Genre life sim kini kedatangan penantang baru yang mulai mengguncang dunia game lewat inZOI. Game yang dikembangkan oleh inZOI Studio kebetulan ini kebetulan tengah ramai diperbincangkan sebagai calon rival besar bagi franchise The Sims. Dalam ajang gamescom 2025, kami mendapat kesempatan eksklusif untuk berbincang langsung dengan Hyungjun “Kjun” Kim selaku produser, director, dan CEO inZOI Studio membahas pendekatan unik game ini terhadap simulasi life sim, sistem AI ambisiusnya, dan masa depan yang direncanakan untuk rilis Early Access ini.

Kim membawa pengalaman panjang ke dalam inZOI, dengan karier lebih dari 15 tahun di industri pengembangan game. Perjalanannya mencakup peran penting di studio besar seperti NCSOFT, tempat ia menjabat sebagai Produser untuk AION dan kemudian menjadi Executive Director, serta di KRAFTON, di mana ia pernah menjadi Associate Director untuk PUBG: BATTLEGROUNDS sebelum akhirnya menjabat sebagai Produser dan Direktur di inZOI.
Kompetisi dengan Jalur Santai
Saat ditanya soal perbandingan dengan The Sims, Kim memberikan jawaban yang cukup rendah hati. Ia berkata, “Saya sudah lama bermain The Sims, dan saya benar-benar mengagumi kedalaman serta kejeniusan yang ditawarkannya. Merupakan suatu kehormatan besar bagi game kami untuk dibandingkan dengan The Sims. Namun demikian, saya tidak percaya kami bisa melampauinya dalam waktu dekat. Mungkin di masa depan, dengan usaha berkelanjutan, kami bisa sampai di titik sejajar, tetapi itu akan membutuhkan waktu yang lama.”
Kim juga mengakui keterbatasan sumber daya yang dimiliki timnya dibandingkan dengan franchise besar tersebut. Ia menambahkan, “Pada tahap ini, kami bahkan belum punya sumber daya untuk membuat konten sebanyak The Sims. Namun jika kami terus bekerja keras, saya berharap suatu hari nanti game kami bisa diakui dengan cara yang sama.”

Apa yang membuat inZOI berbeda adalah penekanan pada pengalaman di luar rumah. “Tidak seperti The Sims, inZOI lebih menekankan pengalaman di luar rumah. Arah ini sebagian terinspirasi dari kecintaan pribadi saya pada The Sims 3,” ungkap Kim. Timnya memprioritaskan beragam aktivitas luar ruangan: “Meskipun kami mungkin belum bisa menghadirkan pembaruan rutin dengan cepat, kami fokus pada berbagai aktivitas luar ruangan seperti menyetir, membangun kapal, memancing, dan bertani, untuk menciptakan pembeda yang jelas.”
Dia melanjutkan, “Dalam pembaruan saat ini, kami sudah memperkenalkan banyak elemen tersebut: kendaraan tambahan di kota, kapal di pulau baru, serta sistem memancing dan bertani. Fokus utama kami adalah memperluas variasi aktivitas luar ruangan bagi pemain.”
Fokus itu datang langsung dari masukan komunitas. “Kami melibatkan komunitas dengan menanyakan fitur apa yang paling mereka inginkan di inZOI. Permintaan teratas adalah ‘kelengkapan kota’, dengan banyak pemain ingin melihat konten kota yang lebih kaya dan detail. Masukan ini menjadi fokus utama pengembangan kami ke depan, dan kami berencana terus mengisi kota dengan lebih banyak aktivitas dan pengalaman.”
AI Revolusioner yang Mengejutkan Devnya Sendiri
Salah satu aspek paling menarik dari inZOI adalah sistem AI canggih untuk NPC, yang dalam game disebut “Zoi”. Kim menjelaskan, “Ya, menciptakan AI dalam NPC membuat mereka bertindak lebih mandiri, hampir seperti makhluk hidup sendiri. Kami sudah menjalankan banyak tes, dan ternyata mereka menghasilkan banyak cerita menarik yang bahkan tidak terpikirkan oleh kami.”

