadi momen yang sangat spesial bagi fans, dan untuk membahas lebih jauh mengenai proses pengembangannya, tantangan dalam membawa Warcraft III kembali dengan pengalaman baru, serta bagaimana tim developer menyusun cerita yang mengisi celah antara Warcraft III dan World of Warcraft, tim kami telah berkesempatan terlibat dalam wawancara dengan Brad Challen selaku Project Lead untuk Forsaken Kingdom di BlizzCon 2026.

Mengembangkan Cerita Baru Setelah 23 Tahun
Menurut Brad, alasan Warcraft III masih bertahan selama lebih dari dua dekade tidak hanya berasal dari nostalgia. Ia melihat kombinasi antara elemen RTS dan RPG, ditambah dengan storytelling yang kuat, sebagai bagian penting dari daya tarik game tersebut.
“Jawaban sederhananya adalah Warcraft III merupakan game terbaik sepanjang masa. Tapi pada akhirnya, ini adalah game yang memiliki elemen RPG sekaligus RTS. Saya rasa ini satu-satunya game yang benar-benar berhasil memadukan keduanya dengan baik. Ketika itu dipadukan dengan storytelling, interaksi, drama, dan emosi, semuanya menjadi resep yang sangat lengkap untuk sebuah game yang sukses.”
Ketika Blizzard akhirnya memberikan lampu hijau untuk proyek baru ini, Brad menjelaskan kalau keputusan tersebut merupakan hasil dari perkembangan yang mereka bangun selama beberapa tahun terakhir. Setelah Warcraft III: Reforged dirilis, tim mereka terus menghadirkan update secara konsisten dan mencoba memperluas apa yang bisa mereka lakukan dari tahun ke tahun.

Tapi Brad menegaskan kalau Forsaken Kingdom bukanlah expansion dalam pengertian tradisional. Fokus utamanya adalah menghadirkan sebuah campaign dengan cerita baru. Dia sendiri sudah lama memiliki pertanyaan mengenai apa yang terjadi pada dunia Warcraft setelah Warcraft III dan sebelum World of Warcraft. Pertanyaan tersebut ternyata juga dirasakan oleh banyak orang di dalam timnya.
“Saya sudah lama memiliki pertanyaan tentang apa yang terjadi pada periode antara Warcraft III dan World of Warcraft, dan saya rasa banyak orang juga memiliki pertanyaan yang sama. Kami membicarakan banyak hal, tetapi ini adalah ide yang paling membuat orang-orang di internal kami bersemangat, termasuk para desainer. Jadi kami memutuskan untuk menjalankannya.”
Menjaga Identitas Warcraft III
Salah satu tantangan terbesar dalam membuat campaign baru untuk game yang sudah berusia 23 tahun adalah menentukan seberapa jauh tim developer bisa membawa Warcraft III ke arah baru tanpa menghilangkan apa yang membuat game tersebut tetap disukai pemain lama.
Brad mengatakan kalau mereka harus menemukan keseimbangan antara memberikan sesuatu yang baru, menghormati komunitas yang sudah ada, sekaligus membuat pengalaman tersebut tetap menarik bagi pemain yang mungkin baru mengenal Warcraft III. Hal tersebut juga menjadi pertimbangan ketika mereka mengembangkan sistem gameplay Forsaken Kingdom. Brad melihat campaign Rexxar dari Warcraft III sebagai fondasi penting karena campaign tersebut sudah memperkenalkan sejumlah elemen yang kemudian dikembangkan lebih jauh dalam proyek baru ini.

“Ini sebenarnya merupakan evolusi dari campaign Rexxar yang asli. Kalau kalian kembali ke sekitar tahun 2003 atau 2004, campaign Rexxar sudah memperkenalkan banyak elemen inti tersebut. Jadi kami membangunnya dari sana, melihat apa yang berhasil, apa yang membutuhkan perbaikan, dan apa yang bisa dibuat lebih baik untuk era modern.”
Tim mereka juga harus menghadapi kenyataan kalau komunitas Warcraft III terdiri dari pemain dengan latar belakang yang sangat berbeda. Ada pemain multiplayer, komunitas custom game, hingga komunitas turnamen. Masing-masing memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang berbeda. Brad sendiri sudah memainkan Warcraft III selama lebih dari 20 tahun, sehingga ia merasa memiliki hubungan langsung dengan komunitas tersebut. Tapi tim mereka tetap aktif mendengarkan berbagai kelompok pemain untuk mencari titik temu dalam proses pengambilan keputusan.
“Mereka semua menginginkan hal yang berbeda. Tetapi kami berbicara dengan mereka dan mencoba menemukan titik temu untuk membuat keputusan terbaik yang bisa memberikan hasil terbaik bagi semua orang.”
Tantangan Membuat Forsaken Kingdom
Selain menjaga keseimbangan antara pemain lama dan baru, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan Forsaken Kingdom justru berasal dari standar yang ditetapkan oleh tim mereka sendiri. Brad menjelaskan kalau mereka melibatkan banyak community mapmaker dan modder dalam proyek tersebut. Karena itu, setiap anggota tim developer terus mendorong satu sama lain untuk meningkatkan kualitas campaign hingga mereka merasa benar-benar puas dengan hasil akhirnya.

