Sonic the Hedgehog tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-35 dengan berbagai proyek mulai dari game, musik, event, hingga kolaborasi dengan sejumlah franchise populer. Untuk membahas perjalanan Sonic selama 35 tahun, alasan di balik berbagai perayaan tersebut, hingga bagaimana Sonic Team melihat masa depan franchise, tim kami telah berkesempatan berbincang langsung dengan Takashi Iizuka selaku Sonic Creative Officer di ajang Tokyo Game Show 2026.
Sonic Adventure Menjadi Pondasi Sonic Modern

Selama 35 tahun, Sonic telah mengalami banyak perubahan, tapi salah satu titik balik terbesar dalam sejarah franchise tersebut adalah ketika Sonic beralih dari pengalaman 2D menuju dunia 3D melalui Sonic Adventure. Menurut Iizuka, perubahan ini tidak hanya membawa Sonic ke dimensi baru, tapi juga mengubah banyak aspek dari game, mulai dari cara karakter bergerak hingga musik dan presentasi.
“Kami berpindah dari pixel art 2D ke dunia 3D dengan kecepatan tinggi. Sonic mulai berbicara dan musiknya juga berubah menjadi rock. Ada begitu banyak perubahan yang terjadi saat itu. Sonic Adventure tetap menjadi pondasi bagi Sonic modern hingga sekarang, dan membuat game tersebut merupakan proyek yang sangat sulit.”
Salah satu tantangan terbesar saat itu adalah membuat pergerakan Sonic tetap terasa nyaman dalam ruang tiga dimensi. Tim kemudian mengembangkan sistem kamera yang memungkinkan pemain bergerak mengikuti arah kamera, sementara Homing Attack membantu mengatasi masalah targeting ketika Sonic bergerak dengan kecepatan tinggi.
“Kami kesulitan membuat pergerakan Sonic dalam 3D terasa menyenangkan. Sistem kamera memungkinkan pemain bergerak ke arah tujuan dengan menggerakkan Sonic sesuai arah kamera, sementara Homing Attack membantu menyelesaikan masalah targeting dalam ruang 3D. Ide-ide kenyamanan seperti ini terus kami bawa ke game-game terbaru, termasuk Sonic Frontiers.”
Menurut Iizuka, pondasi tersebut kemudian berkembang seiring perubahan skala game Sonic. Jika Sonic Adventure memperkenalkan Sonic ke dunia 3D, Sonic Frontiers mengambil langkah lebih jauh dengan memberinya ruang yang jauh lebih besar untuk dijelajahi.
Lebih Banyak Ruang untuk Karakter Sonic

Sonic memiliki banyak karakter dengan basis fansnya masing-masing. Tapi ketika berbicara mengenai game spin-off yang menjadikan karakter selain Sonic sebagai protagonis, Shadow the Hedgehog sejauh ini masih menjadi satu-satunya contoh.
Iizuka mengakui kalau sebenarnya ada banyak karakter lain yang memiliki potensi untuk mendapatkan game mereka sendiri. Tails dan Knuckles menjadi beberapa contoh, sementara Iizuka secara pribadi tertarik dengan konsep Chaotix Detective Agency dan ingin melihat mereka menjadi protagonis dalam sebuah game suatu hari nanti.
“Kami sudah mengerjakan franchise Sonic selama 35 tahun, tapi ketika berbicara mengenai game spin-off yang menjadikan karakter selain Sonic sebagai protagonis, Shadow benar-benar satu-satunya yang pernah kami buat. Ada begitu banyak karakter menarik lainnya seperti Tails dan Knuckles. Secara pribadi, saya sangat menyukai konsep Chaotix Detective Agency, jadi saya ingin melihat sebuah game yang menjadikan mereka sebagai protagonis suatu hari nanti.”
Kendala utamanya adalah sumber daya yang tersedia. Sonic Team tetap memiliki tanggung jawab untuk terus membuat judul Sonic baru, sehingga sulit bagi tim untuk memberikan fokus penuh kepada karakter lain. Meski begitu, Iizuka mengatakan kalau karakter-karakter tersebut tetap akan mendapatkan kesempatan untuk memainkan peran yang lebih besar dalam game mendatang.
“Kami memiliki sumber daya yang terbatas dan juga tanggung jawab untuk terus membuat judul Sonic baru. Karena itu, sulit untuk berfokus pada karakter lain. Meski begitu, dalam judul-judul baru kami, kami ingin karakter yang berbeda memiliki peran yang substansial dan menyenangkan untuk dimainkan, sehingga kami bisa membuat sesuatu yang bisa memuaskan fans dari berbagai kalangan.”
Sonic Harus Tetap Keren Setelah 35 Tahun

