CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengatakan bahwa meski kegemaran konsol tidak akan hilang, arah industri game perlahan bergeser menuju PC. Dalam wawancaranya dengan CNBC, Zelnick menilai ekosistem gaming akan semakin terbuka dan tidak lagi terikat pada sistem tertutup seperti konsol pada umumnya. Meski begitu, ia percaya pengalaman bermain game besar di layar lebar tetap akan bertahan.
Zelnick menjelaskan bahwa pasar game saat ini terbagi cukup seimbang antara konsol dan mobile, namun pertumbuhan mobile jauh lebih cepat. Sementara Sony dan Nintendo masih setia pada model konsol, Microsoft justru menunjukkan ambisi untuk membawa ekosistem Xbox lebih dekat ke PC. Bahkan CEO Microsoft, Satya Nadella menyebut bahwa sejak awal Xbox dibangun sebagai “PC yang lebih baik untuk bermain game.”

Industri ini juga semakin menunjukkan arah ke perangkat hybrid. Valve baru saja memperkenalkan Steam Machine, perangkat yang bisa berfungsi sebagai konsol dan PC gaming. Microsoft Gaming CEO Phil Spencer menyambut perangkat tersebut dan menyebut masa depan game adalah akses lintas platform PC, konsol, dan mobile. Arah ini sejalan dengan Take-Two yang juga serius berinvestasi di ranah mobile.
Langkah akuisisi Zynga senilai $12,7 miliar pada 2022 kini terbukti menguntungkan, dengan divisi mobile menyumbang 46% pendapatan Take-Two pada kuartal terakhir. Angka ini lebih tinggi dibanding konsol yang menyumbang 41%, sementara PC dan platform lainnya hanya 13%. Zelnick percaya mobile akan terus tumbuh karena sifatnya yang mudah diakses dan menarik bagi audiens luas. Menurut riset Newzoo, pendapatan mobile global diperkirakan mencapai $188,8 miliar tahun ini, jauh melampaui gabungan pasar PC dan konsol.
Sumber: CNBC
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post