Pada saat yang sama, mereka tetap ingin memberikan tantangan yang cukup bagi pemain Warcraft III berpengalaman tanpa membuat pemain baru merasa terlalu kesulitan. Untuk itu, Forsaken Kingdom dirancang dengan tiga tingkat difficulty. Brad menyarankan pemain yang belum familiar dengan Warcraft III untuk memulai dari story mode, sementara pemain aktif Warcraft III kemungkinan akan menemukan tingkat kesulitan Normal maupun Hard sebagai tantangan yang lebih berat.
Campaign ini juga memperkenalkan sejumlah karakter dan unit baru. Di antara hero yang hadir adalah Garrick, seorang Forsaken Warrior, Dark Ranger Anya, Leonid Bartholomew dari Argent Dawn, serta seorang Forsaken Paladin. Sementara itu, unit baru mencakup Deathseekers sebagai infantry Forsaken, Dark Rangers sebagai unit ranged, dan Apothecaries yang menggunakan plague serta berbagai spell untuk menyerang musuh.
Memperluas Teknologi dan Kualitas Cinematic
Forsaken Kingdom tidak hanya membawa cerita baru, tetapi juga memanfaatkan berbagai peningkatan teknologi yang tersedia dalam Warcraft III: Reforged. Salah satu area yang mendapat perhatian adalah cinematic campaign. Dengan menghadirkan campaign baru setelah 23 tahun, Brad merasa timnya memang harus meningkatkan kualitas visualnya. Mereka memanfaatkan berbagai peningkatan teknologi baik dari sisi engine maupun editor untuk menghasilkan cinematic yang lebih detail.
Apa yang menarik, teknologi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi tim Blizzard. Pemilik Reforged juga mendapatkan versi editor yang telah diperbarui, sehingga komunitas mapmaker bisa menggunakan berbagai kemampuan baru tersebut untuk membuat konten mereka sendiri.
“Kami harus melakukan peningkatan. Kami perlu mendorong fidelity-nya, tentu saja. Jadi kami melihat berbagai peningkatan teknologi baru, bukan hanya dari sisi engine, tetapi juga dari sisi editor. Itulah bagaimana kami bisa mencapai cinematic seperti ini. Dan yang penting, semua teknologi tersebut juga akan tersedia bagi para mapmaker. Jadi anggota komunitas sekarang bisa menggunakan berbagai hal yang kami gunakan untuk membuat cinematic tersebut melalui editor baru.”
Masa Depan Warcraft III Ditentukan Pemain
Untuk cerita Forsaken Kingdom sendiri, prosesnya dimulai dari diskusi internal bersama Chris Metzen. Timnya membahas berbagai ide dan variasi cerita sebelum akhirnya menemukan konsep yang paling membuat mereka bersemangat. Setelah itu, mereka bekerja bersama tim lore dan narrative World of Warcraft untuk membentuk cerita secara lebih lengkap, kemudian melibatkan anggota komunitas yang memiliki pengalaman dalam gaya cerita tersebut.
Tapi ketika ditanya apakah Forsaken Kingdom akan menjadi awal dari lebih banyak campaign, expansion, atau bahkan proyek Warcraft III lainnya, Brad belum memberikan kepastian. Saat ini fokus mereka masih berada pada perilisan campaign tersebut dan melihat bagaimana respons pemain terhadapnya. Bagi Brad, respon komunitas sendiri menjadi salah satu bagian paling berharga dari proyek ini. Setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengerjakan Warcraft III, melihat pemain kembali menikmati sebuah campaign baru setelah 23 tahun menjadi pengalaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

“Bisa melihat orang-orang yang begitu bahagia dengan game ini dan bisa benar-benar melakukan hal seperti ini lagi, kata-kata tidak bisa menggambarkan betapa senangnya saya dan tim ketika melihat reaksi tersebut.”
Untuk saat ini, masa depan Warcraft III masih terbuka. Tim mereka akan melihat bagaimana pemain menerima Forsaken Kingdom sebelum menentukan langkah berikutnya. Tetapi bagi Brad sendiri, kesempatan untuk kembali mengerjakan game yang sudah ia cintai selama puluhan tahun sudah menjadi sesuatu yang sangat berarti.
“Benar-benar sebuah kehormatan dan mimpi yang menjadi kenyataan bisa mengerjakan Warcraft III selama bertahun-tahun, sebuah game yang saya mainkan setiap hari dan sangat saya sukai. Kami baru saja merilis sesuatu untuk pertama kalinya dalam 23 tahun. Kalau kami bisa terus melakukan ini selama 23 tahun lagi, tentu saja saya mau. Terima kasih semuanya.”
Untuk beragam wawancara lain dari ajang BlizzCon 2026 dari tim kami bisa kamu cek selengkapnya DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id










![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)


Discussion about this post