Sejak awal, Sonic memang dirancang untuk memiliki citra yang sedikit edgy dan keren. Menurut Iizuka, karakteristik tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas Sonic hingga sekarang, bahkan ketika franchise telah berkembang jauh melampaui game.
“Sonic pada awalnya tidak dirancang sebagai karakter anak-anak, tapi sebagai karakter yang sedikit edgy dan keren untuk remaja. Kami ingin Sonic selalu terlihat keren.”
Pendekatan tersebut juga diterapkan ketika Sonic masuk ke berbagai media dan industri lain. Musik, film, animasi, hingga fashion menjadi bagian dari cara Sonic mempertahankan citranya selama 35 tahun. Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan Balenciaga. Bagi Iizuka, penting bagi Sonic untuk tetap relevan bagi fans dari berbagai generasi, termasuk mereka yang sudah dewasa.
“Kami ingin orang dewasa bisa mengenakan kaus Sonic dan tetap terlihat keren. Selama 35 tahun, kami selalu memperhatikan bagaimana Sonic terlihat keren melalui musik, film, animasi, dan sekarang juga fashion.”
Merayakan Sonic Bersama-sama

Tema utama dari perayaan 35 tahun Sonic adalah keinginan untuk membuat para fans menikmati franchise ini bersama-sama. Jika game Sonic sebelumnya lebih sering berfokus pada pengalaman individual, anniversary kali ini mencoba menghadirkan lebih banyak aktivitas yang memungkinkan fans berinteraksi satu sama lain.
Sonic Racing: CrossWorlds menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut melalui pengalaman online dan World Championship. Sonic Pico Park juga memungkinkan hingga delapan pemain bermain bersama secara online.
“Selama ini game Sonic lebih banyak merupakan game standalone yang dimainkan sendiri, tapi untuk ulang tahun ke-35 ini kami ingin orang-orang bermain bersama. Sonic Racing: CrossWorlds memiliki fitur online, dan bulan depan akan ada World Championship. Sonic Pico Park juga bisa dimainkan hingga delapan orang secara online.”
Pendekatan tersebut juga diterapkan melalui aktivitas di dunia nyata. Salah satunya adalah Chaos Hunt di Amerika Serikat, di mana fans mendapatkan notifikasi mengenai lokasi Chaos Emerald di berbagai kota dan kemudian berkumpul untuk mencarinya bersama.
“Chaos Hunt merupakan eksperimen baru bagi kami. Para fans yang mendaftar mendapatkan notifikasi mengenai lokasi Chaos Emerald di Los Angeles, New York, San Diego, dan beberapa tempat lainnya. Mereka kemudian berkumpul dan mencari Chaos Emerald tersebut. Kami ingin mencoba sesuatu yang membuat fans menikmati Sonic bersama-sama, dan semuanya akan berujung pada Club Chaos di New York bulan depan.”
Dari Fortnite hingga Godzilla dan Evangelion
Kolaborasi Sonic dengan Fortnite sebenarnya telah dibicarakan selama beberapa tahun. Tapi ada sejumlah perbedaan antara kedua franchise yang membuat proses tersebut tidak sederhana. Salah satunya adalah Fortnite yang sangat identik dengan penggunaan senjata, sementara Sonic bukan karakter yang menggunakan senjata. Perbedaan proporsi karakter juga menjadi persoalan.
Pada akhirnya, solusi yang ditemukan adalah menghadirkan Android Sonic, android yang dibuat oleh Tails, ke dalam Fortnite.
“Kami sebenarnya sudah membicarakan kolaborasi dengan Fortnite selama bertahun-tahun. Masalahnya adalah Fortnite menggunakan senjata dan Sonic tidak. Ada juga masalah dengan proporsi fisik karakter. Tahun ini kami akhirnya bisa melakukan pembicaraan yang lebih konkret dengan Epic, dan kami memutuskan untuk memasukkan Android Sonic, yaitu android yang dibuat oleh Tails, ke dalam Fortnite.”
Sonic Team juga terus memperluas kolaborasi melalui Sonic Racing: CrossWorlds. Selain Minecraft, TMNT, dan PAC-MAN, Season Pass 2 menghadirkan Godzilla dan Evangelion. Menurut Iizuka, tim tidak hanya mencari partner dari industri game, tapi juga berbagai bidang lain.
“Untuk kolaborasi, kami tidak hanya melihat industri game. Kami menghubungi perusahaan dari berbagai bidang dan mencoba menggunakan kekuatan masing-masing partner. Tidak semua pembicaraan berhasil dan ada juga yang menolak kami, tapi ketika kolaborasi berhasil, kami mencoba membuat course dan vehicle yang bisa memuaskan kedua pihak.”
Masih Banyak Ruang untuk Mengembangkan Gameplay Sonic