Perilaku AI ini bisa sangat mirip manusia. “Dalam hubungan romantis, kadang mereka benar-benar bertingkah hampir seperti manusia nyata setelah kami memasukkan AI ke dalam sistem mereka. Dan soal pertanyaan Anda ya, kami sering melihat itu, dan kami selalu terkejut,” kata Kim.
Ia berbagi salah satu momen tak terlupakan: “Misalnya, NPC dengan AI bisa menciptakan gerakan sendiri, bahkan saling mengganggu. Satu peristiwa yang cukup menarik adalah ketika seorang Zoi meninggal. Saat pemakamannya, ada Zoi lain yang menghampiri saya dan mulai memberikan semacam khotbah tentang kematian—mengatakan hal-hal seperti, ‘Kematian adalah bagian dari hidup. Kematian hanyalah sesuatu yang terjadi. Kamu harus menerimanya.’ Itu benar-benar mengejutkan bagi kami, hasil yang sama sekali tidak kami duga.”
Eksperimen dengan Uang dan Hubungan AI
Kim juga menceritakan eksperimen unik dengan sistem AI yang melibatkan pinjam-meminjam uang. “Saya mencoba meminjam uang dari NPC—hanya 1 euro. Kami bilang, ‘Baiklah, berikan saya 1 euro. Saya ingin meminjam 1 euro darimu.’ Zoi yang punya hubungan dekat dengan saya mencoba berbicara, tetapi mereka tetap tidak benar-benar meminjamkan uangnya. Sedangkan yang asing, mereka sama sekali tidak terbuka pada ide itu.”
Dia menambahkan, “Saya memang berhasil sekali—dengan Zoi putri saya. Itu hanya berhasil ketika saya berkata, ‘Oke, kalau kamu kasih saya 1 euro hari ini, besok saya akan kembalikan 10 kali lipat.’” AI bahkan menunjukkan rasa ingin tahu yang tak diprogramkan. “Suatu kali, salah satu Zoi putri saya datang dan bertanya, ‘Siapa orang ini di foto dompetmu?’ Itu hal yang benar-benar mengejutkan untuk dilakukan oleh seorang Zoi.”
Membahas Kompleksitas Psikologi Virtual
Karakter Zoi memiliki lebih dari 600 kondisi psikologis, dengan perilaku yang berubah berdasarkan berbagai faktor eksternal. Namun, kompleksitas ini juga menimbulkan tantangan besar. Kim mengakui, “Sejujurnya, mereka cukup sulit dikendalikan dalam kondisi sekarang. Para developer kesulitan karena sangat menantang untuk mengakomodasi semua sifat berbeda yang dimiliki tipe-tipe Zoi, terutama kombinasi dari beragam sifat itu.”

Ia menambahkan, “Setiap kali kami menambahkan sifat atau fungsi baru, datanya bisa saling bertabrakan, dan jadi membingungkan untuk melacak apakah kami sudah menambahkan kontrol untuk fitur tertentu atau belum. Jadi sekarang, kami memperbaiki sambil jalan, dan ini belum sepenuhnya terkendali oleh komputer.”
Untuk mengatasi itu, tim mulai mengandalkan AI. “Namun kami melihat ada harapan, karena AI sangat membantu melacak kompleksitas ini. AI melihat kondisi awal game, membantu kami memahami kontrol apa saja yang sudah ada, dan mengidentifikasi kontrol apa yang dibutuhkan untuk tipe Zoi tertentu. Jadi dalam hal ini, AI memberi kami banyak dukungan berharga.”
Menyimulasikan Emosi Manusia dengan Angka
Sistem emosi inZOI diambil dari konsep psikologi, dengan bantuan psikolog sungguhan. Kim menjelaskan, “Kami sebenarnya menggunakan konsep dari psikologi. Setiap Zoi punya emosi utama, yang ditentukan dengan memberi skor pada berbagai emosi berdasarkan apa yang terjadi. Emosi dengan skor tertinggi akan menjadi emosi utama Zoi. Kami bahkan dibantu psikolog saat merancang sistem ini.”

Skala sistem ini cukup besar. “Semua interaksi diberi nomor seri dan skor. Misalnya, jika seorang Zoi mengalami kecelakaan parah, 50 poin ditambahkan ke skor ‘ketidakbahagiaan’. Jika skor itu jadi yang tertinggi, maka ketidakbahagiaan menjadi emosi utama mereka. Saat ini, ada sekitar 15.000 interaksi semacam ini berjalan di kota dalam satu waktu.”
Ia menambahkan, “Karena begitu banyak emosi dan interaksi yang terjadi, hasil yang tak terduga bisa muncul—bahkan terkadang error. Misalnya, saat seorang Zoi minum dari botol, saya mungkin mengharapkan satu reaksi, pemain mengharapkan yang lain, tapi kemudian muncul emosi sama sekali berbeda yang tak diprediksi siapa pun. Begitulah kadang kami berakhir dengan ‘Zoi gila’.”
Hidup di Dunia yang Saling Terhubung
Salah satu fitur paling ambisius dari inZOI adalah simulasinya yang saling terhubung. Kim berkata, “Semua Zoi di dalam peta saling terhubung, karena mereka sadar akan interaksi satu sama lain, dan sejarah itu tetap melekat pada mereka. Hampir semuanya disimulasikan dan dilacak untuk semua Zoi. Saat Zoi baru lahir, sifat-sifat mereka ditentukan saat itu juga. Hal ini menimbulkan beban berat pada CPU, jadi game kami cukup berat dalam aspek itu.”
Sistem keuangan bekerja di tingkat keluarga. “Untuk keuangan, kebanyakan dilacak di tingkat keluarga, bukan individu. Kami menambahkan sistem akuntansi dalam update ini, jadi ada catatan bagaimana keuangan mereka dikelola, tapi belum terlalu canggih. Ke depan, mungkin kami kembangkan agar perilaku belanja dipengaruhi oleh sifat Zoi, misalnya ada yang lebih banyak menghabiskan uang untuk makanan, sementara yang lain lebih suka barang mewah.”
Fokus Pengembangan dengan Kolaborasi Komunitas
Karena ini adalah game simulasi pertama bagi Kim dan timnya, masukan komunitas menjadi hal yang sangat penting. Ia berkata, “Ini sebenarnya pertama kalinya kami membuat game simulasi sekaligus pertama kalinya juga bagi saya, dan lewat proses ini kami sadar betapa pentingnya berkomunikasi dengan pemain. Itulah salah satu alasan kami merilis game ini dalam Early Access, yaitu agar bisa mendengar langsung dari mereka.”

