Tim kami belum lama ini telah berkesempatan untuk terlibat dalam wawancara eksklusif dengan James Yang selaku Senior Director Level Infinite Global Esports Center. Topiknya kali ini membahas penuh Honor of Kings, baik itu mulai dari arah gamenya yang kini juga punya visi ambisius untuk ekspansi global. Setahun sejak rilis di luar China, game MOBA ini terus konsisten memperkuat posisinya di panggung kompetisi dunia. Kesuksesan ini tentunya didorong oleh ekosistem esports yang terencana, format turnamen kreatif, dan komitmen kuat untuk mendukung komunitas yang terus berkembang.

Spotlight Honor of Kings International Championship (KIC)
Pilar utama upaya global Honor of Kings adalah Honor of Kings International Championship (KIC). Untuk pertama kalinya, KIC 2025 akan digelar di Filipina, di mana ini adalah langkah yang disebut Yang sebagai “langkah penting dalam strategi pengembangan esports global kami.”
Keputusan ini mencerminkan filosofi inti mereka: membuat game ini lebih mudah diakses dan inklusif di seluruh dunia. Bagi Yang, event ini bukan sekadar kompetisi melainkan “festival” bagi seluruh pemain, dirancang untuk merayakan keberagaman budaya gaming dan menciptakan pengalaman imersif bagi komunitas lokal.

Tahun ini, taruhannya di KIC 2025 lebih tinggi dari sebelumnya. Tim juara bukan hanya mendapatkan gelar, tapi juga skin hero eksklusif yang dirancang khusus untuk mereka. Turnamen ini juga menjadi pintu menuju peluang yang lebih besar. Tiga tim terbaik dari tiap wilayah akan mewakili negaranya di China pada Challenger Cup 2025 bulan Desember, yang mana ini akan jadi panggung baru bagi talenta esports yang sedang naik daun untuk melangkah keluar dari kancah lokal dan unjuk kemampuan di level internasional.
Bagi penonton, KIC 2025 menawarkan pengalaman yang melampaui pertandingan. Level Infinite akan menghadirkan konten eksklusif di balik layar, aktivasi regional yang menonjolkan budaya lokal, serta hadiah unik dalam game. Tujuannya, kata Yang, adalah menghadirkan “pengalaman imersif dan menyeluruh yang melampaui kompetisi, memastikan para penggemar punya momen tak terlupakan sepanjang turnamen.”
Membangun Ekosistem Esports yang Solid
Pengumuman jadwal Season 2 untuk tujuh liga profesional regional baru-baru ini menandai babak baru esports Honor of Kings. Menurut Yang, pendekatan terstruktur ini menandai fase perkembangan yang lebih matang dan stabil.
“Ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun ekosistem esports kompetitif yang berkelanjutan dan terintegrasi secara global,” ujarnya. Penyelarasan liga-liga ini juga menjadi strategi untuk “memperkuat narasi global, di mana penggemar dari berbagai wilayah bisa terhubung dengan tim dan pemain favorit mereka dalam sebuah cerita yang utuh.”

Padajantung ekosistem ini ada jalur pembinaan bakat yang kuat. Open Series dan Honor of Kings Campus Series (KCS) dibuat untuk “mendemokratisasi akses ke permainan kompetitif”, menyediakan jalur jelas dari tingkat akar rumput menuju profesional bagi para pemain berbakat.
Hasilnya lumayan terlihat, di mana Open Series pada musim ketiganya menarik lebih dari 160.000 pemain terdaftar, sementara KCS perdana menjangkau lebih dari 500 kampus di seluruh dunia. Yang menegaskan bahwa KCS adalah jembatan penting menuju liga profesional, dan akan diperluas di akhir 2025 dengan cakupan kampus lebih luas serta lebih banyak acara hybrid sebagai bukti komitmen jangka panjang mereka dalam membimbing generasi bintang esports berikutnya.
Suara Kreatif Komunitas
Saat berada di luar arena kompetitif, Level Infinite berinvestasi besar pada komunitasnya lewat inisiatif seperti Million Dollar Creator Project dan HOK Studio. Yang menjelaskan, program ini adalah “langkah berani untuk memberdayakan dan meningkatkan level para kreator konten di seluruh dunia.”
Misinya adalah mendukung berbagai tipe kreator mulai dari talenta baru hingga pemimpin komunitas dengan menyediakan sumber daya, bimbingan, dan eksposur global. Mereka mendorong mulai dari analisis gameplay hingga storytelling kreatif, demi membangun “ekosistem kreatif global yang mencerminkan keragaman, energi, dan imajinasi komunitas pemain kami.”
Tahun Bersejarah & Harapan ke Depan
Mengenang tahun pertama sejak rilis global, Yang mengaku bangga melihat pertumbuhan komunitas yang pesat dan bermakna, “bukan hanya dari jumlah, tapi juga dari semangatnya.” Meski pencapaian esports seperti World Cup perdana dan peluncuran liga regional adalah keberhasilan besar, ia menekankan bahwa sisi kemanusiaanlah yang paling berharga.
Kisah para bintang baru, kreator konten berdedikasi, dan penggemar yang menjadikan Honor of Kings bagian dari hidup mereka adalah yang paling membekas, ujarnya. Seperti disimpulkan James Yang, “Tahun pertama ini membuktikan bahwa Honor of Kings bukan sekadar game, ini adalah sebuah gerakan, dan ini baru permulaan.”

Honor of Kings sendiri bisa kamu mainkan gratis di Android dan iOS yang juga tersedia di Indonesia. Untuk segala perkembangan terupdate mengenai gamenya bisa kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post