Sonic Frontiers menjadi salah satu perubahan besar dalam cara Sonic dimainkan. Game tersebut membawa gameplay yang sebelumnya lebih linear ke area luas melalui format Open Zone. Menurut Iizuka, eksperimen tersebut membuka banyak kemungkinan baru untuk franchise.
“Baru-baru ini, mulai dari Sonic Frontiers, saya merasa kami telah membuat evolusi besar dengan mengambil gameplay yang sebelumnya linear dan memungkinkan Sonic bergerak di area yang luas melalui format Open Zone. Saya benar-benar percaya kalau masih ada banyak ruang bagi game Sonic untuk terus berkembang.”
Frontiers juga menjadi pondasi penting bagi Sonic Team setelah game tersebut mencapai lima juta kopi. Bagi Iizuka, angka tersebut menunjukkan kalau pendekatan baru yang mereka coba memiliki ruang untuk terus dikembangkan.
“Frontiers adalah judul pertama yang mencoba format gameplay Open Zone, dan fakta kalau game tersebut kini telah terjual lima juta kopi menjadi pondasi yang sangat penting bagi kami. Ke depannya, saya berharap kami bisa memperluas gameplay Sonic dalam berbagai cara berdasarkan apa yang sudah kami bangun melalui Sonic Frontiers.”
Mencari Gameplay Baru yang Benar-benar Unik

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menghadirkan ide gameplay yang benar-benar baru, Iizuka tidak bisa memberikan detail karena hal tersebut berpotensi menjadi spoiler. Tapi dia menegaskan kalau eksplorasi pada gameplay baru memang menjadi bagian dari misi Sonic Team.
Menurutnya, Sonic memiliki keunikan yang memungkinkan tim menciptakan pengalaman yang sulit ditemukan di game lain. Kecepatan Sonic sendiri sudah menjadi pondasi yang membedakannya dari banyak karakter lain.
“Itu akan menjadi spoiler, jadi saya tidak bisa mengatakan banyak. Tapi misi kami sebagai Sonic Team selalu membuat game-game baru. Sonic adalah karakter yang bergerak di dunia dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan tidak banyak game lain yang seperti itu. Dalam arti tersebut, apa pun yang kami lakukan dengan Sonic adalah sesuatu yang tidak dimiliki game lain.”
Karena itu, Iizuka tidak menutup kemungkinan untuk membawa Sonic ke pendekatan yang berbeda, baik melalui open-world, adventure, maupun konsep baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.
“Jadi, apakah itu game open-world, adventure, atau sesuatu yang belum pernah dilakukan Sonic sebelumnya, mencoba sesuatu yang baru dengan Sonic bisa menghasilkan game yang benar-benar unik. Karena itu, ketika kami mengerjakan game baru, kami terus berfokus untuk menciptakan pengalaman yang benar-benar unik bagi Sonic.”
Dari Creator hingga Producer