Ia menambahkan, “Karena kami belum punya banyak pengalaman di genre ini, komunitas telah memberi banyak petunjuk berharga tentang apa yang harus kami fokuskan selanjutnya dan ke arah mana kami harus pergi. Ke depannya, kami akan terus berinteraksi dengan pemain, karena saya benar-benar mencari umpan balik seperti itu untuk membimbing keputusan kami.”
DLC terbaru pun menunjukkan pengaruh komunitas ini. “Misalnya, DLC Island Getaway: Chahaya terinspirasi dari ide para pemain. Kami juga mengandalkan mereka untuk membantu membentuk langkah berikutnya.” Selain masukan praktis, komunitas juga memberi dukungan emosional. “Aspek penting lainnya adalah, meskipun para developer terus mencipta, terkadang kami mulai meragukan visi kami sendiri. Komunitas tidak hanya memberi ide, mereka juga memberi dukungan dan dorongan. Dan dukungan itulah yang benar-benar mendorong kami untuk terus maju.”
Perjalanan yang Masih Panjang
Kim menetapkan ekspektasi realistis soal jadwal penyelesaian game ini. “Sejak awal, saya memang memperkirakan proses ini akan panjang. Saya tahu game ini akan tetap di Early Access cukup lama. Jadi meskipun saya ambisius, saya tidak berpikir kami bisa merilis penuh pada akhir tahun depan. Saya percaya saat itu pun game ini masih akan Early Access. Perusahaan mungkin tidak sepenuhnya setuju dengan timeline ini, tetapi begitulah pandangan saya.”
Soal DLC terbaru, dia menambahkan, “Alasan kami merilisnya bukan soal monetisasi. Ini lebih untuk latihan, agar tim dev mendapat pengalaman. Kami merasa perlu melalui proses merilis konten baru dalam skala besar, karena setelah ada banyak DLC, mereka bisa saling berinteraksi atau menimbulkan bug tak terduga. Tanpa latihan itu, akan sulit melacak dari mana bug berasal atau interaksi apa yang menyebabkannya.”

Dia melanjutkan, “Jadi tujuan utama DLC ini adalah melatih tim dalam merilis update besar dan mengelola versi. Begitu Anda mulai punya banyak versi, semuanya jadi menantang untuk dikelola. Karena itu kami butuh latihan. Untuk saat ini, kami belum berencana merilis DLC lain dalam waktu dekat.”
Saat ini tersedia di Steam dan macOS, inZOI sudah dikonfirmasi akan hadir di PlayStation 5. Kim menegaskan, “Kami sudah mengumumkan bahwa inZOI akan hadir di PlayStation 5 pada 2026. Untuk Nintendo Switch, itu bukan sesuatu yang sedang kami kerjakan saat ini.”
Visi untuk Masa Depan
Saat membahas potensi inZOI sebagai sebuah platform, Kim mengakui adanya diskusi internal yang berlanjut. Ia berkata, “Saya punya banyak hal untuk dibicarakan soal itu. Ada banyak pendapat di dalam tim dan perusahaan, tapi belum ada yang dikonfirmasi. Saya pikir semua orang pada dasarnya sejalan, dan kami juga mendapat banyak saran dari tim lain di perusahaan soal arah apa yang harus diambil. Kami memang punya visi, tetapi saya tidak yakin kami sudah sepenuhnya memutuskan apa yang kami harapkan dari game ini.”

Dia menutup dengan refleksi pribadi: “Mengembangkan inZOI adalah tantangan besar bagi saya secara pribadi. Sepanjang proses ini, cinta dan dukungan yang kami terima dari komunitas benar-benar membuat kami bertahan, dan itu terus menjadi motivasi terbesar kami untuk menyelesaikan game ini.”
Dengan sistem AI ambisius, pendekatan pengembangan berbasis komunitas, serta penekanan pada pengalaman luar ruangan, inZOI menghadirkan warna baru dalam genre life sim. Penilaian jujur Kim tentang tantangan ke depan, dikombinasikan dengan dedikasi tim terhadap inovasi dan keterlibatan komunitas, menunjukkan pendekatan hati-hati yang mereka ambil untuk membangun dunia virtual yang kompleks ini.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post