Iizuka sendiri telah menjadi bagian dari perjalanan Sonic selama lebih dari tiga dekade. Dia terlibat dalam sejumlah game penting seperti Sonic 3, Sonic Adventure, Sonic Heroes, dan Shadow the Hedgehog sebagai creator maupun director.
Perannya kemudian berubah ketika dia menjadi producer untuk Sonic Colors pada 2010. Dari posisi tersebut, dia mulai lebih banyak bekerja bersama para director dan menangani beberapa proyek secara bersamaan.
“Saya memulai dengan Sonic 3, Sonic Adventure, Sonic Heroes, dan Shadow the Hedgehog sebagai creator dan director. Kemudian Sonic Colors pada 2010 menjadi pertama kalinya saya menjadi producer. Saya mulai mengambil sedikit jarak dari detail dan bekerja bersama para director. Kami juga mengerjakan beberapa judul secara bersamaan, termasuk Sonic Generations. Bagi saya, 2010 merupakan titik balik yang besar.”
Perubahan tersebut membuat Iizuka tidak lagi hanya memikirkan satu game secara langsung, tapi mulai melihat Sonic sebagai franchise dengan berbagai proyek yang berjalan bersamaan.
Dari Masa Sulit hingga Sonic Kembali Mendunia

Perjalanan Sonic selama 35 tahun juga sempat berada dalam periode yang sulit. Iizuka mengingat ketika dirinya pindah ke Los Angeles sekitar satu dekade lalu, popularitas Sonic sedang menurun dan SEGA mulai mempertanyakan masa depan franchise tersebut.
Tapi dukungan terhadap game seperti Sonic Mania dan Sonic Forces membantu memberikan energi baru. Kemudian, kesuksesan film Sonic the Hedgehog pada 2020 menjadi titik balik besar yang membawa Sonic kembali mendapatkan perhatian global.
“Sekitar 10 tahun lalu ketika saya pergi ke Los Angeles, popularitas Sonic sedang menurun. Perusahaan merasa kalau investasi untuk Sonic mungkin akan sia-sia dan mulai mempertimbangkan apakah kami harus mengakhiri brand ini atau melanjutkannya dalam skala yang lebih kecil.”
“Setelah itu, kami mendapatkan dukungan dari para fans melalui Sonic Mania dan Sonic Forces, dan franchise ini mulai mendapatkan energinya kembali. Kemudian pada 2020, film Sonic di Hollywood menjadi titik balik yang besar. Sonic kembali hidup dan kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui berbagai media.”
Bagi Iizuka, perkembangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana Sonic bisa terus menjangkau generasi baru tanpa meninggalkan fans yang sudah mengikuti franchise sejak lama.
Apa Selanjutnya untuk Sonic?

Ketika ditanya mengenai masa depan Sonic, Iizuka menegaskan kalau Sonic Team memiliki banyak ide dan proyek yang masih ingin mereka kerjakan. Tapi untuk saat ini dia memilih untuk tidak membocorkan terlalu banyak mengenai apa yang sedang dipersiapkan.
Sonic Racing: CrossWorlds akan terus mendapatkan konten baru melalui Season Pass 2, dengan Godzilla dan Evangelion sebagai bagian dari kolaborasi yang sudah diumumkan. Film Sonic keempat juga dijadwalkan hadir pada Maret tahun depan.
Selain game, Sonic Team juga terus berusaha memperluas komunitas di Asia Tenggara. Iizuka menyebut fan meeting di Thailand sebagai salah satu contoh aktivitas yang mereka lakukan dan melihat kawasan tersebut sebagai komunitas yang terus berkembang.
“Sonic Team bekerja sangat keras untuk memperluas fanbase kami di seluruh Asia. Kami juga mengadakan fan meeting, termasuk di Thailand. Komunitas di Asia Tenggara terus berkembang dan menjadi fanbase yang besar bagi Sonic. Saya berharap kalian bisa terus mendukung Sonic dan menunjukkan kekuatan Asia Tenggara kepada dunia.”
Setelah 35 tahun, Sonic Team masih melihat banyak ruang untuk bereksperimen, baik melalui gameplay baru, karakter lain, format Open Zone, maupun kolaborasi dengan berbagai franchise. Bagi Iizuka, pondasi yang dibangun selama perjalanan Sonic bukanlah sesuatu yang membatasi mereka, tapi justru menjadi dasar untuk terus mencari pengalaman baru yang hanya bisa diberikan oleh Sonic.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-120x86.jpg)
Discussion about this post